Headline

Ads

Pemkab Sintang

Ads

Ketapang

Berita Olahraga

Hukum

Video

Berita DPRD

Jumat, 27 Februari 2026

Seumur Jagung Dibangun, Jalan Produksi Perkebunan Sudah Ditumbuhi Semak Belukar, Inspektorat Diminta Turun Tangan.

DelikBerita.com Kapuas Hulu, Kalimantan Barat – Proyek pembangunan jalan produksi perkebunan untuk Kelompok Tani Sambus Jaya di Desa Sambus, Kecamatan Putussibau Utara, menuai sorotan publik.

Pasalnya, meski tergolong baru dikerjakan, kondisi di lapangan disebut-sebut sudah ditumbuhi semak belukar.

Berdasarkan papan informasi proyek, kegiatan tersebut dilaksanakan oleh CV. Muji Konstruksi dengan nilai kontrak sebesar Rp175.900.000,00, bersumber dari APBD Kabupaten Kapuas Hulu Tahun Anggaran 2025, dengan masa pelaksanaan 30 hari kalender.

Program ini berada di bawah Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu dalam kegiatan penyediaan dan pengembangan prasarana pertanian.

Pantauan media di lokasi menunjukkan bahwa sebagian badan jalan masih ditumbuhi semak dan belum sepenuhnya terbuka secara maksimal.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik mengenai progres fisik pekerjaan serta kesesuaian pelaksanaan dengan spesifikasi teknis yang tercantum dalam kontrak.

Sejumlah warga berharap proyek tersebut tidak sekadar formalitas administrasi, melainkan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi petani.

Infrastruktur jalan produksi dinilai sangat penting untuk menunjang mobilitas dan distribusi hasil perkebunan masyarakat.

“Kalau jalan produksi ini bagus dan kuat, tentu sangat membantu petani. Tapi kalau kondisinya belum maksimal seperti ini, wajar kalau masyarakat bertanya,” ujar salah seorang warga.

Secara regulasi, pekerjaan konstruksi pemerintah wajib diawasi oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan tim teknis sesuai ketentuan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah beserta perubahannya.

Pengawasan tersebut bertujuan memastikan pekerjaan dilaksanakan sesuai spesifikasi teknis, volume, dan mutu sebagaimana tertuang dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB).

Menyikapi kondisi di lapangan, sejumlah pihak mendorong agar Inspektorat Kabupaten Kapuas Hulu melakukan peninjauan atau audit internal guna memastikan pekerjaan berjalan sesuai ketentuan dan tidak menimbulkan potensi kerugian keuangan daerah.

Transparansi progres fisik serta keterbukaan informasi kepada publik dinilai penting untuk menjaga akuntabilitas penggunaan APBD.

Media ini juga mendorong adanya klarifikasi terbuka dari Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kapuas Hulu maupun pihak pelaksana proyek terkait tahapan pekerjaan yang telah dilaksanakan serta target penyelesaian fisik di lapangan.

Hingga berita ini diterbitkan, media masih berupaya melakukan konfirmasi resmi kepada pihak-pihak terkait guna memperoleh penjelasan lebih lanjut.

Minggu, 22 Februari 2026

Ramadan Penuh Kepedulian, "BeriDampak" Bagikan 250 Takjil Gratis


penyerahan takjil gratis kepada warga sebagai bentuk kepedulian dan semangat berbagi kepada sesama.

DelikBerita.com Gerakan "BeriDampak" kembali menunjukkan konsistensinya dalam aksi sosial. Di bulan suci Ramadan ini, "BeriDampak" kembali membagikan 250 paket takjil gratis kepada masyarakat Ketapang yang tetap bekerja menjelang waktu berbuka puasa, Minggu (22/2/2026).

Berbeda dari kegiatan berbagi pada umumnya, aksi kali ini tidak dipusatkan di satu atau beberapa titik tertentu. Relawan "BeriDampak" justru menyasar langsung masyarakat yang masih beraktivitas di lapangan, seperti pekerja harian, tukang ojek, pedagang kecil, petugas kebersihan, hingga buruh yang masih bertugas saat waktu berbuka hampir tiba.

Dengan menyusuri sejumlah ruas jalan dan lokasi aktivitas warga, para relawan membagikan takjil secara langsung sebagai bentuk kepedulian terhadap mereka yang belum sempat menyiapkan hidangan untuk berbuka.

Inisiator Gerakan "BeriDampak", Theo Bernadhi, mengatakan kegiatan sosial ini merupakan komitmen pihaknya untuk terus memberikan dampak positif bagi banyak orang. Diakuinya melalui gerakan-gerakan sosial pihaknya berharap dapat hadir sebagai bentuk kepedulian antar sesama.

"Kegiatan ini merupakan gerakan sosial yang selalu kami ikhtiar untuk rutin dilaksanakan, di bulan suci Ramadan kami turun berbagi takjil gratis sebagai bentuk komitmen untuk memberikan dampak, karena beri dampak bukan cuma soal gerakan sosial semata, ini tentang kehadiran dan kepedulian,” katanya.

Theo melanjutkan, gerakan sosial ini akan terus dilaksanakan tidak hanya di momentum bulan suci Ramadan, seperti kegiatan-kegiatan sosial yang rutin dilaksanakan termasuk pembagian sembako gratis kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Gerakan ini akan terus kami lakukan, dengan berbagai aksi sosial, dengan harapan agar gerakan bisa memberikan dampak positif, membantu, meringankan dan menguatkan rasa kebersamaan,” tuturnya.

Respon masyarakat pun terlihat positif. Banyak pekerja yang menerima takjil mengaku terbantu, terutama karena masih berada di lokasi kerja menjelang waktu berbuka.

Kamis, 29 Januari 2026

PLTU Ketapang Sukabangun Komitmen Terhadap Perlindungan Karyawan dan Penerapan K3


PLTU Ketapang

DelikBerita.com KETAPANG, - Menyikapi kejadian yang melibatkan mitra kerja PT Limas Anugrah Steel di area PLTU Ketapang, Sukabangun, Manajemen PLTU Ketapang menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga almarhum. Peristiwa ini menjadi perhatian serius bagi seluruh pihak.

Manajer PLTU Ketapang, Sukabangun Zais Ariono telah berkoordinasi secara aktif dengan PT Limas Anugrah Steel untuk memastikan pemenuhan hak-hak karyawan yang mengalami musibah.

Seluruh kewajiban normatif, termasuk manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) melalui BPJS Ketenagakerjaan, telah diselesaikan sesuai ketentuan yang berlaku, serta disertai pemberian santunan duka tambahan.

Selain itu, Zais mengaku kalau pihaknya akan terus melakukan evaluasi guna menegaskan dan memperketat pengawasan standar keselamatan kerja bagi seluruh mitra kerja termasuk PT Limas Anugrah Steel.

Direktur PT Limas Anugrah Steel, Hari menegaskan komitmennya untuk memberikan dukungan maksimal kepada keluarga Almarhum sebagai bentuk tanggung jawab moral dan kepedulian perusahaan. Rusnawati istri dari Almarhum Muhammad Joni dan Evatasari istri dari Almarhum Rianto, menyampaikan apresiasi atas respons cepat dan itikad baik perusahaan, serta menerima kejadian ini sebagai musibah yang telah diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kami telah berbicara dari hati ke hati dengan manajemen untuk berdamai secara kekeluargaan, karena kami melihat itikad baik dan tanggung jawab moral yang besar dari perusahaan yang telah memenuhi hak-hak almahum sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.

Eva berharap, para pihak juga tidak terus memperlanjut menebar informasi kejadian ini dan dapat memahami kondisi yang dialami dirinya beserta keluarga agar dirinya dapat menjalani masa duka dengan lebih khusyuk dan tenang.

Sebagai tindak lanjut, Manajemen PLTU Ketapang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat pengawasan penerapan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) bagi seluruh mitra kerja tanpa terkecuali, guna mencegah terulangnya kejadian serupa di masa mendatang.

Jumat, 23 Januari 2026

Sampaikan Duka atas Insiden Kerja, PLTU Sukabangun Ambil Langkah Tegas: Audit Total Mitra Kerja dan Pengawasan Diperketat


PLTU Sukabangun

DelikBerita.com KETAPANG, - Terkait insiden kerja yang menimpa pekerja dari mitra kerja PT Limas Anugrah Steel saat menjalankan pekerjaan di area PLTU, Rabu (21/1/2026). Seluruh jajaran Manajemen beserta karyawan PLTU Sukabangun menyatakan ucapan duka cita dan simpati yang sedalam-dalamnya atas insiden kerja yang terjadi tersebut.

Saat ini, pihak Manajemen PLTU Sukabangun telah mengambil langkah-langkah diantaranya berkoordinasi dengan aparat berwenang dan otoritas terkait.

Selain itu, pihak manajemen juga berkomitmen untuk transparan dalam proses ini guna menemukan akar masalah secara objektif, baik dari sisi prosedur internal maupun pelaksanaan di lapangan oleh mitra kerja serta memastikan hak keluarga rekan pekerja dari mitra kerja dipenuhi sesuai ketentuan yang berlaku.

Manager PLTU Sukabangun, Zais Ariyono, menegaskan bahwa perusahaan tidak akan berkompromi dengan standar Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).

"Kami turut berduka cita atas musibah yang menimpa korban dan keluarga. Bagi kami, keselamatan adalah aspek yang tidak bisa ditawar. Kami mengambil tanggung jawab pengawasan ini dengan sangat serius,” katanya.

Zais melanjutkan, selain langkah-langkah di atas, sebagai upaya tanggap, pihaknya juga telah melakukan penyesuaian sementara pada aktivitas terkait di lokasi untuk melakukan audit kepada seluruh mitra kerja.

“Jika ditemukan celah keamanan atau kelalaian prosedur, kami akan mengambil langkah hukum dan kontraktual yang sangat tegas agar kejadian ini menjadi yang terakhir," tegas Zais. (*)

Rabu, 31 Desember 2025

Apresiasi Pengawasan Publik, KONI Paparkan Program Kerja dan Capaian Prestasi Atlet di Refleksi Akhir Tahun 2025


Theo Bernadhi, S.Sos , Selaku Ketua KONI Kabupaten Ketapang

DelikBerita.com Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Ketapang menyampaikan refleksi akhir tahun dengan merilis berbagai program hingga capaian prestasi cabang olahraga di bawah naungan KONI Ketapang, Rabu (31/12/2025). Dalam kesempatan tersebut, KONI juga mengucapkan terimakasih atas atensi para pihak dalam mengawal penggunaan anggaran hibah KONI.

Ketua Umum KONI Kabupaten Ketapang, Theo Bernadhi, S.Sos menyampaikan apresiasi dan terimakasih atas kepedulian para pihak dalam mengawal penggunaan anggaran daerah yang diperuntukan untuk KONI melalui mekanisme hibah.

“Ini bentuk kepedulian dan saya beserta pengurus KONI Ketapang mengucapkan terimakasih karena ini bagian dari pengingat agar kami dapat menjalankan amanah dengan benar dan sesuai aturan,” katanya, Rabu siang.

Theo melanjutkan, kalau secara aturan anggaran yang diterima KONI ketapang sudah melalui tahapan dan mekanisme penganggaran yang sesuai, mulai dari pengajuan proposal yang diinput melalui aplikasi e-hibah pada tahun sebelumnya hingga proses penganggaran, penetapan sampai dengan penandatangan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Selain itu, Theo menjelaskan kalau bantuan hibah pemerintah ke KONI sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan. Di mana dalam UU tersebut jelas di bunyikan pada pasal 75 ayat 2 bahwa Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah wajib mengalokasikan anggaran Keolahragaan melalui anggaran pendapatan dan belanja negara dan anggaran pendapatan dan belanja daerah.

“Hibah ini bagian dari tanggung jawab pemerintah yang tertuang dalam undang-undang keolahragaan dan kemudian diterapkan sesuai aturan serta mekanisme yang ada, dan ini berlaku di seluruh KONI se Indonesia,” katanya.

Theo menjelaskan, kalau anggaran senilai 1,7 Miliar tersebut diperuntukan untuk berbagai kegiatan dan program yang ada di KONI sesuai dengan proposal dan rancangan anggaran biaya (RAB) di mana yang diperuntukan untuk pembinaan dan prestasi cabang olahraga sebesar 73% dari total anggaran dengan program diantaranya pemberian bantuan dana pembinaan untuk 46 Cabang Olahraga (Cabor) yang berada di bawah naungan KONI Ketapang.

Bantuan peningkatan sumber daya manusia yakni pelatihan wasit dan juri yang terealisasi untuk 4 Cabang Olahraga dengan jumlah wasit dan pelatih ikut peningkatan SDM sejumlah 30 orang yang dilaksanakan tidak hanya di Ketapang namun juga di Jakarta hingga Semarang. Bahkan diantaranya mengikuti pelatihan wasit level 1 nasional.

“Bantuan mengikuti kejuaraan yang terealisasi ke 10 Cabor serta bantuan untuk praporprov termasuk mengikuti Kejurda maupun menggelar kejuaraan yang terealisasi ke 14 Cabor. Bantuan yang disalurkan ini berdasarkan proposal pengajuan dari cabor dan surat pelaksanaan kejuaraan dari masing-masing cabor yang disesuaikan dengan anggaran yang tersedia di KONI,” terangnya.

“Bantuan dana tersebut juga kita lengkapi dengan bukti kuitansi serta berita acara serah terima antara KONI dengan Cabor berikut dengan dokumentasi foto penyerahan, yang mana untuk pertanggung jawabannya sudah dibuat untuk kemudian nanti akan diserahkan ke Pemda Ketapang melalui Dispora selaku pihak pemberi hibah,” jelasnya.

Theo menambahkan, dari berbagai kegiatan yang diikuti berbagai Cabor tersebut, para atlet-atlet ketapang berhasil meraih berbagai prestasi sepanjang tahun 2025 diantaranya Cabor Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI) yang berhasil meraih dua medali emas untuk kategori beregu dan double event di Kejuaraan Sepak Takraw se-Kalimantan Barat.

Kemudian, dalam Kejuraan Daerah (Kejurda) Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kalbar, Cabor PASI Ketapang berhasil meraih 2 medali emas, dua medali perak dan 3 medali perunggu. Sedangkan untuk Cabor Bola Tangan (ABTI) berhasil meraih 1 medali perak kategori putri di Kejurda tahun ini.

Sedangkan untuk Cabor Tenis Lapangan berhasil meraih 1 medali emas, 1 medali perak dan 1 medali perunggu dalam kejuaraan tenis lapangan walikota Singkawang dan dalam Kejurda Junior Tenis Lapangan berhasil meraih 4 medali emas dan 5 medali perunggu.

“Untuk Kejurda Panahan, Cabor Perpani Ketapang berhasil meraih 6 medali emas, 4 medali perak dan 1 medali perunggu,” terangnya.

Kemudian untuk Cabor Gabungan Bridge Seluruh Indonesia (GABSI) berhasil meraih Juara 2 Piala Rektor, Juara 1 Liga Pasangan dan Juara 2 Event Hari Bridge Nasional di Pontianak. Sedangkan Cabor Keluarga Olahraga Tarung Derajat (KODRAT) berhasil meraih 1 Medali Perunggu pada Kejurda Bupati Cup Kuburaya Kalbar.

“Cabor Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI-red) berhasil meraih 1 Medali Emas dan Juara Harapan 2 Kelas SD BMX Kejuaraan Open Race Creterium ISSI Provinsi Kalbar, dan Cabor Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) berhasil meraih 1 Medali Perunggu Kategori anak-anak, 1 Medali Perunggu kategori pemula dan Juara 4 Ganda Putra pada Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Bulutangkis Provinsi Kalbar,” jelasnya.

Selain itu, sesuai dengan aturan yang ada, anggaran tersebut juga diperuntukan untuk kebutuhan operasional sekretariat KONI sebesar 27% dari total anggaran yang diperuntukan untuk pembayaran listrik, pemeliharaan jaringan pdam, pembayaran pdam dan internet, pembelian alat tulis kantor yang terdiri dari berbagai item, biaya cetak baliho dan fotocopy, bantuan operasional, pemeliharaan halaman komplek KONI Ketapang, biaya makan minum rapat serta honorium tenaga administrasi, tenaga kebersihan serta tenaga keamanan sekretariat KONI selama 1 tahun.

“Sedangkan untuk para pengurus KONI baik itu ketua, sekretaris, bendahara dan lainnya itu sama sekali tidak menerima gaji karena tidak diperbolehkan sesuai aturan yang berlaku, ini perlu saya sampaikan agar para pihak juga mengetahui bahwa menjadi pengurus KONI tidak berhak untuk menerima gaji,” tegasnya.

Selain itu, Theo yang terpilih menjadi Ketua KONI secara aklamasi dalam pemilihan di Februari dan resmi dilantik pada April lalu menegaskan bahwa dalam kepengurusan KONI saat ini, pihaknya juga berkomitmen untuk tidak melakukan hal-hal yang melanggar aturan terlebih menggunakan anggaran yang tidak sesuai prosedur, bahkan diakuinya pihaknya lebih memilih untuk melakukan pengembalian anggaran yang tidak terserap ke kas daerah.

“Ada 143 juta yang sudah kita setor kembali ke kas daerah dari beberapa pos anggaran diantaranya dari pos anggaran bantuan pembinaan Cabor hanya tersalurkan ke 39 Cabor, karena ada Cabor yang SK sudah lama mati sehingga tidak berhak untuk menerima bantuan, dari pos anggaran bantuan ikut kejuaraan hingga dari pos anggaran operasional perjalanan dinas juga. Ini bentuk komitmen kami untuk menggunakan anggaran sesuai ketentuan, dan mengembalikan sisa anggaran ke kas daerah daripada menggunakan anggaran tersebut namun tidak bisa dipertanggung jawabkan laporannya,” jelasnya.

Selain itu, KONI Ketapang juga saat ini sedang melakukan finishing pembuatan website resmi yang ke depan akan menjadi wadah ikhtiar dalam mempublikasikan berbagai program dan capaian atlet dari para Cabor dan sebagai bentuk apresiasi untuk setiap Cabor dan atlet yang berhasil meraih prestasi.

“Terimakasih kepada para cabor yang aktif dalam berkordinasi, berdiskusi untuk menjadikan KONI Ketapang menjadi lebih baik, terimakasih kepada seluruh rekan-rekan yang turut mengawal dan mengingatkan kami agar terus berpegang pada aturan dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya. (*)

Senin, 22 Desember 2025

2.462 PPPK Paruh Waktu Dilantik


Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyerahkan SK kepada PPPK Paruh Waktu pada apel di halaman Kantor Bupati, Senin (22/12).

DelikBerita.com Sebanyak 2.462 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Paruh Waktu dilantik. Pelantikan sekaligus penyerayan Surat Keputusan (SK) dilakukan langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, di halaman Kantor Bupati Ketapang, Senin (22/12).

PPPK Paruh Waktu yang menerima SK terdiri dari 2.072 tenaga teknis, 125 tenaga kesehatan, dan 265 tenaga pendidik (guru).

Alex mengatakan pengangkatan PPPK Paruh Waktu merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam memperkuat pelayanan publik serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah.

Seluruh formasi ini memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran pemerintahan, pelayanan dasar, serta pembangunan daerah yang berkelanjutan.

“PPPK bukan sekadar pelaksana tugas administratif, melainkan agen pembangunan daerah yang diharapkan mampu ikut mewujudkan arah pembangunan Kabupaten Ketapang,” kata Alex.

Dia menjelaskan, setiap PPPK harus bekerja dengan penuh tanggung jawab, profesionalisme, dan integritas, serta menyelaraskan kinerjanya dengan visi pembangunan berkeadilan untuk Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri.

Alex juga menekankan agar PPPK mampu menjadi teladan di lingkungan kerja masing-masing, menghadirkan pelayanan publik yang humanis, responsif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Baik tenaga teknis, tenaga kesehatan, maupun tenaga pendidik, seluruhnya merupakan bagian penting dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Melalui semangat pengabdian dan kebersamaan, Alex berharap seluruh PPPK Paruh Waktu dapat menjadi bagian dari rumah besar Ketapang, bekerja bersama, bergerak seirama, dan memberikan kontribusi nyata bagi terwujudnya Ketapang yang semakin maju, berdaya saing, dan berkeadilan.

Pelantikan ini dihadiri oleh Sekretaris Daerah, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Kepala Badan, serta para Camat se-Kabupaten Ketapang. (*)

Kartu Ketapang Pintar Diluncurkan, 4.111 Siswa Terima Manfaat


Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyerahkan Kartu Ketapang Pintar kepada siswa penerima manfaat, Senin (22/12).

DelikBerita.com Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, resmi meluncurkan program Kartu Ketapang Pintar, Senin (22/12). Program ini sebagai wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia (SDM).

Program ini sejalan dengan visi pembangunan daerah, yakni mewujudkan Kabupaten Ketapang yang maju dan mandiri melalui pembangunan yang berkeadilan. Misi pembangunan sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing.

Peluncuran Kartu Ketapang Pintar dilandasi oleh Peraturan Daerah Nomor 45 Tahun 2025 tentang Penyediaan Biaya Personal Peserta Didik, yang mencakup pendidikan dasar hingga pendidikan nonformal.

Alex mengatakan, program ini dirancang sebagai bentuk beasiswa pendidikan untuk memastikan tidak ada lagi anak-anak Ketapang yang terhambat mengenyam pendidikan karena keterbatasan ekonomi, sekaligus mendorong lahirnya generasi yang cerdas dan berdaya saing.

Pada 2025, sebanyak 4.111 peserta didik tercatat sebagai penerima manfaat program ini dengan total anggaran sebesar Rp2 miliar. Penerima berdasarkan jenjang pendidikan meliputi, tingkat SD sebanyak 3.000 peserta didik, masing-masing menerima Rp425 ribu.

Kemudian tingkat SMP sebanyak 986 peserta didik, masing-masing menerima Rp700 ribu. Paket A sebabyak 6 peserta didik, masing-masing Rp425 ribu. Paket B sebanyak 64 peserta didik, masing-masing Rp700 ribu, serta Paket C sebanyak 55 peserta didik masing-masing Rp800 ribu.

Dalam pelaksanaannya, Kartu Ketapang Pintar didukung melalui kerja sama dengan Bank Kalbar, yang berperan dalam penerbitan kartu sekaligus pembukaan buku tabungan pelajar.

“Skema ini saya harapkan dapat menumbuhkan literasi keuangan sejak dini serta memastikan penyaluran bantuan yang transparan, tepat sasaran, dan akuntabel,” kata Alex.

Program ini melengkapi kebijakan pendidikan lainnya yang telah dijalankan sebelumnya, yaitu bantuan seragam sekolah dan alat tulis gratis bagi siswa SD dan SMP yang membutuhkan.

“Sepanjang tahun 2025, sebanyak 6.000 pelajar SD dan 2.500 pelajar SMP telah menerima bantuan ini. Seluruh program ini diharapkan mampu menjadi pemantik semangat belajar sekaligus mendorong peningkatan prestasi peserta didik,” harapnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Ketapang tahun 2024 tercatat sebesar 70,34 poin, mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Namun demikian, capaian ini masih berada di bawah rata-rata IPM Provinsi Kalimantan Barat dan IPM nasional.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sektor pendidikan di Ketapang masih menghadapi tantangan, seperti angka putus sekolah yang sangat tinggi, rata-rata lama sekolah yang masih rendah, pemerataan tenaga pendidik, serta keterbatasan sarana dan prasarana pendidikan.

Melalui peluncuran Kartu Ketapang Pintar dan berbagai kebijakan pendidikan lainnya, Alex berharap visi dan misi pembangunan daerah dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat Ketapang, khususnya di bidang pendidikan.

Program ini menjadi langkah konkret dalam menciptakan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, serta mampu meningkatkan taraf hidup masyarakat secara berkelanjutan.

“Saya optimistis, dengan sinergi seluruh pemangku kepentingan, pembangunan yang berkeadilan dapat terwujud dan memberikan dampak nyata bagi masa depan generasi Ketapang,” tegasnya.

Selain itu, dia juga memberikan perhatian kepada mahasiswa berprestasi melalui program beasiswa yang dikelola oleh Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Ketapang. Hal ini sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Sementara itu, perhatian khusus juga diberikan kepada tenaga pendidik, terutama guru-guru yang bertugas di wilayah pedalaman.

“Saya telah turun langsung ke sekolah-sekolah di daerah terpencil dan menemukan kondisi rumah dinas guru serta rumah dinas kepala sekolah yang banyak mengalami kerusakan,” paparnya.

Pihaknya berkomitmen untuk melakukan perbaikan dan pembangunan rumah dinas agar para guru dapat tinggal dengan layak, merasa nyaman, dan betah mengajar di tempat tugas masing-masing.

Sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi para guru yang mengajar di wilayah dengan akses terbatas, Pemerintah Kabupaten Ketapang juga akan memberikan reward berupa kendaraan roda dua guna menunjang mobilitas serta meningkatkan kinerja tenaga pendidik di daerah terpencil. (*)

Berita Kriminal

Berita Kebakaran

Berita Nasional

Berita Pontianak

Berita Sintang

Berita Sanggau

Berita Mempawah

Berita Melawi

Berita Sekadau

Berita Landak

© Copyright 2019 DelikBerita | All Right Reserved