Headline

Ads

Pemkab Sintang

Ads

Ketapang

Berita Olahraga

Hukum

Video

Berita DPRD

Senin, 28 September 2026

MANAJEMEN RSUD ADE M. DJOEN SINTANG TANGGAPI KELUHAN SARANA, PASTIKAN PERBAIKAN BERTAHAP TERUS BERJALAN

Mega-Berita.com - SINTANG, KALBAR - Menanggapi keluhan masyarakat terkait kondisi sarana dan prasarana pelayanan, Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ade Muhammad Djoen Sintang memberikan klarifikasi dan komitmen perbaikan.

Pihak manajemen memastikan setiap laporan dan masukan dari masyarakat menjadi atensi serius dan akan segera ditindaklanjuti di lapangan.

"Terkait hal tersebut akan kami tindak lanjuti dan koordinasikan dengan bagian terkait untuk dilakukan pengecekan dan penanganan," tegas Pihak Direksi RSUD Ade M. Djoen Sintang saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, pada Senin, 28 September 2026.

Pihaknya menjelaskan bahwa pemeliharaan fasilitas rumah sakit memang menjadi agenda rutin dan saat ini proses perbaikan sedang berjalan sesuai dengan skala prioritas.

"Untuk pemeliharaan sarana dan prasarana, saat ini kami sedang melaksanakan perbaikan dan pemeliharaan secara bertahap sesuai prioritas kebutuhan," jelasnya.

Manajemen RSUD Ade M. Djoen Sintang berkomitmen untuk terus meningkatkan mutu pelayanan, kenyamanan, dan keamanan bagi seluruh pasien, keluarga pasien, maupun tenaga kesehatan yang bertugas.

Pihak rumah sakit juga mengajak masyarakat untuk terus memberikan masukan yang konstruktif demi perbaikan pelayanan kesehatan di Kabupaten Sintang.

Sumber : Direksi RSUD Ade M. Djoen Sintang

Waktu Konfirmasi : Senin, 28 September 2026 via WhatsApp

Selasa, 15 September 2026

Bupati Serahkan Bantuan Nutrisi untuk Petugas Pemadam


Selain menyerahkan bantuan nutrisi, Bupati Ketapang, Alexander Wilyo juga ikut membantu petugas memadamkan api di Nanga Tayap, Selasa (15/9) kemarin.

DelikBerita.com Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, kembali memberikan dukungan secara langsung kepada para relawan yang sedang melakukan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Ketapang.

Usai melakukan kunjungan ke Kecamatan Nanga Tayap, bupati meninjau sekaligus membantu para petugas pemadam yang sedang memadamkan api di Desa Lembah Hijau 1, Kecamatan Nanga Tayap, Selasa (15/9).

“Saya ikut memadamkan api di lahan bergambut dalam yang menjadi salah satu tantangan utama penanganan Karhutla, sekaligus memberikan bantuan suplemen nutrisi dan kesehatan bagi petugas karhutla, Manggala Agni, Relawan Peduli Api, dan personel perusahaan yang terlibat dalam penanganan di lapangan,” kata Alex.

Kondisi di lokasi cukup berat karena kebakaran terjadi pada lahan gambut dengan kedalaman lebih dari 10 meter. Api tidak hanya membakar permukaan, tetapi juga merambat di bawah tanah sehingga penanganannya membutuhkan waktu, air, tenaga, dan kewaspadaan yang tinggi.

Kondisi tersebut juga berdampak pada tanaman sawit. Akar yang terbakar dari bawah menyebabkan daya topang pohon melemah, sehingga pohon sawit dapat tumbang dengan sendirinya meskipun bagian atasnya masih terlihat berdiri.

Menurut bupati, untuk melokalisasi arah rambatan api, dilakukan penyekatan (firebreak) pada jalur-jalur kritis guna memutus mata rantai penjalaran api dan mencegah kebakaran meluas ke area lainnya.

Dukungan armada dan personel terus diperkuat untuk menjaga kestabilan pasokan air dalam proses pembasahan serta melakukan cooling down pada area yang telah berhasil dipadamkan.

Pada lahan gambut, penanganan tidak cukup hanya memadamkan api di permukaan, tetapi juga memastikan titik-titik panas di bawah permukaan dapat dikendalikan.

“Penyatuan sumber daya antar perusahaan secara terpadu serta koordinasi yang erat di lapangan menjadi faktor penting dalam upaya pengendalian karhutla. Dengan dukungan bersama, sekat pertahanan pada titik-titik kritis dapat berfungsi optimal sehingga laju api dapat dihalau secara efektif,” ungkapnya.

Pengawasan dilakukan secara berkelanjutan melalui pemantauan dan evaluasi harian di posko taktis. Perubahan arah angin, kondisi sekat bakar, dan perkembangan titik api harus terus dipantau agar setiap perubahan situasi dapat segera direspons.

Di tengah kondisi tersebut, perhatian terhadap petugas yang bekerja di lapangan juga tidak boleh diabaikan. Dukungan nutrisi dan kesehatan diperlukan agar mereka tetap memiliki stamina dalam menjalankan tugas penanganan karhutla.

“Penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama, ketekunan, dan kewaspadaan. Api yang tampak kecil di permukaan bisa saja masih menyala dan terus merambat di bawah gambut, sehingga setiap titik harus dipastikan benar-benar terkendali,” pungkas Alex. (*)

Senin, 14 September 2026

Bupati Resmikan RS Pratama Sandai


Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, meninjau fasilitas RS Pratama Sandai, Senin (14/9).

DelikBerita.com Rumah Sakit Pratama Sandai diresmikan. Peresmian rumah sakit yang diberi nama Pangeran Ratu Kusuma Anom ini dilakukan langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, Senin (14/9).

“Hari ini, kita memulai pelayanan IGD dan Rawat Inap RS Pratama Sandai Pangeran Ratu Kusuma Anom,” kata Alex.

Alex menjelaskan, dimulainya pelayanan IGD dan Rawat Inap bukan peresmian secara keseluruhan rumah sakit. Sebab beberapa unit pelayanan lainnya masih dalam proses pembangunan dan penyiapan.

“Insyaallah, seluruh fasilitas akan kita resmikan secara menyeluruh pada Oktober 2026 mendatang. Kalau sekarang kita mulai dari pelayanan terlebih dahulu,” jelasnya.

Menurut Alex, peresmian awal dilakukan atas dasar agar masyarakat tidak menunggu sampai semuanya selesai untuk merasakan manfaat dibangunnya RS di Kecamatan Sandai.

“Karena itu, pelayanan kita mulai lebih dahulu. Tujuannya agar masyarakat segera memperoleh pelayanan kesehatan yang lebih dekat,” ungkapnya.

Sebagai bentuk perhatian, sekaligus hadiah untuk masyarakat, pelayanan kesehatan di RS digratiskan sampai Desember 2026 mendatang.

Selain itu, kehadiran rumah sakit ini tidak hanya untuk masyarakat Sandai. Warga dari kecamatan sekitar, seperti Simpang Hulu, Simpang Dua, Sungai Laur sampai Nanga Tayap juga dapat memanfaatkan pelayanan kesehatan.

“Harapannya agar semakin banyak masyarakat yang memiliki akses kesehatan lebih dekat, tanpa harus menempuh perjalanan jauh,” lanjutnya.

Dia berharap, RS Sandai bukan sekadar bangunan, tetapi benar-benar hidup dan memberikan manfaat. Tempat masyarakat mendapatkan pertolongan, pelayanan yang baik, dan merasakan kehadiran pemerintah secara nyata.

Alex berharap semoga RS Pratama Sandai terus berkembang, dan menjadi bagian penting dalam menghadirkan pelayanan kesehatan yang lebih dekat dan berkualitas bagi masyarakat Sandai dan wilayah sekitarnya. (*)

Sabtu, 12 September 2026

Tuntut Plasma 30 Persen, Ratusan Warga 3 Desa di Sintang Geruduk PT Satya Nusa Indah Perkasa (PT SNIP)

DelikBerita.com SINTANG, KALBAR — Ratusan warga dari tiga desa di Kecamatan Ketungau Hilir, Kabupaten Sintang, yang tergabung dalam Desa Sungai Risap Mensiku Bersatu, secara resmi menyerahkan Surat Pernyataan Sikap Bersama kepada manajemen PT Satya Nusa Indah Perkasa (PT SNIP), Kamis, 10 September 2026.

Tiga desa tersebut yakni Desa Baung Sengatap, Desa Sungai Risap Mensiku Bersatu, dan Desa Lepung Pantak. Penyerahan surat pernyataan sikap tersebut menjadi bentuk penyampaian aspirasi masyarakat terkait persoalan perkebunan, khususnya tuntutan penyediaan lahan plasma serta kejelasan status lahan yang menurut masyarakat berada di luar areal Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.

Surat pernyataan sikap itu ditandatangani oleh perwakilan masyarakat, tokoh adat, ketua RT/RW, serta berbagai elemen masyarakat dari tiga desa. Dalam dokumen tersebut, warga menyampaikan empat poin tuntutan utama.

1. Tuntutan Lahan Plasma 30 Persen

Masyarakat menuntut adanya kejelasan dan realisasi kewajiban penyediaan lahan plasma sebesar 30 persen bagi masyarakat dari areal perkebunan sesuai ketentuan yang berlaku.

Warga meminta agar proses penentuan, pembagian, serta realisasi lahan plasma dilakukan secara adil, transparan, dan melibatkan perwakilan masyarakat tiga desa, sehingga tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

2. Pengembalian Lahan yang Berada di Luar HGU

Masyarakat juga meminta dilakukan verifikasi dan kejelasan terhadap lahan perkebunan yang menurut mereka berada di luar areal HGU PT SNIP.

Apabila berdasarkan data dan hasil verifikasi instansi berwenang terdapat lahan yang memang berada di luar HGU perusahaan serta memiliki hak masyarakat, warga meminta agar lahan tersebut dikembalikan kepada pihak yang memiliki hak sesuai ketentuan hukum dan hasil verifikasi resmi.

3. Tiga Desa Sepakat Memperjuangkan Aspirasi Bersama

Warga Desa Baung Sengatap, Desa Sungai Risap Mensiku Bersatu, dan Desa Lepung Pantak menyatakan tuntutan tersebut merupakan aspirasi bersama dan meminta agar seluruh proses penyelesaiannya dilakukan secara terbuka serta tidak menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat.

Masyarakat juga menegaskan akan tetap mengawal perjuangan tersebut secara bersama-sama melalui jalur dialog, administratif, maupun jalur hukum apabila diperlukan.

4. Menolak Intimidasi dan Siap Menempuh Jalur Hukum

Masyarakat menyatakan siap menghadapi konsekuensi dalam memperjuangkan aspirasi mereka sesuai koridor hukum.

Warga juga menegaskan menolak segala bentuk intimidasi, ancaman, maupun tindakan yang dinilai dapat merugikan masyarakat atau tokoh yang menyampaikan aspirasi.

Manajemen PT SNIP Terima Tuntutan Warga

Saat penyerahan surat pernyataan sikap, dokumen tersebut diterima langsung oleh Manajer PT SNIP.

Dalam kesempatan tersebut, pihak manajemen menyampaikan bahwa tuntutan masyarakat diterima dan untuk kepastian mengenai plasma 30 persen serta persoalan lahan di luar HGU akan menunggu keputusan Pemerintah Kabupaten Sintang.

“Tuntutan masyarakat kami terima. Untuk kepastian terkait lahan plasma 30 persen dan lahan di luar HGU, kita tunggu keputusan dari Pemerintah Kabupaten Sintang. Prinsipnya perusahaan siap bagi 30 persen ke masyarakat terkait lahan HGU sesuai aturan yang berlaku dan keputusan pemerintah.”

Pernyataan tersebut disambut masyarakat, namun warga menegaskan bahwa penerimaan surat dan pernyataan kesiapan perusahaan belum menjadi akhir dari persoalan.

Masyarakat akan terus mengawal proses verifikasi, keputusan pemerintah, hingga realisasi di lapangan, khususnya terkait kepastian lahan plasma 30 persen dan status lahan yang dipersoalkan berada di luar HGU.

Warga juga mendesak Pemerintah Kabupaten Sintang segera memfasilitasi pertemuan resmi yang melibatkan masyarakat tiga desa, pihak perusahaan, serta instansi teknis dan pertanahan terkait.

Bagi masyarakat, penyelesaian persoalan tersebut tidak cukup hanya melalui pernyataan, tetapi harus diwujudkan dalam keputusan yang jelas, terbuka, memiliki dasar hukum, dan dapat direalisasikan di lapangan.

Surat pernyataan sikap tersebut dibuat dan disepakati di Desa Sungai Risap pada 10 September 2026, dengan tembusan kepada Direksi PT SNIP, Bupati Sintang, Dinas Perkebunan Kabupaten Sintang, Kantor Wilayah ATR/BPN, DAD Kabupaten Sintang, Camat Ketungau Hulu, Kapolsek, Danramil, serta para kepala desa terkait.

Raja jalanan

Jumat, 11 September 2026

Putra Gantikan Harris sebagai Kapolres Ketapang


Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, memberikan cinderamata kepada AKBP M. Harris, pada acara pisah sambut Kapolres Ketapang, Jumat (11/9) malam.

DelikBerita.com Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Ketapang berganti. Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Putra Pratama menggantikan AKBP Muhammad Harris sebagai Kapolres Ketapang.

Pelantikan Kapolres Ketapang berlangsung di Mapolda Kalbar pada Rabu (9/9). Sementara acara pisah sambut Kapolres di Ketapang berlangsung pada Jumat (11/9) malam di Ballroom Borneo Emerald Hotel Ketapang.

Acara tersebut dihadiri Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, dan jajaran Forkopimda Ketapang. Turut hadir para kepala OPD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, pimpinan perusahaan, purnawirawan Polri, PJU dan Kapolsek jajaran Polres Ketapang, pengurus Bhayangkari serta tamu undangan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Muhammad Harris, mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran personel Polres Ketapang dan Bhayangkari yang selama ini telah bekerja keras serta setia mendampingi setiap langkah pengabdiannya.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama menjalankan tugas terdapat kekhilafan, kekurangan, maupun tutur kata dan tindakan yang kurang berkenan. Dirinya juga menyampaikan selamat datang dan selamat bertugas kepada AKBP Putra Pratama sebagai Kapolres Ketapang yang baru.

Sementara itu, Kapolres Ketapang, AKBP Putra Pratama, mengapresiasi dan terima kasih atas kepemimpinan, dedikasi serta berbagai karya terbaik yang telah ditorehkan AKBP Muhammad Harris selama memimpin Polres Ketapang. Menurutnya, berbagai pondasi dan prestasi yang telah dibangun menjadi modal penting untuk terus dilanjutkan dan dikembangkan demi memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Banyak pondasi kokoh dan prestasi yang telah diukir. Kami bertekad untuk melanjutkan program-program baik yang telah berjalan serta merawat sinergi yang telah terbangun,” ungkap Putra.

Kepada seluruh unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, jajaran OPD dan para pimpinan perusahaan, pihaknya memohon doa restu, bimbingan serta kerja sama yang erat. “Kepolisian tidak dapat berdiri sendiri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas Putra.

Dia menambahkan bahwa keamanan dan ketertiban merupakan hasil dari komunikasi, koordinasi dan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Dia mengajak seluruh personel Polres Ketapang dan Bhayangkari untuk bersama-sama merapatkan barisan, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan yang responsif, humanis dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menjaga marwah institusi Polri yang kita cintai ini dan terus hadir memberikan rasa aman bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang,” tambahnya.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada AKBP Muhammad Harris atas kontribusi, pemikiran, kerja keras dan pengabdiannya selama menjalankan amanah sebagai Kapolres Ketapang. Bupati juga menyambut kedatangan AKBP Putra Pratama beserta keluarga di Ketapang.

“Kami berharap sinergi antara Polres Ketapang, Pemerintah Kabupaten Ketapang, Forkopimda serta seluruh elemen masyarakat dapat semakin kuat,” harap Alex.

Malam kenal pamit tersebut ditutup dengan suasana penuh kehangatan dan kekeluargaan, sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian Kapolres lama sekaligus doa dan dukungan bagi Kapolres baru dalam melanjutkan tugas menjaga keamanan dan ketertiban di Ketapang. (*)

Kamis, 10 September 2026

Pemda Olah dan Bagikan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan


Warga antusias mengantri untuk mendapatkan air bersih yang sudah diolah dan layak untuk dikonsumsi.

DelikBerita.com Akibat kemarau panjang, sejumlah sumber air dan sumur warga mulai mengering. Kondisi ini semakin sulit karena sebagian aliran Sungai Pawan telah mengalami intrusi air laut, sehingga tidak lagi dapat dimanfaatkan sebagai sumber air bersih.

Sebagai upaya membantu masyarakat yang terdampak, Pemerintah Kabupaten Ketapang bersama TNI dan Polri menghadirkan layanan pengolahan air bersih berteknologi Reverse Osmosis (RO). Pelayanan pengolahan air bersih ini dilakukan di beberapa lokasi di Ketapang.

Di Desa Sungai Bakau, Kecamatan Matan Hilir Selatan, layanan pengolahan air bersih dilaksanakan menggunakan mobil water treatment bantuan Mabes TNI yang diperbantukan untuk Ketapang dan dioperasikan bersama Kodim 1203/Ketapang.

Melalui fasilitas ini, air diolah langsung di lokasi menjadi air bersih yang aman dan layak konsumsi bagi masyarakat. Bahkan, air bisa langsung diminum.

Di Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayonh, layanan serupa dilaksanakan menggunakan mobil pengolah air bersih dari Brimob Polda Kalimantan Barat yang diperbantukan untuk Kabupaten Ketapang dan didukung oleh Polres Ketapang.

Selain itu, kendaraan pengolah air bersih ini juga dikerahkan ke Desa Sukamaju, Kecamatan Muara Pawan. Kehadiran fasilitas ini menjadi solusi cepat untuk membantu warga memenuhi kebutuhan air bersih di tengah keterbatasan sumber air akibat kemarau yang berkepanjangan.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengatakan bantuan ini disalurkan untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau panjang. Langkah cepat ini diambil guna memastikan kebutuhan dasar warga tetap terpenuhi, sekaligus menjaga kesehatan masyarakat di tengah keterbatasan akses air bersih.

Dia menjelaskan, air bersih merupakan kebutuhan dasar sekaligus sumber kehidupan yang menentukan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat. Karena itu, pemenuhan akses air bersih menjadi perhatian bersama, terlebih di tengah musim kemarau yang berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bagi warga.

“Pemerintah Kabupaten Ketapang menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Mabes TNI, Kodim 1203 Ketapang, Brimob Polda Kalbar, dan Polres Ketapang atas sinergi serta dukungan yang diberikan dalam membantu masyarakat menghadapi dampak musim kemarau,” ungkap Alex.

Dia berharap semoga ikhtiar bersama ini mampu meringankan beban masyarakat, baik dalam menghadapi krisis air bersih maupun ancaman kebakaran hutan dan lahan.

“Mari terus merawat alam yang telah menghidupi kita, memperkuat semangat gotong royong, dan saling membantu dalam setiap situasi. Bersama-sama, mari kita jaga Kabupaten Ketapang agar tetap menjadi rumah yang aman, nyaman, dan penuh harapan bagi seluruh warganya,” ajaknya.

Mobil pengolahan air bersih ini akan terus beroperasi dan berkeliling ke sejumlah daerah di Ketapang untuk membantu masyarakat mendapatkan air bersih yang layak konsumsi. (*)

Rabu, 09 September 2026

RSUD Sintang Siapkan Layanan Jantung, Gedung Capai 80 Persen: Tinggal Listrik dan Peralatan dari Kemenkes

Tak Perlu Jauh Berobat Jantung, RSUD Sintang Segera Buka Layanan, Alatnya dari Kemenkes

DelikBerita.com SINTANG - Kalbar, Persiapan pembukaan dan penguatan layanan kardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah) di RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang terus dikebut. Saat ini, pembangunan fasilitas pendukung disebut telah mencapai sekitar 80 persen.

Hal tersebut disampaikan dr.H.Bagus Zodiak Adibrata Direktur Rumah Sakit RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang dalam wawancara terkait persiapan Visitas Monitoring dan Evaluasi (Monev) Layanan Pengampuan Kardiovaskuler yang melibatkan Kementerian Kesehatan serta rumah sakit pendamping.

Pihak rumah sakit menjelaskan, secara umum bangunan untuk menunjang layanan tersebut telah tersedia. Fokus persiapan saat ini salah satunya adalah penyelesaian instalasi listrik sebelum peralatan pelayanan didatangkan.

“Bangunannya sudah ada dan sudah hampir 80 persen. Saat ini kita akan pemasangan listrik,” ujar pihak RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang.

Untuk kebutuhan peralatan medis, pihak RSUD menyebut pengadaannya akan berasal dari Kementerian Kesehatan. Peralatan tersebut nantinya akan didistribusikan sesuai dengan kebutuhan dan kesiapan fasilitas rumah sakit.

“Untuk alat memang langsung diberi dari pihak Kementerian Kesehatan. Dari kita paling menyiapkan bangunannya,” jelasnya.

SDM Dokter dan Perawat Juga Disiapkan

Tak hanya infrastruktur, kesiapan sumber daya manusia (SDM) juga menjadi perhatian. RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang menyebut telah memiliki dokter jantung yang saat ini masih menjalani pendidikan dan pelatihan untuk mendukung pelaksanaan layanan kardiovaskuler.

Selain dokter, sejumlah tenaga perawat juga telah dipersiapkan dan mengikuti pendidikan maupun pelatihan di rumah sakit rujukan.

“Kita sudah punya satu dokter jantung dan sudah disekolahkan serta dilatih. Untuk perawat juga sudah kita siapkan, sekitar lima orang kita sekolah dan kita latih,” ungkap pihak rumah sakit.

Persiapan tersebut dilakukan agar ketika fasilitas dan peralatan tersedia, RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang tidak hanya memiliki bangunan, tetapi juga tenaga kesehatan yang mampu mengoperasikan dan memberikan pelayanan sesuai standar.

Kemenkes Akan Evaluasi Kesiapan RSUD Sintang Dalam prosesnya, pihak Kementerian Kesehatan dijadwalkan melakukan kunjungan untuk melihat secara langsung sejauh mana kesiapan RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang.

Evaluasi tersebut mencakup fasilitas, SDM, sarana pendukung hingga berbagai kekurangan yang masih harus dilengkapi sebelum layanan berjalan optimal.

“Pihak kementerian akan datang melihat sejauh mana persiapan yang sudah dilakukan RSUD,” jelasnya.

Menurut pihak rumah sakit, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk melakukan koordinasi dan pendampingan guna memastikan seluruh persyaratan yang telah ditetapkan dapat dipenuhi.

“Pendampingan itu untuk melihat kekurangan-kekurangan mana yang harus kita lengkapi, apakah sudah memenuhi sesuai dengan daftar yang kemarin,” katanya.

Targetnya Bukan Sekadar Bangunan

Pengembangan layanan kardiovaskuler ini menjadi langkah penting bagi Kabupaten Sintang dalam memperkuat pelayanan kesehatan jantung di daerah.

Dengan tersedianya gedung, dokter spesialis yang dipersiapkan, tenaga perawat terlatih serta dukungan peralatan dari pemerintah pusat, layanan tersebut diharapkan nantinya dapat meningkatkan kemampuan RSUD Ade Muhammad Djoen dalam menangani pasien penyakit jantung.

Namun, kesiapan fasilitas tetap menjadi kunci. Gedung yang sudah mencapai sekitar 80 persen belum berarti layanan dapat langsung berjalan sebelum instalasi listrik, peralatan medis, SDM, serta persyaratan teknis lainnya benar-benar dinyatakan siap.

Karena itu, hasil monitoring dan evaluasi Kementerian Kesehatan nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran jelas mengenai tahapan terakhir yang harus diselesaikan RSUD Ade Muhammad Djoen Sintang.

Berita Kriminal

Berita Kebakaran

Berita Nasional

Berita Pontianak

Berita Sintang

Berita Sanggau

Berita Mempawah

Berita Melawi

Berita Sekadau

Berita Landak

© Copyright 2019 DelikBerita | All Right Reserved