Headlines News :
Home » » Densus 88 Tangkap Teroris Kutai

Densus 88 Tangkap Teroris Kutai

Written By delik berita on 13 Juni 2011 | 10.19

SAMARINDA -delikberita.com- Detasemen Khusus (Densus) 88/Antiteror kembali berhasil menangkap 2 tersangka teroris di Jalan Mulawarman, Desa Loa Duri Ilir, Kecamatan Loajanan, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Selain menangkap dua orang terduga teroris di Jalan Mulawarman Desa Loa Duri Kecamatan Loajanan, Kabupaten Kutai Kartanegera, Kalimantan Timur, Densus 88 juga menyita laptop dan sebuah tas plastik berisi kabel dan pipa paralon serta sebuah wajan.

"Saya melihat orang-orang yang berpakaian serba hitam dan berkacamata yang semuanya membawa senjata laras panjang itu juga menyita sebuah laptop, telepon genggam, plastik berisi kabel dan pipa paralon serta sebuah wajan yang di tengahnya berlubang dari rumah Juardi," ungkap salah seorang warga, Sujiono yang mengaku menyaksikan penangkapan kedua terduga teroris tersebut, Minggu dinihari.

Saat penangkapan kata Sujiono, tidak terdengar adanya suara tembakan.Namun, warga sekitar sangat terkejut melihat kedatangan puluhan orang yang mengenakan rompi anti peluru dan membawa senjata laras panjang.

"Mereka menggunakan tiga mobil dan saat turun dari mobil, orang-orang dengan pakaian serba hitam dan menggunakan kacamata gelap itu langsung berpencar dan mengelilingi rumah Juardi. Kami kemudian diminta menjauh sehingga suasana saat itu sangat tegang karena baru kali ini kami melihat langsung Densus 88. Tidak terdengar suara tembakan tapi Faisal terlihat sempat melawan saat akan dinaikkan ke mobil," ungkap Sujiono.

Seperti dilansir Kantor Berita Antara, sejumlah saksi mata di lokasi kejadian, Sabtu, mengatakan, kedua terduga teroris adalah Juardi dan Faisal. Keduanya ditangkap pada sekitar pukul 14.00 WITA.

"Saat itu saya sedang menonton televisi, tiba-tiba datang beberapa orang berpakaian serba hitam dan berkacamata yang masing-masing membawa senjata laras panjang berada di depan rumah," kata Jamilah, warga yang rumahnya berada persis di samping rumah yang digerebek Densus 88.
Setelah itu, katanya, dirinya diminta keluar dan menjauh dari rumah, lalu Faisal ditangkap sekitar 100 meter dari rumah Juardi sekitar pukul 13.00 WITA.

"Faisal sempat melawan saat akan dinaikkan ke salah satu mobil yang dipakai anggota Densus 88 itu. Dia ditangkap saat keluar dari Masjid Al Istiqomah atau sekitar 100 meter dari rumah Juardi," katanya.

Setelah menangkap Faisal, polisi kemudian datang ke rumah Juardi dan membawa keduanya.Hingga Sabtu malam, puluhan warga terlihat masih berkumpul di rumah Juardi. Beberapa polisi berpakaian preman juga terlihat berjaga di sekitar rumah Juardi.

Warga tidak menduga Juardi yang dikenal sebagai penjual pentol (bakso) tersebut terkait terorisme."Dia (Juardi) sudah puluhan tahun tinggal di sini dan Faisal baru sekitar enam bulan mengontrak di rumahnya. Rumah itu dikenal sebagai tempat penggilingan daging," kata warga lainnya, Yuliawati.

Warga lainnya, Jamilah yang rumahnya persis berada disamping rumah Juardi, mengaku sangat terkejut melihat kedatangan puluhan orang sambil membawa senjata larang panjang tersebut.
"Saya sempat stres karena biasanya saya hanya melihat di televisi dan baru saat ini melihat Densus 88," katanya.

Rumah yang digrebek Densus 88 tersebut kata Jamilah merupakan rumah milik Juardi yang selama ini dikenal sebagai tempat penggilingan daging.

"Selama ini Juardi berjualan bakso dan rumahnya juga digunakan sebagai tempat penggilingan daging. Kami, hanya tahu, Faisal mengontrak dan juga membantu Juardi menjual pentol," katanya.
"Faisal kerap keluar rumah saat akan shalat sementara istrinya menggunakan cadar dan hanya keluar saat berbelanja," kata Jamilah.

Warga mengaku tidak mengetahui secara pasti hubungan antara Juardi dan Faisal.

"Setahu kami, Faisal hanya ngontrak di rumah Juardi dan kami tidak tahu apakah ada hubungan keluarga diantara mereka. Tapi, keduanya memang memiliki penampilan yang sama dan lebih banyak mengenakan sarung," ungkap warga lainnya, Sismadi.

Dari pantauan hingga Minggu dinihari, rumah Juardi yang terletak di Jalan Mulawarman No. 17 RT. 9 RW. 4 Desa Loa Duri Kecamatan Loajanan, terlihat gelap dan pintunya tertutup.

Pada bagian depan rumah berbentuk toko tersebut terdapat papan bertuliskan "Penggilingan Daging Wahyu."

Sementara, dua terduga teroris itu masih menjalani pemeriksaan intensif di Polsek Loajanan.
Menurut salah seorang sumber di kepolisian yang tidak ingin disebutkan jati dirinya, kedua terduga teroris itu akan langsung dibawa ke Jakarta pada Minggu pagi.

"Keduanya menjalani pemeriksaan di ruangan berbeda," kata seorang anggota Polsek Loajanan.

Share this post :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menguak Yang Tersembunyi | www.delikberita.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku