Headlines News :
Home » » Aroma Alkohol dan Seks Makin Menyengat

Aroma Alkohol dan Seks Makin Menyengat

Written By delik berita on 13 Juni 2011 | 10.09

MOJOKERTO - delikberita.com - “Gembar gembor Pemkot Mojokerto dalam mewujudkan Kota Mojokerto Berlingkungan Pendidikan nampaknya tidak sejalan dengan apa yang terjadi di lapangan. Ini dikarenakan tumbuhnya panti pijat serta menjamurnya Rumah Karaoke & café yang mulai menyimpang dan berpotensi negatif”

Menjelang puncak peringatan Ultahnya, 20 Juni 2011, Pemkot Mojokerto masih saja memberikan ruang, bagi para pelaku usaha hiburan, mulai Panti pijat atau yang lebih dikenal dengan istilah Pitrad. Panti pijat ini berderet rapi menghiasi Jl. Empunala, Setidaknya terdapat tiga tempat antara lain, Pitrad Lestari, Pitrad Maria dan Pitrad Salma, yang ditenggarai menyediakan jasa pijat plus.

Harga yang di bandrol untuk pijat cukup murah anda cukup merogoh kocek sebesar Rp.30.000,- per jam,tapi bila ingin lebih dari sekedar pijat biasa biasanya tergantung kesepakatan bersama,kalo lagi sepi pengunjung dapat harga murah dan kalo lagi ramai biasanya agak mahal, lebih dari Rp.100.000 tidak termasuk ongkos pijatnya.

Dikalangan para pemijat juga punya sandi atau istilah dalam melakukan aksinya “kerek bendera”atau menaikkan bendera. Sebuah aksi memuaskan birahi para lelaki hidung belang, “ kalo pijat yang biasa biasa saja kita ga bisa dapet uang mas!” ujar sri perempuan,27 th asal lamongan yang sudah bekerja di salah satu pitrad kurang lebih 3 tahun ini.

Disamping Panti pijat, Keberadaan Rumah karaoke keluarga pun dinilai sebagaian masyarakat juga mulai menyimpang dan juga berpotensi menjurus kearah negative. Tercatat sudah 7 tempat Rumah karaoke berdiri di kota mojokero Purnama kafe,yang berada di Jl. Baypass sebelah Polsek Magersari dan Graha Famili di Kedundung berada di kecamatan Magersari ,yang lainya Royalfamily Karaoke & Cafe, X2 Family Karaoke & Café berada di Jl Pahlawan, Tiga tempat lagi berada di Jl. Majapahit meliputi MX Family Karaoke, NAV Karaoke dan yg terbaru Eternity Family Karaoke

Bukan Isapan jempol belaka dari beberapa razia yang dilakukan aparat, masih saja di temukan pengguna narkoba,pesta miras hingga sex terselubung bersama purel yang masih kebanyakan bau kencur di beberapa café dan rumah karaoke di kota mojokerto,

Memang tidak semua tempat tersebut menyediakan Purel(Teman Karaoke), Tetapi ada juga yang terang terangan menyediakan, bahkan kita bebas memilih para purel itu di ruangan khusus berkaca /Etalse. Ruangan ini sengaja diisi para Abg berdandan seksi dan menggoda, bertarif Rp.60,000,-perjam yang siap menemani kita berkaraoke.

Di tempat lain yang tidak menyediakan para Purel, Belum tentu tempat ini aman akan keberadaan Para Purel,karena ada istilah Purel Freelance. Purel Freelance memang tidak di sediakan oleh pihak pengelolah, tapi kebanyakan Purel-jenis ini mendatangi tempat tempat Karaoke Keluarga untuk nongkrong, dan Menawarkan diri untuk menemani pengunjung untuk berkaraoke bersama.. Keberadaan mereka sebenarnya sangat kentara..bagi orang awam sekalipun, karena dandananya sedikit menor, berpakaian seksi, wangi yang berlebihan.beberapa dari mereka juga perokok.

Tampaknya keberadaan slogan slogan “ Anda memasuki kawasan jam wajib belajar “ menuju kota yang berpendidikan yang hampir kita temui di gang gang setiap kampung yang ada di kota mojokerto tidak sejalan dengan keinginan masyarakat.karena kita masih berdampingan dengan keberadaan tempat tersebut diatas yg tak kenal dengan istilah jam wajib belajar.Ini sangat Ironis, karena di satu sisi Gembar gembor Pemkot Mojokerto dalam mewujdkan kota Mojokerto berlingkungan pendidikan yang meliputi : Disiplin belajar pada jam wajib belajar, Menjauhi narkoba dan minuman keras, serta menjauhi pornografi dan pergaulan bebas tampaknya tidak sama dengan kenyataan di lapangan. (delikberita.com/dt)
Share this post :

+ komentar + 6 komentar

Anonim
6 April 2013 10.34

Dilema tentunya menyikapi hal spt ini, namun bukan berarti tdk ada solusi sama sekali, krn jln yg terbaek tentunya yg hrs jd pilihan kita semua :
Dlm hal ini mengalir-nya pemerintahan kota Mojokerto saat ini tentu-nya berlandaskan dr - UUD 45
- UU
- dst sampai Perda di masing2 daerah
Tumbuh kembang-nya era globalisasi & era teknologi secara otomatis tdk bisa kita ingkari. Dalam hal ini ekses negatip atau positip selalu mengiringi. Tentunya yg kita harapkan semua adalah ekses/dampak yg positip. Untuk menekan ekses negatip disinilah fungsi kontrol dr Pemerintah yg diharapkan. Dalam hal ini sebenar-nya semua tempat ddirikan oleh pengusaha tentunya dg niat baek sesuai dg fungsinya :
- karaoke : tempat hiburan
- panti pijat : mengembalikan kebugaran
- internet : menambah wawasan
Penyalah gunaan tempat dr fungsi yg sbenarnya ada terletak pada oknum-nya. Tempat2 yg menyalahi aturan ijin operasi silakan ditertibkan, yg sesuai dg ijin oprasional dan lurus2 saja silakan sj beroperasi. Pisau-pun akan berbeda fungsi jika dipegang oleh 2 org yg mempunyai kepentingan dan karakter yg berbeda, Pisau-pun akan berbeda fungsi saat ditangan ibu rumah tangga dan sebalik-nya jika berada ditangan penjahat. Karaoke, Panti Pijat & Internet atau usaha apapun kan wajib pajak juga = yg artinya merek juga penyumbang PAD daerah juga (pendapatan asli daerah)
Pada kesimpulan-nya bahwa usaha2 tsb diatas perlu pemantauan dr dinas terkait dan pemerintah, krn kenyataan sampai saat ini tempat2 tsb masih menjadi pilihan utama bagi masyarakat sekitar yg haus akan dunia hiburan. Melanggar dr aturan TERTIB-KAN ........... TERTIB, SILAKAN TERUS ..........


Anonim
7 April 2013 09.37

Saya pasien Rumah Bernyanyi/Karaoke :

Pada intinya bidang usaha apapun jenis & bentuk-nya : Karaoke, Billiar, Warnet, Bioskop, Panti Pijat, Swalayan jika tdk ada pengawasan yg ketat dr Pemerintah setempat - beberapa pasti akan menyimpang .....

Skrg waktunya dung ..dung .. dung .... Tarik bang ...........asolole .....

Anonim
8 April 2013 17.41

Jangan munafik dg tempat2 spti itu, klo abang tdk datang, dengan sendiri-nya tempat2 spti itu akan tutup krn ga laku. Obyektif saja dalam melihat permasalahan.

Jujur sj kita mebutuhkan tempat hiburan yg sehat & baik, jgn krn ada beberapa yg tdk sehat & melanggar, semua kena getah-nya harus tutup.

Belajarlah bersikap bijak dlm hal ini ........

Anonim
18 April 2013 12.51

A : Karaoke mas
B : astaghfirullah .... Najis + Haram

A : Gratis mas
B : Nah gtu dong, kapan lg kita bisa senang2 .. klo ga dpt gratisan

C : ealah podo bejat te ............

Anonim
25 April 2013 00.00

ini akibat jika Hukum & Aturan bisa dibeli ............
Pemerintah harus-nya juga introspeksi .. negeri akan hancur jika hukum, aturan & aparat bisa dibeli ............

Anonim
29 April 2013 10.09

INGAT SAUDARA .... penduduk Indonesia tdk hanya yg memakai jilbab & bersarung peci ...................
Kita yg bercawat di Kalimantan & berkoteka di Irian jaya penduduk Indonesia juga, kita yg masuk Pura ataupun yg masuk Wihara & Gereja Indonesia juga ..... Ingat Indonesia bukan muslim saja !!!!!!!!!!!!!! Kita juga punya hak utk hidup aman dan Damai ................

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menguak Yang Tersembunyi | www.delikberita.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku