Sabtu, 12 Februari 2022

DANREM 121/ABW LEPAS START ACARA TRABAS JELAJAH ALAM SINTANG

 

DelikBerita.com           Sintang, Kegiatan trabas Jelajah Alam Sintang dalam Aniversery 1 Tahun Sherco secara resmi dilepas oleh Danrem 121/Abw Brigjen TNI Dr. Ronny, S.A.P., M.M., di Stadion Baning, Sintang Kalimantan Barat, Sabtu (12/02/2022).

Kegiatan Trabas Jelajah Alam Sintang  sendiri dilaksanakan dengan titik start di Stadion Baning Sintang menuju ke jalur arah Kelam permai dan kemudian finish di Stadion Baning Sintang. 

Kegiatan trabas jelajah alam Sintang ini diikuti oleh kurang lebih 300 peserta termasuk peserta VIP, tidak hanya dari kabupaten Sintang para peserta trabas jelajah alam Sintang ini juga diikuti oleh peserta dari kabupaten lain yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. 

Selama perjalanan para peserta akan melintasi rintangan alam jalan berbatu, berlumpur dan hutan belantara menyusuri pedalaman Sintang. 

Dalam kesempatan tersebut Danrem121/Abw beserta Para Kasi Kasrem 121/Abw, Dandim 1205/Stg, Dan yonif 642/Kps, Dan/Ka Balak Aju Korem 121/Abw serta para perwira, Bintara dan Tamtama jajaran Korem 121/Abw. Ikut serta mengikuti rute yang telah di siapkan oleh panitia . 

Sementara itu Andi Tri Saputro SH.M.H selaku koordinator kegiatan menyampaikan tujuan dilaksanakan kegiatan ini selain dalam rangka memperingati Aniversery 1 Tahun Sherco  juga agar kita lebih mengenal karakteristik alam di wilayah kita khususnya Alam Sintang. 

“Melalui jelajah Alam Sintang ini diharapkan memberikan pengalaman baru serta menambah kecintaan kita terhadap daerah ini,” kata Koordinator 

“Selain Kegiatan Trabas ini kita juga menggelar Sunatan massal dan vaksinasi untuk masyarakat, kita juga ada tanjakan berhadiah untuk para peserta yang bisa melewati tanjakan tersebut". Ungkap koordinator acara ini.

(Tim)

Rabu, 05 Mei 2021

DPRD SINTANG SAMPAIKAN REKOMENDASI LKPJ 2020, WABUP SINTANG SAMPAIKAN INI

 


DelikBerita.com      Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH menghadiri dan membacakan Sambutan Bupati Sintang pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sintang Dalam Rangka Penyampaian Rekomendasi DPRD Kabupaten Sintang Terhadap LKPJ Bupati Sintang Tahun 2020 di Ruang Sidang DPRD Sintang pada Rabu, 5 Mei 2021.
Rapat Paripurna Ke 2 Masa Persidangan II Tahun 2021 DPRD Kabupaten Sintang tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Sintang Florensius Ronny didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang Heri Jambri.
Hadir pada Rapat Paripurna tersebut Anggota Forkopimda Kabupaten Sintang, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Rektor Unka Sintang, Ketua Pengadilan Negeri Sintang, Anggota DPRD Sintang dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang.
Pada Rapat Paripurna tersebut, DPRD Kabupaten Sintang menyampaikan Rekomendasi DPRD Kabupaten Sintang terhadap LKPJ Bupati Sintang Tahun 2020. Usai penyerahan rekomendasi, Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH menyampaika  ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan anggota DPRD serta ketua, wakil ketua dan seluruh anggota panitia khusus (pansus) LKPJ yang  telah mencurahkan segala kemampuan, pikiran dan tenaga dalam menelaah, meneliti dan membahas laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ)   Bupati Sintang  tahun 2020, sehingga  tersusunlah rekomendasi DPRD Kabupaten Sintang terhadap LKPJ tahun 2020.
“saya mengucapkan terima kasih atas semua rekomendasi, pandangan maupun kritik atas LKPJ tahun 2020. Poin-poin dalam rekomendasi merupakan masukan yang konstruktif dalam proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberian pelayanan kepada masyarakat. Rekomendasi tersebut akan kami jadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas pemerintahan kedepannya, sehingga dapat secara maksimal melaksanakan proses perencanaan dan pembangunan guna mewujudkan visi dan misi Kabupaten Sintang 2016-2021” terang Wakil Bupati Sintang
“berdasarkan pencapaian pembangunan yang telah disampaikan sebelumnya bahwa masih terdapat permasalahan-permasalahan yang harus segera diatasi dan dibenahi bersama.  Dinamika masyarakat sebagai perwujudan  demokrasi,  menyadarkan kita semua untuk bekerja lebih selektif dalam menyusun  kebijakan,  program  dan kegiatan pembangunan yang menyentuh kepentingan masyarakat secara keseluruhan” tambah Wakil Bupati Sintang
“tahun 2020 merupakan tahun yang sulit bagi bangsa Indonesia akibat pandemi covid-19. Pemerintah pusat telah menetapkan banyak kebijakan yang berdampak terhadap kebijakan pengelolaan keuangan negara maupun keuangan daerah. Fokus pada saat ini lebih dititik beratkan pada upaya strategis dalam penanganan kesehatan, penanganan terhadap ancaman yang membahayakan perekonomian nasional serta perlindungan sosial terhadap masyarakat miskin sebagai akibat pandemi tersebut. Kita semua berharap semoga ini semua cepat berlalu, dan kita dapat bangkit kembali untuk melaksanakan berbagai program dan pembangunan daerah yang kita cintai” tambah Wakil Bupati Sintang
“selanjutnya, terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat tahun 2020 yang lalu, saya beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang menghaturkan terima kasih kepada pimpinan beserta anggota DPRD Kabupaten Sintang yang telah menjadi mitra dan telah memberikan dukungan kepada pemerintah daerah sehingga program pembangunan dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap kemitraan yang sudah tercipta sedemikian baik antara pemerintah daerah dan DPRD dapat terus terjaga, terbina dan dapat ditingkatkan lagi dimasa yang akan datang” Harap Wakil Bupati Sintang
“ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada unsur forum koordinasi pimpinan daerah kabupaten sintang beserta seluruh jajaran yang telah banyak memberikan dukungan dan pandangan konstruktif terhadap upaya mengatasi berbagai persoalan di Kabupaten Sintang. Terima kasih pula kepada seluruh elemen masyarakat di kabupaten sintang telah banyak membantu dan berbuat untuk pembangunan daerah Kabupaten Sintang”ucap Wakil Bupati Sintang
“saya sangat berharap agar hubungan yang harmonis-konstruktif seluruh komponen bangsa di kabupaten sintang terus kita jaga dan pelihara dengan baik. sebab hubungan yang  harmonis-konstruktif ini akan menjadi modal bagi kita semua melanjutkan pembangunan daerah menuju kesejahteraan dan daya saing kabupaten sintang yang lebih baik” harap Wakil Bupati Sintang.

(Asrif/Humas Pemda)

Selasa, 04 Mei 2021

FKUB SINTANG GELAR RAPAT PEMBENTUKAN PENGURUS, INI ARAHAN WAKIL BUPATI SINTANG

 


DelikBerita.com     Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH memberikan pengarahan kepada pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sintang Periode 2021-2026 di Langkau Kita pada Selasa, 4 Mei 2021.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sintang Periode 2021-2026 melaksanakan rapat perdana setelah mendapatkan Surat Keputusan Bupati Sintang. Rapat dilaksanakan untuk menentukan pengurus FKUB Kabupaten Sintang Periode 2021-2026.
Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH menyampaikan FKUB pada beberapa tahun terakhir mengalami kekosongan sehingga untuk FKUB periode 2021-2026 bisa lebih berbuat banyak dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Sintang.
“saya sebagai Ketua Dewan Pengawas FKUB Kabupaten Sintang berharap lebih dekat dengan jajaran FKUB Kabupaten Sintang. Saya berharap FKUB Kabupaten Sintang berperan membantu Pemkab Sintang dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Sintang. Forum ini harus mendukung pemerintah dan hubungan antara umat beragama menjadi baik, aman dan tentram” terang Wabup Sintang
“saya juga minta bantuan kepada seluruh anggota FKUB Kabupaten Sintang untuk membantu melakukan pencegahan terhadap penularan covid-19. Saya juga tidak mau nama-nama anggota FKUB ini hanya SK diatas kertas tetapi kerjanya tidak ada. Lakukan kerja nyata yang lebih penting. Kalau ada hal dalam hubungan antar agama, maka saya minta anggota FKUB melakukan langkah nyata dan berkoordinasi dengan Pemkab Sintang. Sehingga bisa kita lakukan antisipasi. Prinsipnya seperti api, masih kecil bisa dengan mudah dipadamkan, kalau sudah besar menjadi susah dipadamkan. Maka konflik dalam hal agama ini jangan sampai besar. Ada tanda, langsung kita ambil tindakan yang cepat dan tepat” terang Sudiyanto.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang H. Anuar Akhmad, S. Ag menyampaikan FKUB adalah organisasi yang sangat strategis keberadaannya ditengah kehidupan masyarakat. “FKUB menjadi mitra pemerintah dalam menangani berbagai hal dan menciptakan kondisi masyarakat yang aman dan damai. Forum kerukunan ini, harusnya antara sesame anggota FKUB saling rukun, dengan pemerintah juga rukun dan dengan masyarakat juga rukun dan damai. Sehingga keberadaan FKUB bisa dirasakan oleh masyarakat” terang H. Anuar Akhmad
“FKUB ini memang harus didukung maksimal oleh semua organisasi keagamaan karena anggota FKUB adalah dari perwakilan semua agama. Sehingga rasa kebersamaan dan persaudaraan didalamnya sangat kita rasakan. Dulu FKUB Sintang pernah melakukan kunjungan ke FKUB daerah lain yang peran FKUB nya luar biasa dan memiliki kekuatan sehingga oleh Pemda selalu digandeng dalam berbagai kegiatan. FKUB harusnya menjadi simbol persatuan umat dan elemen bangsa. Maka ada Pastor, Pendeta dan Ustad menjadi anggota FKUB” terang H. Anuar Akhmad
“kami berharap keberadaan FKUB semakin menambah kekuatan bagi Kabupaten Sintang untuk mencipatkan kedamaian di tengah masyarakat dan menambah semangat bagi masyarakat dalam menjaga persatuan. Adanya anggaran juga sangat perlu untuk menunjang kegiatan seperti sosialisasi dan silaturahmi ke kecamatan yang ada. Kami berharap FKUB kali ini lebih maksimal dan bermanfaat bagi daerah kita” tambah H. Anuar Akhmad

FKUB memang berada langsung dibawah binaan Wakil Bupati Sintang
Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sintang Syarief Yasser Arafat, S. Sos, M. Si menjelaskan bahwa sudah ada keputusan Bupati Sintang tentang penetapan anggota FKUB Kabupaten Sintang dan pembentukan Dewan Penasehat FKUB Kabupaten Sintang periode 2021-2026.
“jumlah keseluruhan anggota FKUB Kabupaten Sintang periode 2021-2026 sebanyak 17 orang. Hari ini anggota FKUB melakukan rapat internal untuk menyusun kepengurusan FKUB Kabupaten Sintang periode 2021-2026. Setelah pengurus FKUB Kabupaten Sintang terbentuk, akan ditetapkan melalui SK Bupati Sintang” terang  Syarief Yasser Arafat
“nanti juga akan ada pengukuhan pengurus FKUB oleh Wakil Bupati Sintang sekitar akhir Mei 2021 ini. Anggaran FKUB untuk tahun 2021 belum ada, kami berharap di APBD Perubahan nanti bisa diberikan untuk mendukung tugas pokok dan fungsi FKUB Kabupaten Sintang” tambah Syarief Yasser Arafat

Turut hadir dalam rapat tersebut Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sintang Syarief Yasser Arafat, S. Sos, M. Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang H. Anuar Akhmad, S. Ag dan seluruh anggota FKUB Kabupaten Sintang.

(Budi/Humas Pemda)

Kamis, 22 April 2021

WAHANA VISI INDONESIA GELAR WORKSHOP PENURUNAN AKI-AKB, DIBUKA ASISTEN EKBANG SINTANG

 


DelikBerita.com      Bupati Sintang yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yustinus J, S. Pd. M.A.P membuka kegiatan Pemaparan Safe Drinking Water Treatment Project (Air Project) dan Workshop Percepatan Penurunan AKI, AKB, dan Stunting serta Percepatan Universal Akses Air dan Sanitasi di Aula Pertemuan Serantung Water Park Sintang pada Kamis, 22 April 2021.    
Turut hadir dalam workshop tersebut Margaretta Siregar, Area Program Manager Melawi Sintang Wahana Visi Indonesia dan jajaran Wahana Visi Indonesia, Perwakilan Pemerintah Kecamatan Sepauk, Tempunak dan Sungai Tebelian, dan perwakilan 24 desa lokasi binaan Wahana Visi Indonesia.
Pada Workshop Percepatan Penurunan AKI, AKB, dan Stunting serta Percepatan Universal Akses Air dan Sanitasi, pihak Wahana Visi Indonesia menghadirkan dua orang narasumber yakni Florida Ida dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dan Yuspiandi dari Bappeda Kabupaten Sintang.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yustinus J, S. Pd. M.A.P menyampaikan bahwa Pemkab Sintang mengucapkan terima kasih banyak kepada jajaran Wahana Visi Indonesia yang sudah membantu masyarakat Kabupaten Sintang yang ada di 24 desa di Kecamatan Sepauk, Sungai Tebelian dan Tempunak.
“terima kasih sudah membantu memberikan air bersih dan pendidikan dalam prilaku hidup bersih dan sehat. Kami merasa sangat terbantu dengan apa yang sudah dilakukan oleh Wahana Visi Indonesia. Dengan penyediaan air bersih dan pemberdayaan dalam prilaku hidup masyarakat ini, kami yakini akan mampu menurunkan angka kematian bayi, angka kematian ibu dan stunting di Kabupaten Sintang” terang Yustinus J, S. Pd. M.A.P
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yustinus J, S. Pd. M.A.P  menambahkan bahwa Indonesia kini sedang menghadapi perang melawan pandemi covid-19. Namun, pada saat yang sama, Indonesia juga masih menghadapi tantangan stunting serta angka kematian pada ibu dan bayi yang masih tinggi, hal ini terjadi bukan hanya soal pemberian asupan gizi yang memenuhi standar untuk ibu hamil dan menyusui, tapi minimnya penyediaan air minum dan sanitasi layak. Ketiadaan sanitasi dan air bersih merupakan awal dari munculnya persoalan kesehatan dalam masyarakat seperti stunting, kematian bayi serta ibu dan penyakit lainnya.
“pasokan air dan sanitasi dapat menyelamatkan nyawa lebih dari 360.000 bayi setiap tahun. diketahui, saat ini sekitar 4,2 miliar orang atau sekitar 55 persen dari populasi di dunia tidak memiliki manajemen dan layanan sanitasi yang baik. Selain itu, selama pandemi covid-19 ini, semua orang dianjurkan untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan. Kebersihan tangan sangat penting untuk menahan penyebaran covid-19, serta penyakit menular lainnya. akses air bersih otomatis menjadi kunci penting untuk mencegah penularan virus corona yang jadi penyebab covid-19” terang Yustinus J
“saat ini angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan studi status gizi balita indonesia (SSGBI) tahun 2019, prevalensi stunting di Indonesia masih sebesar 27,67 persen. Angka kematian ibu (AKI) melahirkan di Indonesia masih berkisar 305 per 100.000 kelahiran hidup, jauh tertinggal dibandingkan dengan negara ASEAN lain yang berkisar antara 40 sampai 60 per 100.000 kelahiran hidup. Beberapa perilaku seperti tidak mencuci tangan karena tidak tersedianya air bersih saat penanganan persalinan dan setelah melahirkan, sampai saat ini masih menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu di Indonesia” tambah Yustinus J
“sementara itu, angka kematian bayi (AKB) kurang dari 1 tahun di Indonesia adalah 24 per 1.000 kelahiran, jauh di atas angka di Malaysia sebesar 6,7 per 1.000 kelahiran, dan di Thailand 7,8 per 1.000 kelahiran. Perilaku sederhana seperti mencuci tangan dengan air bersih saat akan memberikan makan kepada anak atau saat setelah buang air besar adalah beberapa perilaku yang harus didorong untuk mengurangi angka kematian bayi tersebut” tambah Yustinus J
“intervensi penyediaan air minum dan sanitasi yang layak serta perubahan perilaku, berkontribusi banyak dalam pencegahan stunting, penurunan angka kematian ibu dan angka kematian anak. masalah ketersediaan air bersih juga sangat erat kaitannya dengan isu pembangunan manusia, terutama kesehatan. selain stunting, sanitasi buruk dan kurangnya ketersediaan air bersih juga menyebabkan penyakit lain seperti diare” terang Yustinus J   
“Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang menaruh perhatian besar terhadap upaya pencegahan masalah kesehatan seperti stunting, angka kematian ibu dan angka kematian bayi hal ini membutuhkan kerjasama semua pihak sesuai peran dan tupoksinya, bergerak bersama mengatasi kesehatan. dengan program ini maka diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih sehat dengan mengelola sanitasi” tegas Asisten Ekbang
Sementara Margaretta Siregar, Area Program Manager Melawi Sintang Wahana Visi Indonesia dan jajaran Wahana Visi Indonesia menjelaskan bahwa Wahana Visi Indonesia sudah membagikan 2. 2 juta sachet purifier untuk 6. 687 Kepala Keluarga di seluruh Indonesia.
“workshop ini diikuti oleh perwakilan masyarakat dan kader posyandu di 24 desa yang menjadi lokasi pelayanan kegiatan Wahana Visi Indonesia. Kegiatan ini kami laksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Program kami ini didukung oleh P&G dengan tujuan untuk mengurangi prevalensi kesakitan yang disebabkan oleh air khususnya kepada anak-anak” terang Margaretta Siregar
“berdasarkan hasil survey kami, di Kabupaten Sintang masih ada kasus angka kematian bayi, sehingga kami menganggap perlu dilakukan pencegahan untuk anak-anak agar tidak terkena diare atau penyakit lain yang disebabkan oleh air yang tidak layak. Untuk anak pada 1000 hari pertama kehidupan mereka, penyakit diare ini sangat berbahaya karena akan mengurangi berat badan mereka sehingga bisa menyebabkan kekurangan gizi dan stunting” terang Margaretta Siregar
“kami juga ingin membantu menurunkan stunting di Kabupaten Sintang yang mana air dan sanitasi memberikan kontribusi penting untuk membuat anak-anak menjadi sehat dan menurunkan stunting. Program ini mulai kami laksanakan sejak 1 Januari 2020 sampai Desember 2020, namun kami perpanjang hingga April 2021 ini karena terhambat pandemic covid-19” tambah Margaretta Siregar
“banyak tantangan dalam pelaksanaan program ini. Seperti pandemic covid-19, yang merubah perencanaan kami bahkan ada yang kami batalkan. Serta kurang efektifnya pendampingan di 24 desa lokasi pelayanan kami. Wahana Visi Indonesia dalam jangka panjang sebenarnya hanya memiliki program di 14 desa saja yakni 7 desa di Kecamatan Tempunak dan 7 desa di Kecamatan Sepauk. Program ini akan kami perpanjang, namun lokasinya kami geser ke Kecamatan Binjai Hulu dan Dedai yang akan dimulai pada Juli 2021 hingga Mei 2022 nanti” tambah Margaretta Siregar
“tujuan kami bukan untuk membagian produk penjernih air saja, tetapi poin kami adalah mengedukasi masyarakat untuk bisa mengolah air biasa menjadi air minum pada masyarakat yang biasa menggunakan air sungai dan air hujan untuk di minum sehari-hari. Beberapa desa di Kabupaten Sintang belum melakukan Open Defecation Free (ODF) atau tidak buang air besar di sungai sehingga kemungkinan bakteri E Coli juga masih ada di sungai besar kita” terang Margaretta Siregar
“air sungai yang diberikan purefire bisa langsung diminum atau untuk kebutuhan sehari-hari. Memang ada kendalanya karena purefire ini mengandung zat klorin sehingga biasanya orang tidak terbiasa dengan baunya. Mengolah air dengan direbus juga belum menjadi kebiasaan masyarakat kita. Dengan program ini, masyarakat di 24 desa diharapkan memahami mengapa kita harus mengolah air minum. Sehingga tujuan program ini adalah prilaku masyarakat menjadi berubah dalam hal pengolahan air minum. Terima kasih kepada Pemkab Sintang yang sudah mendukung program yang dilaksanakan oleh Wahana Visia Indonesia di Kabupaten Sintang” terang Margaretta Siregar

(Cecep/Humas Pemda)

Senin, 19 April 2021

TERJADI TUNGGAKAN IURAN BPJS, PEMKAB SINTANG GELAR RAPAT VIRTUAL

 


DelikBerita.com      Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si memimpin Rapat Forum Pemangku Kepentingan Utama Kabupaten Sintang Tahap I Tahun 2021 secara virtual di Ruang Rapat Sekretaris Daerah pada Senin, 19 April 2021.

Rapat dihadiri Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sintang Eka Susilamijaya dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang yang terkait dengan pengelolaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kabupaten Sintang.

 
Pada rapat secara virtual tersebut, Forum Pemangku Kepentingan Utama  Kabupaten Sintang membahas soal tunggakan iurang BPJS Peserta Mandiri, desa yang belum menyetor iuran, dan perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si mengingatkan Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa untuk selalu memperbaiki atau update data JKN-KIS di masing-masing desa. “supaya kita bisa memastikan data dan angka dan mengetahui kondisi terkini. 

Terus perbaiki data peserta JKN-KIS di desa sehingga data lebih valid. Pemkab Sintang sangat komitmen membantu mensukseskan program JKN-KIS di Kabupaten Sintang. Pemutihan atau diskon bagi penunggak iuran bisa dikaji lagi” terang Yosepha Hasnah“soal tunggakan peserta mandiri BPJS di Kabupaten Sintang, sepertinya kita perlu melakukan rapat lebih teknis lagi. Untuk membicarakan solusi terbaik.

 Pembayaran BPJS bagi perangkat desa agar lebih ditertibkan supaya tidak terjadi keterlambatan. BPJS, Dinas PMPD dan BPKAD perlu memperkuat koordinasi dalam hal pembayaran iuran BPJS bagi perangkat desa ini” terang Yosepha Hasnah

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sintang Eka Susilamijaya memaparkan bahwa jumlah penduduk Kabupaten Sintang yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan sudah mencapai 87,5 persen. “artinya capaian kita sudah bagus. Integrasi ke JKN-KIS sedang berlangsung dan tersisa 22.913 ribu yang tidak terintegrasi. 

Kami juga terus mendorong usaha mikro untuk bergabung dalam BPJS Kesehatan. Capaian JKN-KIS Kabupaten Sintang tertinggi se Kalimantan Barat” terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sintang Eka Susilamijaya.


“peserta mandiri BPJS Kesehatan di Kabupaten Sintang pada 2020 mencapai 61,6 persen dari jumlah penduduk. Tahun 2020 jumlah peserta yang menunggak iuran untuk kelas III itu sebanyak 15 ribu jiwa belum lagi kelas I dan II. 

Kami terus menerus mengingatkan peserta untuk membayar iuran bahkan bisa dilakukan secara kolektif. Total tunggakan 16 milyar dan tahun 2020.


“Jumlah peserta BPJS Kesehatan yang tidak membayar di tahun 2020 mencapai 23.111 jiwa. Dan tahun 2021 sudah mencapai 23. 390 jiwa. Data kami juga menunjukan, justru tunggakan itu terjadi di Kecamatan Sintang yang sebenarnya tidak ada masalah akses pembayaran” terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sintang Eka Susilamijaya


“kami juga membuka pelayanan melalui aplikasi whatsapp dan telegram untuk mengurangi tatapmuka. Ada 8 desa yang belum melaporkan data JKN-KIS kepada kami. Dalam hal tunggakan, akan kami pertimbangkan untuk memberikan program relaksasi, namun tentu perlu kajian terlebih dahulu. Kami juga menemukan, banyak nomor handphone peserta yang sudah tidak bisa dihubungi” terang Eka Susilamijaya.


Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang drg. Ridwan Tony Hasiholan Pane menyampaikan komitmen pihaknya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh peserta JKN-KIS di Kabupaten Sintang. “kami membuka pengaduan dalam hal pelayanan kesehatan sampai ke Puskesmas. 

Kami mendorong badan usaha dari kota sampai kecamatan untuk bergabung sebagai peserta BPJS. Soal tunggakan, keluhan mereka adalah akumulasi tunggakan yang membuat peserta merasa berat untuk membayar. Misalnya tunggakan sampai dua tahun. 

Saran saya ada pengurangan atau pengampunan. Seperti ada program pengampunan pajak begitulah. Atau ada strategi lainnya, perlu dipikirkan. Bisa dibuat terobosan diskon satu tahun bagi para penunggak, ini misalnya saja. Peserta yang dikecamatan mengeluhkan susah bayarnya” terang drg. Ridwan Tony Hasiholan Pane.

 
Kepala Seksi Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sintang  Memi Sukaesih menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “hingga saat ini sudah 52 persen data sudah diperbaharui datanya. Data peserta BPJS PBI semua wajib masuk dalam DTKS, saat ini masih terus diperbaiki. Dalam proses perbaikan tersebut, banyak yang dinonaktifkan yakni sekitra 2000 peserta. 

Ada juga yang belum masuk dalam DTKS ini seperti orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan disabilitas masih banyak masuk ke dalam DTKS” terang Memi Sukaesih.
“data peserta JKN-KIS setiap desa sudah kami informasikan kepada seluruh desa untuk mengupdate data mereka supaya data yang kita kumpulkan menjadi valid.

Manakala operator desa sedang memperbaiki data, keluhan mereka adalah adanya NIK dan nomor KK yang tidak sesuai. Banyak masyarakat yang belum ada NIK dan KK sehingga saat dimasukan ke dalam aplikasi DTKS, ditolak oleh sistem” terang  Memi Sukaesih


Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang H. Sri Tanyono menyampaikan Dukcapil merupakan penyedia data dalam hal DTKS ini. “DTKS wajib sesuai antara NIK dan KK. Kalau tidak sesuai, maka tidak terbaca oleh aplikasi. 

Kami siap membantu Dinas Sosial untuk memperbaiki DTKS ini.  Soal ada masyarakat yang belum ada NIK dan KK, kami siap membantu termasuk warga yang ODGJ. Untuk membereskan soal data seperti ini, kami membuka konsultasi manual dan kami yakin 1 x 24 jam bisa selesai dan data bisa terkoneksi dan terintegrasi dengan DTKS” terang H. Sri Tanyono

(Akbar/Humas Pemda)

Jumat, 16 April 2021

Wabup Sintang Lakukan Pemantauan Langsung Stok dan Harga Sembako di Pasar

 


DelikBerita.com     Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH melakukan pemantauan harga sembako di delapan lokasi di Kota Sintang pada Kamis, 15 April 2021.
Dalam melakukan pemantauan tersebut, Wakil Bupati Sintang yang didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang seperti Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Sudirman, Kadis Kominfo Kurniawan, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Veronika Ancili, Kasat Pol PP Martin Nandung, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Yustinus J, dan Camat Sintang Siti Musrikah. Pantauan langsung tersebut ditemukan bahwa sembako, sayur, daging ayam, ikan dan daging sapi memiliki stok yang cukup dan harga stabil.  
Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH menyampaikan hasil pemantauan tim yang sudah dilakukan menunjukan bahwa beras, ayam pedaging, ikan, daging sapi, dan sayur memiliki stok yang cukup dan harganya juga stabil.
“hari ini kita mengecek harga dan stok sembako yang ada di pasar tradisional dan pasar modern. Yang kami cek stok sembako hingga lebaran nanti. Hasilnya, semua cukup dan harga stabil” terang Sudiyanto.
“stok semua komoditas cukup hingga lebaran. Tidak ada kenaikan harga yang mengkhawatirkan, bahkan harga sangat stabil. Jadi saya himbau seluruh warga Kabupaten Sintang khususnya yang menjalankan ibadah puasa untuk tenang dan tetap khusuk menjalankan ibadah puasa” terang Sudiyanto.
“yang naik hanya minyak goreng dan telur, tetapi masih wajar. Saya menghimbau agar para pedagang untuk menyiapkan stok yang cukup hingga lebaran, jangan menaikan harga, barang-barang yang sudah kadaluarsa agar jangan dijual lagi. Masyarakat juga banyak yang kurang memperhatikan kalau soal barang kadaluarsa ini. Soal daya beli masyarakat juga belum menunjukan penurunan transaksi. Hanya daging sapi yang diakui penjual tadi agak menurun” tambah Sudiyanto
“kepada penjual dan pembeli di pasar tradisional dan modern,  saya tetap menghimbau agar protokol kesehatan semakin diperketat dan wajib dilaksanakan” tambah Sudiyanto
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sintang Sudirman saat mendampingi Wakil Bupati Sintang menghimbau agar para pedagang sembako untuk tidak menjual lagi makanan  yang masa kadaluarsanya tersisa dua bulan. “dua bulan sebelum kadaluarsa, makanan tersebut wajib untuk disimpan kembali dan tidak dijual lagi.  Jadi pedagang harus rutin mengecek tanggal kadaluarsa barang dagangannya” tegas Sudirman.

(Budi/Humas Pemda)

Rabu, 14 April 2021

BUPATI SINTANG TERIMA HASIL PEMERIKSAAN INSPEKTORAT PROVINSI KALBAR

 


DelikBerita.com      Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si, Kepala Bappeda Kabupaten Sintang Kartiyus, SH, M. Si dan Pelaksana Tugas Inspektur Kabupaten Sintang Dra. Ardatin, M. Si mengikuti pertemuan Ekspose Pemeriksaaan Akhir Masa Jabatan Kepala Daerah di Aula Adhyasta Utama Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat pada Rabu, 14 April 2021.
Ekspose dilaksanakan oleh Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat  setelah dilakukan pemeriksaan oleh Tim Pemeriksa Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat  yang merupakan rangkaian dari Pemeriksaan Akhir Masa Jabatan Kepala Daerah Periode 2016-2021 Kabupaten Sintang.
Ekspose dilakukan langsung oleh Inspektur Provinsi Kalimantan Barat Dra. Marlyna, M. Si. Rata-rata capaian kinerja Pemerintah Kabupaten Sintang periode 2016-2021 dinilai BAIK oleh Tim Pemeriksa Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat.
Inspektorat Provinsi Kalimantan Barat memberikan 5 (lima) rekomendasi kepada Pemerintah Kabupaten Sintang diantaranya memperhatikan hasil evaluasi capaian indikator kinerja RPJMD tahun 2016-2021 sebagai bahan acuan dalam penyempurnaan penyelenggaraan urusan pemerintahan daerah. Pemkab Sintang diminta untuk berkomitmen menyelaraskan tiga aspek utama pembangunan daerah dalam RPJMD yaitu aspek kesejahteraan masyarakat, aspek daya saing daerah dan aspek pelayanan umum. Agar Kepala OPD penanggungjawab program kegiatan untuk komit dengan indikator penilaian yang mengalami penurunan dan tidak mencapai target. Selain itu, Pemkab Sintang disarankan untuk merevisi RPJMD jika ketentuan peraturan perundang-undangan mengalami perubahan.

(Cecep/Humas Pemda)

Senin, 12 April 2021

ASISTEN II BUKA REMBUK STUNTING 2021

 


DelikBerita.com      Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten  Sintang, Yustinus J, dalam hal ini mewakili Bupati Sintang, menghadiri sekaligus membuka pelaksanaan kegiatan Rembuk Stunting Kabupaten Sintang tahun 2021, yang dilaksanakan di Pendopo Bupati Sintang, pada Senin, (12/04/2021).

Dalam sambutan Bupati Sintang yang dibacakan oleh Asisten II bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Yustinus mengatakan bahwa kegiatan rembuk stunting ini sangatlah penting untuk pembangunan Kabupaten Sintang kedepannya, “saya ucapkan terimakasih kepada para peserta yang telah hadir dalam kegiatan rembuk stunting, karena telah memberikan kontribusi dalam proses pembangunan daerah Sintang dalam upaya percepatan pencegahan stunting untuk mewujudkan pembangunan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Kabupaten Sintang”, kata Yustinus.

Masih kata Yustinus,bahwa Pemerintah Pusat gencar dalam hal penanganan penurunan angka stunting, “Pemerintah Pusat memiliki agenda besar yakni menurunkan angka stunting ditahun 2024 sebesar 24%, selain stunting, penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), TBC, Malaria, Demam Berdarah, HIV AIDS, Gerakan Hidup sehat harus juga diperhatikan dan dikerjakan, untuk saat ini fokus menangani dan mengendalikan Covid-19, akan tetapi agenda-agenda strategis yang berdampak besar pada masyarakat jangan sampai dilupakan”, tambah Yustinus.

Menurut Yustinus dalam sambutan Bupati Sintang bahwa dampak masalah gizi pada usia dini tidak terbatas pada status gizi saja, “seperti pendek kegemukan dan gizi buruk tetapi lebih luas terkait dengan resiko rendahnya kecerdasan serta penderita penyakit tidak menular pada usia dewasa, sehingga kekhawatiran terhadap kualitas SDM yang diakibatkan oleh beban gizi, gizi ganda, itu diawali oleh masalah gizi pada usia dini, terutama pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), sejak kehamilan sampai anak 2 tahun, oleh karena itu fokus perbaikan gizi kedepannya diperuntukkan pada 1000 HPK tanpa meninggalkan siklus hidup lainnya, hal ini sejalan dengan komitmen global yang menekankan pentingnya negara negara memperthatikan masalah gizi pada periode 1000 HPK tersebut”, ujarnya.

Untuk di Kabupaten Sintang, lanjut Yustinus bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang telah mengeluarkan Peraturan Bupati Sintang Nomor 12 tahun 2018 yang mengatur tentang Rencana Aksi Daerah Pangan Dan Gizi, “didalamnya itu terdapat rencana aksi multi sektor yang ingin dicapai dengan adanya perbaikan pangan dan gizi, dengan capaian terwujudnya Sumber Daya Manusia (SDM) yang Cerdas, Sehat, Produktif serta berkelanjutan dan berdaya saing”, sambungnya.

Yustinus menjelaskan ada 8 aksi yang dapat dilakukan oleh Pemerintah sebagai komitmen bersama dalam melaksanakan konvergensi percepatan pencegahan stunting, “yang pertama analisis data, rencana kegiatan, rembuk stuting, Peraturan Bupati Tentang Desa, Pembinaan Kader Pembangunan Masyarakat, Sistem Manajemen Data, Pengukuran dan Publikasi Stunting, dan yang terakhir yakni Review kerja tahunan”, jelasnya.

Terkait data, Yustinus juga memaparkan analisis data dalam aksi konvergensi hasil pemantauan status gizi di Kabupaten Sintang, “Stunting pada tahun 2016 itu berada diangka 37,6%, kemudian ditahun 2017 mengalami peningkatan menjadi 44,1%, lanjut lagi pada tahun 2018 melalui Riset Kesehatan Desa (RISKESDES) mengalami penurunan menjadi 33,2%, kemudian di tahun 2019 melalui Elektronik Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM) angka stunting mengalami penurunan menjadi 32,68%, dan di tahun 2020 melalui E-PPGBM juga, angka stunting berada di 30,75%, semua data ini dikumpulkan ditingkat Puskesmas yang berada pada masing-masing kecamatan”, paparnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksanaan Kegiatan Rembuk Stunting, Yuspiandi menjelaskan tujuan dilaksanakannya kegiatan rembuk stunting, “tujuan umumnya itu untuk membangun komitmen, kebijakan, dan arah strategi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sintang, untuk tujuan khususnya itu memberikan pemahaman dampak buruk dari stunting, menjelaskan manfaat intervensi, spesifik, dan sensitif bagi pencegahan dan penanganan stunting pada 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), mempromosikan pembelajaran konvergensi anggaran dan kegiatna tahun 2021, dan rencana kerja 2022, memperoleh dukungan dari DPRD, OPD, Kecamatan, Desa dan Masyarakat luas dalam hal penanganan Stunting”, jelas Yuspiandi.

Lanjut Yuspiandi mengatakan bahwa Pemerintah Pusat fokus untuk menurunkan angka stunting, “Pemerintah Pusat telah menentukan 360 Kabupaten pada tahun 2021, salah satunya adalah Kabupaten Sintang yang dipilih sebagai Kabupaten Pembelajaran Konvergensi Anggaran dan Kegiatan Penurunan Stunting”, katanya.

Yuspiandi juga melaporkan berbagai kegiatan dalam konvergensi penurunan stunting di Kabupaten Sintang, “Sintang ini sudah dimulai sejak tahun 2019 dengan menetapkan 10 desa sasaran, kemudian untuk di tahun 2020 sebanyak 15 desa, di tahun 2021 sebanyak 15 desa, dan untuk di tahun 2022 ada 15 Desa di Sintang, yakni Desa Nanga Mentatai, Desa Batu Ketubung, Desa Nusa Tujuh, Desa Nanga Abai, Desa Nanga Oran, Desa Tuguk, Desa Jentawang Hilir, Desa Lepung Pantak, Desa Radin Jaya, Desa Idai, Desa Nanga Bugau, Desa Kemantan, Desa Bancoh, Desa Riguk, Desa Hulu Dedai”, ucapnya.

“disamping menjadi locus penanganan stunting berdasarkan SK Menkes RI, Sintang ditetapkan menjadi salah satu locus penurunan angka kematian ibu dan kematian bayi tahun 2021, “ada 9 Puskesmas yang menjadi Locus untuk penurunan Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB), yakni Puskesmas Serawai, Puskesmas Tebidah, Puskesmas Sepauk, Puskesmas Tempunak, Puskesmas Pandan, Puskesmas Sungai Durian, Puskesmas Dedai, Puskesmas Merakai, Puskesmas Senaning”, tutup Yuspiandi.

(Asrif/Humas Pemda)

Sabtu, 10 April 2021

Audiensi ke Menkominfo, Jarot Usulkan 213 Tower BTS Tahun 2022

 


DelikBerita.com     Bupati Sintang, Jarot Winarno melakukan audiensi atau menemui langsung Menteri Komunikasi dan Informatika RI, Johnny G. Plate di Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika RI, Jl. Medan Merdeka Barat, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (9/4/2021).

Bupati Sintang, Jarot Winarno, mengatakan, kedatangannya beraudiensi atau menemui langsung Menkominfo RI Johnny G. Plate ialah untuk menyampaikan ucapan terima kasih, karena ada 164 alokasi tower BTS (Base Transceiver Station) di Kab. Sintang di bangun secara miltiyears mulai dari tahun 2020, 2021 dan 2022 mendatang. 
"Tentunya dengan dibangunnya BTS ini membuktikan terasa betul kehadiran negara di tempat kita"kata Jarot, saat di hubungi usai menemui Menkominfo di Jakarta.

Selain menyampaikan ucapan terima kasih, Jarot juga mengusulkan langsung kepada Menkominfo, agar pada tahun 2022 mendatang alokasi tower BTS di Kab. Sintang di tambah lagi jumlahnya. Sehingga desa-desa yang belum, bisa mendapatkan jatah alokasi pembangunan tower BTS tersebut.
Untuk tahun 2022 mendatang, beber Jarot, Pemkab Sintang mengajukan tambahan alokasi 213 tower BTS, yang nantinya akan di bangun di desa-desa di wilayah Kecamatan Sintang & Kecamatan Binjai Hulu dan terutama bagi desa-desa yang belum menerima alokasi pembangunan  tower BTS.

"Kita minta tambahlah untuk percepatan desa-desa yang lainnya yang belum dapat jatah kuota pembangunan BTS itu"ujar Jarot.

Pada kesempatan itu juga, Jarot menerima masukan atau pesan dari Menkominfo, Johnny G. Plate, agar saat pembangunan tower BTS itu letaknya di lokasi yang strategis, sehingga keberadaanya bisa di rasakan betul oleh masyarakat setempat.
"Beliau juga mengingatkan para Forkopimda, Bupati agar bertanggungjawab masalah adanya tanah, lokasi dan tata ruang desa terhadap pembangunan BTS, karena jangan sampai itu di bangun di tempat yang tidak pas posisinya lalu tidak menjangkau banyak"beber Jarot.

"Atau jika sudah di pasang, sudah menjangkau banyak, tiba-tiba pembangunan kantor desanya di luar area yang ada sinyalnya. Akan kita monitor ini, itulah pesan pak menteri"tambah Jarot.

Kemudian lanjut Jarot, Menkominfo juga berpesan terkait hilirisasi, dimana ia (Menkominfo) berharap dengan adanya internet di desa bisa mendorong pertumbuhan ekonom pedesaan melalui BUMDes dengan memanfaatkan keberadaan internet untuk memasarkan produk-produk unggulan atau lainnya.

"Beliau mesankan juga masalah hilirisasi, agar adanya internet ini di desa bisa mendorong tumbuhnya ekonomi melalui bumdes dari desa"ungkap Jarot.

"sementarapun saya laporkan kepada pak menkominfo, bahwa komoditas kita ini seperti anyaman, tengkawang, kakau dan ikan gabus sudah menggandeng mitra dari jakarta untuk hilirisasi dan pemasaran dari produk-produk kita"tungkas Jarot.

(Akbar/Humas Pemda)

Kamis, 08 April 2021

ASISTEN I BUKA KEGIATAN PEMBEKALAN BAGI PARA ASN MENJELANG PURNA TUGAS DI TAHUN 2022

 


DelikBerita.com     Asisten I bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Sy. Yasser Arafat, mewakili Bupati Sintang menghadiri sekaligus membuka kegiatan Pembekalan Aparatur Sipil Negara (ASN) menjelang purna tugas pada tahun 2022 dilingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang, yang dilaksanakan di Gedung Pancasila Sintang, pada Kamis, (8/4/2021).

Dalam sambutan Bupati Sintang yang dibacakan oleh Asisten I bidang Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang, Sy. Yasser Arafat menyatakan bahwa Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan pembekalan bagi ASN yang akan purna tugas ini, “saya menyambut positif dan memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan kegiatan ini, karena akan memberikan pemahaman bagaimana menghadapi dan kesiapan dalam memasuki masa purna tugas bagi setiap ASN”, kata Yasser.

Yasser memberikan motivasi dan semangat bagi para ASN yang akan memasuki purna tugas tahun 2022, “dalam memasuki purna tugas setiap orang menyikapinya tidaklah sama, ada yang santai, ada yang  khawatir dan sebagainya, saya mengingatkan kepada kita semua bahwa pensiun bukan akhir dari proses aktivitas dan kreativitas, bukan juga kehilangan kesempatan untuk mengabdi dan berkarya, bahkan dengan pensiun itulah kontribusi seorang pensiunan justru semakin nyata dan diperlukan pada saat terjun dalam kehidupan bermasyarakat”, ujarnya.

Melalui sambutan Bupati Sintang, Yasser memberikan ucapan terimakasih kepada para ASN yang akan memasuki purna tugas pada tahun 2022 yang telah mengabdikan dirinya sebagai pelayan masyarakat, “saya sampaikan penghargaan, apresiasi, dan terimakasih kepada Bapak dan Ibu yang telah mengabdikan diri, berkorban, bekerjakeras untuk membangun masyarakat, melayani masyarakat di daerah ini sesuai dengan tugas dan tanggung jawab yang diberikan, tentunya sudah banyak kerja nyata dan inovasi yang diberikan dalam meningkatkan kemajuan daerah ini”, ucapnya.

Yasser berharap kedepannya para ASN yang akan memasuki purna tugas ditahun 2022 nantinya akan memberikan kontribusi bagi pembangunan daerah, “sebagai seorang yang pernah terlibat dalam proses pembangunan dan kemajuan daerah ini,saya mengharapkan kontribusi, pikiran dan partisipasi nyata dalam menyukseskan pembangunan di daerah ini, serta berbagai kritikan, masukan, pikiran yang konstruktif, apabila dalam roda pemerintahan dan pembangunan ada yang keliru dilakukan pemerintah daerah”, harapnya.

Ketua Panitia Pelaksanaan, Akhmad Husni menjelaskan tujuan daripada dilaksanakannya kegiatan ini, “yang pertama tujuannya untuk memberikan informasi tentang program taspen terutama yang berkaitan dengan hak dan kewajiban sebagai peserta taspen dan melakukan perekaman data bagi para peserta tujuan yang kedua yakni memberikan informasi tentang persiapan tata cara pengurusan keuangan sebelum dan setelah menerima SK pensiun, yang ketiga yakni menyampaikan tentang produk dan layanan bank Mandiri Taspen”, katanya.

Akhmad Husni juga menjelaskan jumlah peserta yang mengikuti kegiatan pembekalan bagi para ASN yang akan purna tugas ditahun 2022, “total keseluruhannya itu sebanyak 220 orang, dengan rincian yakni eselon II sebanyak 1 orang, eselon III sebanyak 18 orang, eselon IV sebanyak 30 orang, Fungsional Pendidikan sebanyak 126 orang, Fungsional Kesehatan sebanyak 10 orang, Fungsional umum sebanyak 35 orang”, jelasnya.

Dalam kegiatan itu juga, sambung Akhmad Husni, akan disampaikan beberapa materi pokok untuk para peserta pembekalan bagi ASN yang akan purna tugas ditahun 2022, “materinya itu ada tentang hak dan kewajiban bagi peserta taspen dan syarat-syarat administrasi pengurusan pensiun dan lain-lain, memberikan materi tentang perekaman data, memberikan materi tentang tata cara penerbitan SK penghentian pembayaran gaji serta pengembalian aset bagi pegawai ASN yang menjelang purna tugas, menjelaskan materi tentang produk dan layanan Bank Mandiri Taspen, dengan narasumber dari PT. Taspen Pontianak, Bank Mandiri Taspen Sintang, dan Kepala BPKAD Sintang”, ucapnya.

(Asrif/Humas Pemda)

Rabu, 07 April 2021

SEKDA SINTANG BUKA PELATIHAN TEKNIS PENILAIAN BARANG MILIK DAERAH

 


DelikBerita.com     Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si membuka pelaksanaan Kegiatan Pelatihan Teknis Penilaian Barang Milik Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang di Balai Praja Kantor Bupati Sintang pada Rabu, 7 April 2021.

Pada Pelatihan Teknis yang diselenggarakan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sintang tersebut menghadirkan dua orang narasumber dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang Pontianak dan diikuti 52 orang Aparatur Sipil Negara di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang yang menjalankan tugas penilaian barang milik daerah.


Hadir juga saat pembukaan kegiatan tersebut Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sintang Joni Sianturi, SE, M. Si beserta jajarannya, Pelaksana Tugas Inspektur Kabupaten Sintang Dra. Ardatin, M. Si, peserta dan narasumber.


Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si menaruh harapan besar dengan pelaksanaan Pelatihan ini dapat menjadi kegiatan yang mampu memberikan pemahaman yang tepat dan terukur dalam pengelolaan barang milik daerah, khususnya terkait dengan pelaksanaan penilaian atau penaksiran barang milik daerah selain tanah dan bangunan dalam rangka pemanfaatan dan pemindahtanganan barang milik daerah.

 
“pengelolaan barang milik daerah merupakan suatu tugas yang tidak sederhana, dari mulai penyusunan rencana kebutuhan barang milik daerah, penganggaran, pengadaan, penetapan status penggunaan, pemanfaatan, pengamanan, pemeliharaan, penatausahaan, penilaian, pemindahtanganan, pemusnahan sampai dengan penghapusan dari daftar barang milik daerah adalah proses panjang yang melintasi tahun anggaran. 

Sehingga dibutuhkan kecermatan, kesabaran dan pengetahuan yang cukup untuk melaksanakan tugas tersebut. Oleh karena itu, melalui kesempatan yang baik ini, saya menyampaikan terimakasih dan kebanggaan yang tinggi atas kerja keras dan komitmen yang tinggi untuk melaksanakan tugas dan kewajiban mengelola barang milik daerah yang berada pada SKPD Saudara” terang Yosepha Hasnah


“saya juga tahu, masih banyak yang belum sesuai dengan harapan peraturan, namun saya percaya dengan kerja keras dan komitmen kita bersama, pada saatnya nanti kita dapat mencapai tujuan pengelolaan barang milik daerah yang baik, efektif, efisien, berdayaguna dan akuntabel.

 Pelatihan hari ini diharapkan mampu memberikan solusi jangka pendek untuk penyelesaian beberapa persoalan yang kita hadapi. Untuk jangka panjang, agar kita tidak selalu bergantung pada pihak lain, saya sangat setuju dan berharap Pemerintah Daerah mampu memiliki Pejabat Fungsional Penilai Barang Milik Daerah agar pengelolaan barang milik daerah khususnya dalam rangka pencatatan, pemanfaatan dan pemindahtanganan dapat berjalan dengan baik dan akuntabel” terang Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang


“catatan saya untuk menjadi perhatian kita bersama dalam rangka pengelolaan barang milik daerah adalah Saya minta seluruh SKPD untuk menyusun dan menyampaikan Rencana Kebutuhan Barang Milik Daerah (RKBMD) baik rencana pengadaan maupun_rencana pemeliharaan. 

Sebab mulai tahun anggaran 2021 ini, secara tegas dalam PP 12 Tahun 2019 dan Permendagri 77 Tahun 2020 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, RKBMD merupakan salah satu dasar penyusunan RKA SKPD. Sehingga kedepan, pengadaan dan pemeliharaan barang milik daerah tidak akan bisa dilakukan apabila tidak diusulkan dalam RKBMD” terang Yosepha Hasnah


“proses penganggaran dan pengadaan barang milik daerah harus mempedomani ketentuan yang berlaku, jangan ada mark up terhadap pengadaan barang, baik kualitas maupun kuantitasnya. Terkait Penggunaan barang milik daerah, saya minta agar digunakan dalam rangka pelaksanaan tugas pokok dan fungsi SKPD, baik barang inventaris kantor maupun kendaraan dinas, buat surat penunjukan dan Berita Acara Serah Terima untuk penanggung jawab penggunaannya, yang paling penting harus selalu dipelihara dan laksanakan kewajiban-kewajiban pembayaran pajak dan lain sebagainya” tambah Sekda Sintang


“Khusus kendaraan dinas yang digunakan tidak sesuai ketentuan, saya minta dilakukan penertiban, buat teguran atau peringatan. Bagi para pensiunan atau mantan pejabat yang belum mengembalikan kendaraan dinasnya agar dilakukan pendekatan dan diberikan surat teguran/peringatan untuk mengembalikan kendaraan tersebut, agar kedepan tidak menjadi persoalan bagi kita dan bagi mereka.  

Terhadap Tanah dan Bangunan Saya minta dilakukan pengamanan, baik pengamanan adminitrasi maupun pengamanan fisiknya. Tanah yang belum ada Sertipikat, segera usulkan ke BPKAD untuk proses pensertipikatan, pasang patok batas, pastikan luas dan batas tanahnya dan jangan lupa dipelihara/ditata keindahannya” tambah Yosepha Hasnah


“saya juga minta agar pencatatan, pembukuan dan pelaporan dilakukan sesuai dengan standar dan aturan yang berlaku, surat-surat dan dokumen penting agar disimpan dengan baik sepanjang barang milik daerah masih digunakan. 

Terhadap barang yang sudah rusak berat agar diusulkan untuk dilakukan penghapusan agar tidak menjadi catatan tanpa manfaat; Itulah beberapa catatan penting yang menurut saya harus menjadi perhatian kita bersama, dan semoga melalui pelatihan teknis ini mampu menjawab beberapa catatan penting tersebut, khususnya terkait dengan penilaian, pencatatan, pemanfaatan dan pemindahtanganan barang milik daerah” tambah Sekda Sintang


“kepada Para Narasumber dari Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Pontianak, saya mengucapkan terimakasih dan penghargaan yang tinggi atas perkenan bapak-bapak datang ke Sintang, untuk membagi pengetahuan dan pengalaman dalam rangka penilaian atau penaksiran barang milik daerah. 

Saya tahu sulitnya membagi waktu antara pelaksanaan tugas bapak-bapak di kantor dengan memenuhi permintaan kami untuk mengisi materi pada kegiatan ini. 

Saya berharap hubungan kerjasama yang baik ini terus terjaga dan dapat ditingkatkan lagi untuk kegiatan-kegiatan lainnya, paling tidak masih ada ruang kosong di daerah yang harus tetap diisi, khususnya terkait dengan penilaian barang milik daerah berupa tanah dan bangunan yang tetap harus menggunakan Penilai, baik Penilai Pemerintah maupun Penilai Publik, karena pemerintah daerah sampai saat ini belum memiliki Pejabat Fungsional Penilai Barang Milik Daerah walaupun Permendagrinya sudah memungkinkan. 

Sekali lagi terimakasih Pak FAHMI dan Pak ZAKI, salam hormat untuk kepala KPKNL Pontianak dari kami semua” terang Sekda Sintang


“kepada seluruh peserta pelatihan, saya sampaikan selamat mengikuti pelatihan teknis ini, jadikan kesempatan ini untuk menambah ilmu pengetahuan dan pengalaman, khususnya dalam hal bE pan barang milik daerah, jangan sia-siakan kesempatan yah ada ini. 

Saya berharap kedepan kalau ada lembaga penyelenggara yang terakreditasi, melaksanakan pendidikan dan pelatihan penilaian barang yang sesuai dengan persyaratan untuk dapat diangkat menjadi Pejabat Fungsional Penilai Daerah, para peserta ini dapat mengikutinya. 

Untuk jangka pendek, saya berharap dari peserta yang hadir ini ada yang dapat menjadi anggota Tim Penaksir Barang Milik Daerah dalam rangka pemanfaatan atau pemindahtanganan” tutup Sekda Sintang.

(Budi/Humas Pemda)

Kamis, 01 April 2021

SUKSESKAN PENDATAAN KELUARGA 2021, BKBPPPA SINTANG KERAHKAN 1. 627 KADER PENDATA

 



DelikBerita.com      Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang Drs. Maryadi, M. Si menjelaskan akan mengerahkan 1. 192 orang Kader Pendata, 407 orang supervisor, 14 orang manager pengelolaan dan 14 orang manager data untuk mensukseskan Pendataan Keluarga Tahun 2021. 

Hal tersebut disampaikan Maryadi saat menyampaikan laporan pada saatWakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH melakukan launching Pendataan Keluarga (PK) Tahun 2021 di Kabupaten Sintang di Pendopo Bupati Sintang Kamis, 1 April 2021. 

Kepala Badan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang Drs. Maryadi, M. Si  menjelaskan bahwa Pendataan Keluarga Tahun 2021 mengambil tema "Pendataan, Awal Perencanaan Keluarga". 

Pendataan Keluarga Tahun 2021 akan berlangsung selama dua bulan, mulai 1 April 2021 hingga 31 Mei 2021. Seluruh keluarga di Kabupaten Sintang diharapkan bisa menyambut dan menerima Kader Pendataan Keluarga yang akan datang kerumah serta memberikan informasi yang benar saat pendataan di rumah masing-masing

“tujuan PK21 adalah untuk menghasilkan basis data kependudukan termasuk di dalamnya basis data individu anggota keluarga, basis data keluarga berencana, basis data pembangunan keluarga dan PK21 juga memasukan indikator stunting. Sebanyak 1. 627 kader pendata akan mendata sasaran target Kabupaten Sintang sebanyak 127.081 Kepala Keluarga . Lokasi dan waktu kegiatan lokasi semua RT, Dusun, Desa/Kelurahan Se Kabupaten Sintang. Waktu pendataan dimulai dari tanggal 1 April sampai dengan tanggal 31 Mei 2021. Sumber daya untuk pendataan keluarga tahun 2021 bersumber dari anggaran Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Barat dan Dana Alokasi Khusus Tahun Anggaran 2021. 

“metode/tehnik yang di gunakan adalah dengan mendata seluruh Keluarga di Kabupaten Sintang dengan melakukan kunjungan rumah kerumah untuk menghasilkan Data Mikro berbasis by name by adrress. Dengan tehnik:  40 persen menggunakan formulir dan 60 persen mengunakan Smartphone” terang Maryadi 

“hasil yang di harapkan diperolehnya masukan dalam identifikasi permasalahan guna perumusan kebijakan kependudukan, keluarga berencana dan pembangunan keluarga secara optimal. Pendataan Keluarga akan menjadi Parameter Utama dalam menyediakan Data Keluarga dan akan menjadi Basis Data dalam Sitem Informasi Keluarga (SIGA). Pendataan Keluarga di harapkan juga bisa di gunakan untuk mendiagnosa ketertinggalan pembangunan hinga Keluarga Berkualitas dengan Kondisi yang berbeda-beda antar wilayah” tutup Maryadi.


( Budi / Humas Pemda )

Selasa, 30 Maret 2021

BUPATI SINTANG JAROT WINARNO HADIRI PENGUKUHAN LPM KABUPATEN SINTANG PERIODE 2020-2025

 



DelikBerita.com     Berdasarkan hasil musyawarah ke. IV  Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Republik Indonesia Tahun. 2020 tentang penetapan penataan organisasi diseluruh Indonesia Dewan Pimpinan Daerah di masing-masing  Propinsi  berwenang mengukuhkan  dan mengesahkan susunan  personil Dewan Pimpinan Daerah ditingkat kabupaten sebagaimana  hasil Musyarawarah Nasional (MUNAS), Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Propinsi Kalimantan barat hari ini,Selasa 30/03/2021  melaksanakan Pengukuhan Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Kabupaten Sintang Periode  2020-2025 di Pendopo Rumah Jabatan  Bupati Sintang yang secara langsung dihadiri  Bupati Sintang  dr,H.Jarot  Winarno,M.Med.PH

Dalam pengukuhan  Dewan Pimpinan Daerah  Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kabupaten Sintang tersebut tampak hadir  Ketua DPD Lembaga Pemberdayaan Propinsi Kalimantan Barat Elysius Aidy,   Ketua DPRD Sintang Florensius Ronny, Ketua DPD  Lembaga Pemberdayaan Masyarakat kabupaten Sintang  Ferry Yansyah,  Anggota DPRD Sintang Gulam Raziq,  Kapolres Sintang, Dandim 1205 Sintang, Kepala Kejaksaan Negeri Sintang, Forkopimda,  Camat, Lurah,  para pengurus DPD LPM Kabupaten sintang, serta para undangan.

Bupati Sintang  dr,H.Jarot  Winarno,M.Med.PH , di dalam sambutannya mengungkapkan, bahwa keberadaan  LPM di daerah ini sangat penting seperti dengan keberadaan Lembaga Swadaya Masyrakat yang lainnya, yang diharapkan dapat  bermitra dan  bersinergi  dengan pemerintah kabupaten Sintang.

“peran LPM  ini diharapkan bisa berada ditengah-tengah masyarakat sebagai pendorong mendukung program-program yang tengah digagas oleh pemerintah desa, karena LPM selaku mitra kerja Desa untuk menjalankan tugas dan fungsinya selaku lembaga pemberdayaan masyarakat, dan sebagai  mitra kerja pemerintah LPM tentunya bisa menyerap apa keingginan masyarakat, sampaikan kepada Pemerintah Kabupaten Sintang,  akan kita bantu mereka, yang penting kita bersatulah ” ucap Jarot Winarno

Dalam Kesempatan tersebut Ketua DPD Lembaga Pemberdayaan Propinsi Kalimantan Barat Elysius Aidy  mengatakan, bahwa pengukuhan yang dilakukan ini  seharusnya sudah dilaksanakan pada Tahun 2020, namun  dengan kondisi Pandemi Covid-19 ini diundur pada Tahun 2021“lahirnya LPM  ini merupakan hasil Musyawarah Nasional Temu karya pada tahun 2021 di Bandung Jawa Barat, dengan tujuan sebagai mitra pemerintah desa dalam menampung dan mewujudkan aspirasi dan kebutuhan masyarakat desa di bidang pembangunan”   Demikian Eko Prokopim Pemkab Sintang melaporkan.


( Budi / Humas Pemda )

Kamis, 25 Maret 2021

Bupati Jadi Narsum Muscab BPC HIPMI Sintang

 



DelikBerita.com    Bupati Sintang, Jarot Winarno menjadi narasumber pada acara Musyawarah Cabang (Muscab) III Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kab. Sintang, pada sesi Talkshow, di Ballroom Hotel My Home Sintang, Rabu (24/3/2021) siang, yang mengusung tema "sinergi pengusaha muda Sintang untuk kebangkitan ekonomi berkelanjutan."


Dalam arahannya pada sesi talkshow teresbut, Bupati Sintang, Jarot Winarno mengatakan saat ini kita di hadapkan pada dua penomena yang merubah semuanya termasuk gaya bisnis yakni destruksi teknologi dan destruksi pandemi. Pada destruksi teknologi terjadinya perubahan yang mendasar dan cepat berkaitkan dengan cara kita menghadapi teknologi komunikasi. "Semuanya sudah internet of things dan artificial intelligence. Makanya dikenal dengan revolusi industri 4.0. Dimana konsumen maunya yang paling murah, mudah, paling gampang di jangkau. Sehingga ini merubah gaya bisnis kita"kata Jarot. 


Pada situasi destruksi teknologi ini, lanjut Jarot, kita mesti beradaptasi cara berbisnis yakni mau tidak mau menguasai teknologi komunikasi, melakukan efisiensi, harus berinovasi, kreatif, harus punya diferensiasi dan yang paling penting adalah mewajibkan kita untuk berkolaborasi. 


Setelah menghadapi destruksi teknologi, kita kembali dihadapkan pada penomena destruksi pandemi yakni pandemi covid-19. Sehingga juga merubah gaya bisnis di semua sektor kecuali 4 sektor,yaitu pertama teknologi komunikasi seperti bisnis provider, tower BTS, sampai ke yang paling bawah seperti counter handphone. Kedua yang berhubungan dengan pertambangan, ketiga sektor pertanian dan perkebunan yang tetap tumbuh dan yang keempat yakni yang berhubungan dengan birokrasi pemerintahan. "Mau tidak mau harus kita akui bahwa dana-dana pemerintah ini sebagai pampreming atau sebagai pemompa ekonomi di pedalaman-pedalaman"ujar Jarot.


"awal april kita lelangkan hampir 100 miliyar lebihlah, ada untuk jalan, sekolah dan lainnya dimana-mana. Begitu mulai lelang kemudian mulai kerja, sektor rill di tempat-tempat tersebut akan hidup, mulai dari tukang batu, semen, kayu, jualan-jualan dan lainnya. Jadi itu untuk memompa ekonomi di pedalaman. Untuk itulah HIPMI ini harus berkolaborasi dengan pemerintah"beber Jarot. 


Kemudian Jarot juga mengajak BPC HIPMI Kab. Sintang menjadi pelopor atau penggerak ekonomi kreatif dan mengurangi atau meninggalkan kegiatan ekonomi yang ekstraktif. Hal itu menurutnya untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, sehingga sangat singkrong dengan tema yang diusung pada muscab HIPMI Sintang ini. Terlebih Kab. Sintang merupakan salah satu inisiator atau pendiri dari Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKL) yang menerapkan pembangunan yang berkelanjutan.


"Apa itu ekonomi kreatif, banyak sekali, kita usaha dengan tetap melestarikan lingkungan seperti serai wangi seperti di senaning saya pernah ninjau langsung, kopi, saya ada namam kopi robusta, kakau, coklat, anyam-anyaman dan lainnya"terang Jarot.


"Kita hentikan atau stop kegiatan ekonomi yang ekstraktif yakni ekonomi yang mengeksploitasi sumber daya alam kita stop, agar lingkungan kita tetap terjaga kelestariannya"tambah Jarot. 

Demikian Press Release Prokopim Sintang.


( Budi / Humas Pemda )

Rabu, 24 Maret 2021

TEMU KONSULTASI “Penanganan Konflik Keagamaan Kanwil Kementrian Agama Provinsi Kalimantan Barat’’

 



DelikBerita.com      Wakil Bupati Sintang Sudiyanto SH,Menghadiri sekaligus membuka Diskusi ”Temu Konsultasi’tentang Penaganan Konflik Keagamaan Kanwil Kementrian Agama Provinsi Kalimantan Barat,yang di laksanakan di Pendopo Rumah Dinas Jabatan Bupati Sintang Pada Rabu Pagi,24 Maret 2021

Turut hadir pada Diskusi tersebut Kepala Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Kalimantan Barat Drs,H Ridwansyah,M,Si.Kepala Bagian Tata Usaha Kementrian Agama Provinsi Kalimantan Barat H.Rohadi,S.Ag,M,Si.kepala Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah Kementrian Agama Provinsi Kalimantan Barat H,Eksan S,Ag,M,si Kepala Kantor Kementrian Agama Kabupaten Sintang H. Anuar Akhmad.S.Ag. para Tokoh Agama serta tamu undagan lain nya.

Wakil Bupati Dalam Paparannya Mengatakan kami sangat menyambut baik kegiatan seperti ini kita perlu berdiskusi akan hal seperti ini, tentu kita tidak bisa membiarkan sesuatu yang sudah di lihat lalu tidak ada upaya dalam mengambil langkah langkah kongrit serta mencari solusi dari akar permasalahan nya,untuk itu dengan pertemuan kita pada hari ini tentu kita akan menyelesaikan persoalan yang memang sudah ada dan terjadi di lingkungan kita ini,tentu persoalan seperti ini tidak bisa kita biarkan berlarut larut.papar wakil’

Wakil Bapati menambahkan lagi’Enak nya tentram nya kabupaten sintang ini,suasana kondusip kabupaten Sintang ini tentu peranan kita semualah untuk ambil bagian di dalam nya sehingga kejadian kejadian yang tidak kita ngginkan bisa kita atasi bersama terutama dalam ruang lingkup keagamaan

Wakil Bupati megatakan Sudah barang tentu hal hal yang menyangkut soal agama sangat mudah di seret,begitu mudah masuk sehingga mudah untuk di besar besarkan,apa lagi kalau sudah menyangkut persoalan agama semua mengangap benar,padahal tidak demikian yang terjadi sesungguh nya,maka untuk itu perlu kita duduk bersama dan kita liat persoalan nya seobjektif mungkin lalu carilah solusi yang terbaik bagi kita semua,

Persoalan seperti ini harus kita tegaskan dengan kuat kalau memang tidak boleh dan di larang dalam akidah agama harus kita larang, jangan ada kesan pembiaran sehingga tidak ada solusi dan langkah kongkrit untuk menyelesaikannya,

Mari kita sama sama turun kelapangan untuk berbuat dan memberi tindakan nyata jangan hanya kita bahas dalam diskusi saja karena tidak akan dapat menyelesaikan persoalan yang ada,ungkap Wakil’ 

Anuar Akhmad dalam sambutan nya mengatakan kegiatan ini menurut saya yang memang bergharga,yang mana kegiatan ini kita bersama mencari benang merah dan mencari sulusi dalam persoalan agama yang ada di Kabupaten Sintang ini,guna menciptakan persatuan dan kesatuan umat beragama,

Kegiatan ini dimaksud guna menciptakan kerukunan antar umat beragama yang sering muncul di tengah tengah kita,baik persoalan kerukunan,persoalan persatuan persoalan ukhuah yang ada di kabupaten sintang

Saya berharap dengan kegiatan ini dapat kita pahami dan kita sikapi bersama,kita tidak menghukum akan tetapi bagaimana persoalan yang serimg muncul di masyarakat baik persoalan agama dan lain nya tetap kita cari solusi yang baik yang berkaitan kebenaran suatu agama dan kekuatan akidah mari kita sama saling memahami satu dengan yang lain sehingga semua kita di kabupaten sintang ini bisa bekerjasama dalam menjalan kan kehidupan kita sehari tanpa ada penodaan antar suatu kelompok suatu agama dan lain sebagainya. Kata Anuar’

Kepala kantor wilayah kementrian agama provinsi kalimantan barat H,Ridwansyah dalam paparan nya kita bersyukur di indonesia ini berbagai macam suku bangsa dan agama mambaur mendasi satu dan hidup dengan damai dan dinamis tentu semua ini harus kita rawat dan kita jaga bersama dalam rangka membangun persatuan dalam akidah agama tentunya.

Pada masa sekarang ini isu agama sangat kental dengan berbagai persoalan di negara kita sudah barang tentu kita dengan kegiatan seperti ini di harapkan mampu menyikapi persoalan persoalan yang ada dan sering muncul di lingkungan kita semua 

Penting bagi kita untuk memperkuat yakni Moderasi beragama dalam arti luas bukan agama yang harus kita moderat akan tetapi bagaimana kita bersikap dalam beragama oleh karena itu pertemuan kita dalam temu konsultasi ini kita bersilahturahmi yang berkaitan dengan pembinaan strategi tentang indentifikasi keagamaan khususnya segala internal umat beragama yang memang selama ini menjadi persoalan yang sangat konplit 

Dari hasil pemotretan kita untuk di kabupaten sintang memang ada satu yang masih berkembang dan ini harus kita sikapi bersama mengenai akidah beragama sesuai dengan tuntunan umat beragama di indonesia,hal seperti ini harus di sikapi dengan bijak kalau kita biarkan berlarut kita tidak mau timbul konflik dalam internal agama itu sendiri,akan tetapi kabupaten sintang melalui kementrian agama mampu melakukan pendekatan secara personal berdialog serta pendekatan secara hukum guna merawat kerukunan umat beragama di kabupaten sintang ini,ungkap Ridwansyah.


( Asrif / Humas Pemda )

Senin, 22 Maret 2021

Bupati Hadiri Peresmian Rusun Polda Kalbar di Wilayah Polres Sintang.

 


DelikBerita.com     Bupati Sintang, Jarot Winarno menghadiri kegiatan peresmian Rumah Susun (Rusun) Polda Kalbar, wilayah Polres Sintang, di Jalan Sintang-Pontianak Km 10, Desa Balai Agung, Kec. Sui Tebelian, Minggu (21/3/2021) pagi.


Hadir langsung meresmikan rusun ini yakni Kapolda Kalbar Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto, dengan di tandai penandatangan prasasti dan penekanan tombol sirine tirai rusun. Kemudian di lanjutkan peninjauan pada bagian dalam rusun. 


Turut hadir juga, sejumlah pejabat utama Polda Kalbar, unsur Forkopimda Kab. Sintang, unsur Forkopimcam Tebelian dan tamu undangan lainnya.


Peresmian rusun ini di awali dengan penanaman bibit pohon di halaman rusun dan pelepasan bibit ikan di kolam samping rusun. 


Pada kesempatan ini, Bupati Sintang Jarot Winarno menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Sintang selalu siap mendukung kegiatan pembangunan yang di lakukan oleh jajaran Polda Kalbar dan Polres Sintang. 

"Kami telah hibahkan tanah di areal ini seluas 5 hektar, sesuai dengan batas kewenangan kami. Selain 5 hektar yang kami hibahkan untuk Brimbob di jalan sintang-pinoh. Kemudian juga tanah Polres dan polsek juga akan kami hibahkan. Kita siap membantu"kata Jarot. 


Jarot menjelaskan, kawasan rusun ini awalnya merupakan kawasan milik Pemda Sintang seluas 34 hektar. Kemudian di hibahkan, yang pertama kepada Polres Sintang 5 hektar, kantor BNN 10.000 meter persegi, rusun dan kantor wilayah Gereja Kemah Injil wilayah 1 Kalbar yang berada di depan rusun polda kalbar ini juga Pemda Hibahkan. 

"Kami tinggal menunggu kepastian dari BNN apakah pasti di bangun tahun ini, kalau tidak maka akses jalan masuk segera akan kami lebarkan dan di buat sebaik-baiknya di aspal yang bagus sesuai arahan pak kapolda"terang Jarot.


Kemudian menurut Jarot, rusun Polda Kalbar ini di bangun di kawasan yang sangat strategis. Karena berdekatan dengan kawasan industri sungai ringin yang mana akan hadir beberapa investasi nantinya.


Selain itu, di sampaikannya kepada Kapolda, bahwa Pemda Sintang juga turut berkontribusi membangun 1 gedung SPN di Singkawang senilai 2,6 miliyar rupiah yang sudah selesai pembangunannya, dimana pada pekan lalu sudah di lakukan audit oleh  BPK RI. 

"Dan 1 bangunan lagi senilai 1,3 miliyar sudah selesai lelang, tinggal pelaksanaan kegiatan"jelas Jarot.


Sehingga kata Jarot, ini lah bentuk kontribusi dan kesiapan pemerintah Kabupaten Sintang untuk mendukung pembangunan oleh Polda Kalbar maupun Polres Sintang. Dengan harapan tentunya modernisasi sarana dan prasarana di Kepolisian Republik Indonesia secara khusus di Sintang inipun berjalan dengan baik. 


"Dan tentunya kami mengharapkan kalau ada lagi bantuan dari Polda mudah-mudahan bisa lebih meningkatkan kualitas kerja dari rekan-rekan polres sintang menjadi polisi yang profesional, modern dan terpercaya"harap Jarot.


Kapolres Sintang, AKBP Ventie Bernard Musak menjelaskan bahwa pembangunan rusun ini merupakan program prioritas nasional dengan menggunakan anggaran Dipa APBN Polri bersumber dari dana bantuan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional RI pada satker Rolog Polda Kalbar tahun anggaran 2020. Di samping itu juga ada dana hibah dari Pemda Sintang dan juga donatur lainnya. 


"Adapun total pagu anggaran pembangunan sebesar Rp. 17. 299.486.000,- (tujuh belas miliyar, dua ratus sembilan puluh sembilan juta, empat ratus delapan puluh enam ribu rupiah), dimana proses pembangunan berjalan lancar dan tepat waktu"jelas Kapolres.


Selanjutnya di jelaskan AKBP Ventie, rusun ini dibangun dengan luas 2.060 meter persegi, terdiri dari 3 lantai, dengan 44 pintu hunian, yang di lengkapi dengan sarana ruang canopy di lantai 3 pada sisi kanan dan kiri bangunan. Kemudian bangunan kontrol untuk ruang pompa air sumur bor, lokasi parkir, dan fasilitas umum berupa penerangan umum di halaman dan halaman depan dibuat cor beton.


Sementara itu Kapolda Kalbar, Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto, menyampai ucapan terima kasih kepada Pemkab Sintang yang telah mendukung proses pembanguan rusun Polda Kalbar di wilayah Polres Sintang ini. Menurutnya, hal tersebut menunjukan bahwa Polisi tidak bisa hidup sendirian. "Bagaimanapun juga keberadaan Polri tanpa di dukung oleh masyarakat dan stakeholder yang lain tentu tidak akan bisa bekerja dengan baik"ucap Kapolda. 


Irjen Pol R. Sigid Tri Hardjanto pun berpesan kepada para penghuni, agar rusun ini di pelihara dengan baik, terlebih berdasarkan laporan dari Karolog Polda Kalbar bahwa para penghuni memasuki rusun ini tidak di pungut biaya apapun.


"Artinya nanti pada saat akhirnya yang bersangkutan misalnya harus pindah tugas ataupun harus meninggalkan rusun ini karena kedinasan, jangan juga memungut biaya kepada pengantinya, jangan nanti ada istilah uang kunci. Ini budaya atau tradisi yang harus kita mulai dari sekarang"pesan Kapolda.


"Karena kebiasaan yang selama ini ada begitu masuk tidak di pungut biaya, tetapi begitu akan meninggalkan karena kedinasan mereka memungut biaya kepada penggantinya dengan alasan berbagai macamlah sudah pasang AC, renovasi ini itulah"tambah Kapolda.


Kapolda berharap dengan adanya rusun ini, jajaran anggota Polres Sintang bisa lebih dekat dengan masyarakat dan bisa lebih baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. 


Demikian Press Release Prokopim Sintang.

( Budi / Humas Pemda )

Kamis, 18 Maret 2021

BUPATI SINTANG JAROT WINARNO MELAKUKAN GRAND OPENING PROGRAM STUDI D. III KEPERAWATAN DI KAMPUS AKPER BANING


DelikBerita.com     Pemerintah Kabupaten Sintang saat ini terus melaju melakukan berbagai upaya  dalam menunjang peningkatan Bidang Kesehatan, seperti yang dilaksanakan hari ini  Kamis,18/03/2021, Bupati Sintang  dr,H.Jarot  Winarno,M.Med.Ph melaksanakan Grand Opening Program Studi Diploma III Keperawatan Sintang  Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Pontianak,  di Kampus  Akper Jalan YC Oevang  Oeray Baning Sintang.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut  Direktur Poltekes  Kemenkes Pontianak Dididk Hariyadi,S.Gz, M.Si, Kapolres Sintang, Dandim 1205 Sintang, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang Lindra Azmar ,  Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang Harysinto Linoh,  Pengelola  Program Studi Diploma III Keperawatan  Sintang Agus Hariono,  para  Kepala Sekolah serta  siswa perwakilan  dari beberapa SLTA di kabupaten dan undangan.

Pada saat menyampaikan kata sambutannya  Bupati Sintang  dr,H.Jarot  Winarno,M.Med.Ph mengatakan, pihaknnya sangat senang  dengan hadirnya Program Studi Diploma III Keperawatan Sintang  Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Pontianak ini”karena  dunia pendidikan ini sangat penting mempersiapkan sumber daya manusia kita  menyongsong Indonesia Emas  2045, karena Indonesia diramalkan Negara terbesar nomor lima didunia “.

“karena Kabupaten Sintang dalam program sinkronisasi Propinsi Kalimantan Barat Kabupaten Sintang ini merupakan Rumah Sakinya Rumasakit Rujukan untuk penyakit tropis, bagi Kabupaten Melawi dan Kapus Hulu, ditambah dengan Pandemi Covid-19 yang hingga saat ini belum berakhir, sehinnga kita dipaksa untuk New Normal pola hidu baru ditengah ancaman Corona, sehingga kita masih sangat membutuhkan  para tenaga kesehatan di daerah kita ini” jelas Jarot Winarno

Menurut Bupati Sintang  dr,H.Jarot  Winarno,M.Med.Ph,  dengan hadirnya Program Studi Diploma III Keperawatan Sintang  Jurusan Keperawatan Poltekkes Kemenkes Pontianak ini, diharapkan dapat membantu para siswa yang orang tuanya kurang mampu, karena milik pemerintah biayanya lebih murah.

Sementara  itu  Direktur Poltekes  Kemenkes Pontianak Didik Hariyadi,S.Gz, M.Si,   mengatakan  dengan hadirnya  Prodi D III keperawan ini bisa membawa  manfaat yang besar, karena pendidikan kesehtan dibawah Kemenkes itu tidak hanya bertanggung jawab  kepada pendidikannya saja namun  juga bertanggung jawab terhadap riset, pembelajarannya,   termasuk bertanggung jawab terhadap pengabdian kepada masyarakatnya. 

“ tetapi kita juga mempunyai  tanggung jawab yang besar untuk menyelesaikan maslah-maslah kesehatan khususnya  di Kabupaten Sintang, untuk itu Poltekkes  Kemenkes Pontinakan dituntut , untuk terus bekerjasama dengan  Pemerintah Daerah  terutama terkait dalam program-program  Pengembangan  pengentasan masalah kesehatan diseluruh kabupaten di Kalimantan Barat” tegas Didik hariyadi

Dalam kesempatan tersebut  Direktur Poltekes  Kemenkes Pontianak Didik Hariyadi,S.Gz, menjelaskan, bahwa   saat ini memiliki sebanyak  empat kampus , yaitu di Pontiank ada dua Kampus,  Singkawang dan  di kabupaten Sintang ini merupakan kampus yang keempat”sehingga  saat ini memiliki  tiga belas program studi  dengan enam jurusan  dan  ada sebanyak lima Prodi  yang sudah terakreditasi  A   dan sissanya terakreditasi  B.” Demikian Eko Prokopim Pemkab Sintang melaporkan.

(Asrif/Humas Pemda)

Senin, 15 Maret 2021

FISIK BANGUNAN RUMAH BETANG TAMPUN JUAH SELESAI, WABUP SINTANG PIMPIN RAPAT PENGGUNAAN

 


DelikBerita.com     Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH memimpin rapat Penggunaan Rumah Betang “Tampun Juah” di Ruang Kerja Wakil Bupati Sintang pada Senin, 15 Maret 2021. Rapat dilaksanakan mengingat proses pembangunan fisik Rumah Betang Tampun Juah sudah selesai dilaksanakan setelah empat tahun penganggaran. Tahun Anggaran 2021 ini, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang akan membangun WC dan sumur bor. 

Dalam rapat tersebut, Pemkab Sintang akan segera menunjuk Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkab Sintang yang akan mengelola dan menjaga Rumah Betang “Tampun Juah” di Desa Jerora Satu Kecamatan Sintang

Hadir dalam rapat tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si, Pelaksana Tugas Inspektur Kabupaten Sintang Dra. Ardatin, M. Si, Kepala Dinas  Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang Ir. Zulkarnain, MT, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Syarief Yasser Arafat, S. Sos, M. Si, Kepala Bidang Aset Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sintang Suprianto, SH, MH

Kepala Dinas  Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang Ir. Zulkarnain, MT kepada Wakil Bupati Sintang dan peserta rapat menjelaskan bahwa rumah betang Tampun Jauh yang ada di Desa Jerora Satu dibangun dua lantai dengan ukuran bangunan 72 x 21 meter. “luas keseluruhan betang Tampun Juah mencapai 3.024 meter persegi. Ada 16 bilik bagian atasnya. 2 bilik besar dan 14 bilik yang ukuran sama untuk Dewan Adat Dayak 14 kecamatan. Total pembiayaan fisik menghabiskan dana 11,5 milyar yang dianggarkan sebanyak 4 tahap. Bagian bawah juga bisa untuk 30 stand” terang Ir. Zulkarnain, MT

Kepala Dinas  Perumahan dan Kawasan Permukiman Kabupaten Sintang Ir. Zulkarnain, MT  memaparlan bahwa pembangunan Rumah Betang Tampun Juah pada tahap I dimulai tahun 2015 dengan anggaran 4,7 milyar, tahap II tahun 2017 sebesar 2,4 milyar, tahap III tahun 2018 sebesar 1,8 milyar dan tahap IV tahun 2019 dianggarkan dana sebesar 2,4 milyar. Seluruh anggaran sudah dilaksanakan dan selesai. Bangunan fisik rumah betang Tampun Juah juga sudah selesai. 

“Tahun 2021 ini kami akan membangun WC pria dan WC wanita yang terpisah, sumur bor dan jalan menuju kedua tempat WC. Kami berharap rumah betang ini segera digunakan dan dikelola. Kami keteteran dalam menjaga bangunan ini, karena pernah terjadi lampu hilang sampai 40 buah lampu dan besi pegangan tangga juga dipotong dan hilang. Di rumah betang Tampun Juah itu ada ratusan titik lampu.  Nah, dengan ada pengelola dan penanggungjawab, maka rumah betang lebih terjaga” terang Ir. Zulkarnain, MT

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si menyaranan agar segera menyiapkan berita acara penyerahan bangunan kepada pengelola. “bangunan fisik kan sudah selesai. Sekarang tinggal membangun WC saja. Segeralah siapkan berita acara penyerahan. Supaya rumah betang ini sudah ada pengelolanya dan terjaga” terang Yosepha Hasnah. 

Suprianto, SH, MH Kepala Bidang Aset Badan  Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Sintang menjelaskan bahwa penyerahan pengelolaan bangunan milik daerah seperti Rumah Betang Tampun Juah ini harus mengikuti prosedur yang benar. “OPD harus menyerahkan kepada Bupati Sintang, setelah itu barulah diserahkan kepada siapa untuk mengelolanya. Kami menyarankan untuk pinjam pakai kepada OPD teknis yang sesuai bagi peruntukan bangunan rumah betang Tampun Juah misalnya dikelola oleh Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Sintang” terang Suprianto

Pelaksana Tugas Inspektur Kabupaten Sintang Dra. Ardatin, M. Si mengingatkan bahwa pemeriksaan dan pengawasan biasanya melihat juga fungsi bangunan. “jadi, kami setuju agar bangunan Rumah Betang Tampun Juah harus segera dimanfaatkan. Kami sepakat penyerahan harus segera dilakukan kepada pengelola dengan  sistem pinjam pakai sehingga Pemkab Sintang masih bisa membangun di sekitar rumah betang nantinya” terang Ardatin

Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH mendengarkan masukan peserta rapat menyampaikan bahwa pengelola Rumah Betang Tampun Juah memang harus segera ditunjuk untuk menjaga bangunan ini. “beberapa instansi yang layak untuk mengelolanya seperti Bidang Pariwisata dan Bidang Kebudayaan atau Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang. Mengelola Rumah Betang Tampun Juah ini tentu sangat kompleks karena harus memikirkan biaya listrik, keamanan, parkir, serta bagaimana menghidupkan aktivitas di rumah betang nanti. Kita akan bahas lebih lanjut lagi soal siapa yang akan mengelolanya” terang Sudiyanto.

“saya juga akan ajak OPD terkait untuk melakukan peninjauan ke Rumah Betang Tampun Juah, namun menyesuaikan dengan kegiatan kita.  Saya minta proses administrasi penyerahan bangunan milik daerah ini wajib mengikuti aturan yang ada. Administrasi harus lengkap dan rapi. Jangan sampai karena kesalahan administrasi, ini menjadi masalah kedepannya. Saya juga akan diskusi dengan Dewan Adat Dayak Kabupaten Sintang soal pengelolaan Rumah Betang Tampun Juah ini” pesan Wakil Bupati Sintang.

(Akbar/Humas Pemda)

Rabu, 10 Maret 2021

KEKURANGAN GURU AGAMA, BUPATI SINTANG KIRIM SURAT KE KEMENPAN RB

 


DelikBerita.com     Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH mengirim surat kepada Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia di Jakarta pada Jumat, 5 Maret 2021 yang lalu. Surat bernomor: 871/ 133/BKPSDM-C tersebut menyampaikan permohonan Pemerintah Kabupaten Sintang tentang kebutuhan Formasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Guru Agama pada Program Pengangkatan Sejuta PPPK Guru Tahun 2021. 

Surat tersebut dikirim untuk menanggapi Surat Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia Nomor: B/1313/M.SM.01.00/2020 tanggal 1 Desember 2020 perihal Pengusulan Kebutuhan Guru PPPK dan Perbaikan Usulan ASN Tahun 2021. Dalam petunjuk teknis yang dikeluarkan Kementerian  Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia tersebut, tidak termasuk untuk guru agama. 

Bupati Sintang dalam surat tersebut menyampaikan permohonan agar dalam Program Pengangkatan Sejuta PPPK Guru Tahun 2021 tersebut, tidak hanya diperuntukan bagi guru kelas dan guru mata pelajaran non guru agama tetapi juga diharapkan bisa menampung formasi guru agama untuk SD dan SMP di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang.

“surat ini untuk merespon aspirasi yang disampaikan oleh Forum Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer Non Kategori 35 Tahun Keatas atau GTKHNK35+) Kabupaten Sintang terkait permohonan usulan formasi guru agama  dalam program pengangkatan sejuta guru PPPK Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Pemkab Sintang kekurangan guru agama juga sehingga kita minta agar dalam program pengangkatan sejuta guru PPPK bisa mengakomodir untuk guru agama juga” terang Bupati Sintang.

“sebagai bahan pertimbangan, kami menyampaikan data guru dan tenaga kependidikan yang ada dalam dapodik saat ini berjumlah 1. 762 guru dengan rincian sebagai berikut yakni kelompok usia diatas 35 tahun sebanyak 975 guru termasuk guru kelas sebanyak 585 orang, guru agama 117 orang, dan guru mata pelajaran non guru agama 273 orang. Untuk kelompok usia 35 tahun kebawah sebanyak 787 orang yang terdiri dari guru kelas 423 orang dan guru agama 63 orang dan guru mata pelajaran non guru agama sebanyak 301 orang” terang Bupati Sintang. 

“sehubungan dengan data diatas, maka kita mengharapkan agar program pengangkatan sejuta guru PPPK yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tidak hanya untuk menampung guru kelas dan guru mata pelajaran non guru agama saja, namun juga untuk dapat menampung formasi guru agama untuk Sekolah Dasar Negeri dan Sekolah Menengah Pertama Negeri di Lingkungan Pemkab Sintang yang memang kurangnya masih banyak” terang Bupati Sintang.

Dalam surat yang sudah dikirim tersebut, Bupati Sintang juga menembuskan surat tersebut ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Kementerian Agama Republik Indonesia, Kepala Badan Kepegawaian Negara Republik Indonesia, Gubernur Kalimantan Barat dan Ketua DPRD Kabupaten Sintang.

(Budi/Humas Pemda)

Senin, 08 Maret 2021

BUPATI SINTANG DAN WAKIL REKTOR UNU KALBAR, TEKEN NASKAH KERJASAMA

 

DelikBerita.com   Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH dan Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat Jasmin Haris, M. Pd melakukan penandatangan naskah kerjasama pada Senin, 8 Maret 2021 di Pendopo Bupati Sintang. 

Turut hadir dalam acara penandatangan naskah kerjasama tersebut Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sintang Ustadz Syaiful Anam, Pengurus Persatua Guru Nahdlatul Ulama Kabupaten Sintang, dan Sekretaris Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Sintang.
Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH menyampaikan rasa bahagianya bisa bersilaturahmi dengan Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat. “kebutuhan suatu daerah hampir semuanya sama yaitu masyarakatnya cerdas dan sejahtera. Sehingga peranan perguruan tinggi dengan tri dharma perguruan tingginya bisa menjadi katalisator untuk mencapai kecerdasan dan kemakmuran umat di Kabupaten Sintang
“pada posisi ini, Pemkab Sintang selalu memberikan dukungan kepada perguruan tinggi yang ada di Kalimantan Barat. Sudah ada banyak universitas yang kami ajak bekerjasama dengan kami dalam membangun Sintang. Tentu kerjasama yang saling menguntungkan” terang Bupati Sintang
Silakan apa yang bisa UNU Kalbar bantu untuk Kabupaten Sintang. Dan kami siap sebagai lokasi pengabdian masyarakat, tempat penelitian dan bahkan kita siap untuk tempat proses belajar mengajarnya sehingga lulusannya nanti ada link and match sehingga lulusan UNU Kalbar bisa mengabdi dan bekerja. Sehingga tidak semua lulusan perguruan tinggi hanya bercita-cita menjadi PNS karena sangat terbatas. Tapi juga mengabdi di bidang lain seperti pertanian. Silakan kerjasama ini ditindaklanjuti sampai pada teknisnya. Saya akan dibantu oleh Bappeda serta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan” terang Bupati Sintang 
Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat Jasmin Haris, M. Pd menyampaikan naskah kerjasama ini dalam rangka membangun silaturahmi dan kerjasama dalam meningkatkan kesejahteraan dan kecerdasan manusia yang memang terkait langsung dengan tri dharma perguruan tinggi. 
“terima kasih sudah menerima Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat di Kabupaten Sintang ini. UNU Kalbar sudah berdiri 6 tahun lalu dengan kampus berada di Jalan Ayani II Kubu Raya. Kerjasama ini merupakan tindak lanjut dari kerjasama yang terdahulu yang sudah di jalin sebelumnya. Kerjasama ini merupakan perpanjangan saja” terang Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat Jasmin Haris, M. Pd
“Kerjasama ini kami harapkan ada peningkatan dari kerjasama sebelumnya. Sehingga ke depan akan ada banyak putra daerah Kabupaten Sintang yang bisa belajar di UNU Kalbar. Dalam kerangka kerjasama ini, UNU Kalbar dan Pemkab Sintang, diharapkan saling menguntungkan kedua belah pihak. Kami sebagai  perguruan tinggi akan memberikan kegiatan yang berhubugan dengan pengabdian masyarakat dan upaya mensejahterakan masyarakat. Mudah-mudahan kerjasama ini dapat memberikan kontribusi yang positif bagi Pemkab Sintang dan UNU Kalbar. Kami mohon doa agar kerjasama ini di ridhoi oleh ALLah SWT” terang Wakil Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Barat Jasmin Haris, M. Pd.

(Akbar/Humas Pemda)
© Copyright 2019 DelikBerita | All Right Reserved