Jumat, 02 Oktober 2026

Bupati Ketapang Lantik 115 ASN, Tekankan Pentingnya Responsif terhadap Keluhan Masyarakat ‎


bupati memimpin pelantikan aparatur sipil negara jumat 02/10/2026

DelikBerita.com Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 115 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang. Pelantikan berlangsung pada Jumat (2/10/2026) di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati Ketapang. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Alex menekankan agar para ASN yang baru dilantik mampu bekerja dengan baik dan responsif terhadap berbagai keluhan masyarakat. ‎

Dari 115 ASN yang dilantik, sebanyak 59 orang menduduki jabatan administrator dan 56 orang menduduki jabatan pengawas. ‎

Dalam arahannya, Alexander menegaskan bahwa jabatan yang diberikan bukan sekadar amanah administratif, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik. ‎

“Kinerja bapak ibu diukur dari kepuasan masyarakat. Saya tuntut ASN yang baru dilantik harus bekerja dengan baik dan responsif, responsif terhadap keluhan-keluhan masyarakat,” tegas Bupati. ‎

Ia meminta para ASN menjalankan tugas dengan sepenuh hati serta tidak mengabaikan persoalan yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, kepuasan masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam melihat keberhasilan pelayanan pemerintah daerah. ‎

“Bekerjalah dengan sepenuh hati. Keberhasilan bapak ibu terlihat dari kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kita, karena pelayanan-pelayanan adalah muka dari pemerintah daerah,” ujarnya. ‎

Alexander juga menegaskan bahwa kinerja ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang akan turut menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintahan yang dipimpinnya bersama Wakil Bupati Jamhuri Amir. ‎

“Kinerja bapak ibu menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintahan saya dan Bapak Wakil Bupati Jamhuri Amir,” katanya. ‎

Melalui pelantikan tersebut, Alexander berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta lebih peka dan cepat dalam merespons kebutuhan maupun keluhan masyarakat.

Sabtu, 22 Agustus 2026

Ikkramat Gelar Shalat Istisqa di Keraton Matan


Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, hadir dalam pelaksanaan Salat Istisqa di Keraton Matan, Sabtu (22/8).

DelikBerita.com Sekitar 500 orang melaksanakan shalat Istisqa di halaman Keraton Matan, Kecamatan Benua Kayong, Sabtu (22/8). Shalat ini merupakan ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan di Ketapang.

Shalat Istisqa yang digelar Dewan Mangku Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (DM Ikkramat) tersebut dihadiri Bupati Ketapang, Alexander Wilyo.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus Ikkramat yang telah menyelenggarakan Shalat Istisqa dengan penuh khidmat,” kata Alex.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi daerah.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini sebagai ikhtiar batin menghadapi musim kemarau, sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarumat dan antargolongan,” ujarnya.

Alex menegaskan, kehadirannya di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmennya sebagai kepala daerah untuk mengayomi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.

“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Mari kita jaga, rawat, dan doakan bersama agar senantiasa diberkahi air hujan, ketenteraman, dan kesejahteraan,” ajaknya.

Dia berharap doa dan ikhtiar yang dilakukan bersama tersebut mendapat rida Tuhan Yang Maha Kuasa serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Ketapang.

“Semoga doa dan ikhtiar kita semua dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan membawa keberkahan bagi seluruh warga Ketapang,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum DM Ikkramat, Uti Royden Top, mengatakan Salat Istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan hujan belum kunjung turun di wilayah Ketapang.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk sumbangsih Ikkramat kepada pemerintah daerah dan masyarakat Ketapang dalam menghadapi kondisi kemarau melalui ikhtiar batin.

“Kita berharap doa dan ikhtiar bersama ini diijabah Allah SWT. Semoga Ketapang dihindarkan dari segala bencana dan segera diberikan hujan yang berkah serta bermanfaat bagi seluruh makhluk hidup,” ujarnya.

Uti Royden juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Ketapang yang menyempatkan diri melihat langsung pelaksanaan Salat Istisqa. Kehadirannya menunjukkan hubungan yang baik antara ulama dan umara dalam membangun Ketapang secara bersama-sama.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bupati Ketapang. Beliau sudah kami anggap sebagai bagian dari keluarga besar Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura. Kehadiran beliau juga menunjukkan bahwa ulama dan umara dapat berjalan seiringan dengan baik,” pungkasnya. (*)

Minggu, 02 Agustus 2026

Jadikan MTQ untuk Meneguhkan Persaudaraan dan Membangun Kalbar yang Harmonis


Bupati, Wabup, Sekda dan Ketua DPRD Ketapang menyapa Kafilah Ketapang saat melakukan parade defile pada MTQ XXXIV Kalbar di Kayong Utara, Minggu (2/8) malam.

DelikBerita.com Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Kalbar di Kayong Utara, Minggu (2/8) malam. Pembukaan MTQ secara resmi dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.

Acara pembukaan juga dihadiri Osman Sapta Odang beserta istri, Hildi Hamid, Raja Sapta Oktohari selaku Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Daud Yordan Anggota DPD RI, Boyman Harun, Anggota DPR RI, dan tamu undangan lainnya.

Pembukaan MTQ berlangsung semarak dengan penampilan atraksi drumband, parade defile seluruh kafilah, serta pertunjukan seni yang memukau ribuan warga dan tamu undangan yang memadati kawasan Pantai Pulau Datok.

“Bagi saya, MTQ merupakan ikhtiar untuk membumikan nilai-nilai luhur Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, keadilan, kasih sayang, saling menghormati, dan semangat kebersamaan adalah nilai-nilai universal yang menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis,” ungkap Alex.

Alex mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kayong Utara beserta seluruh panitia atas suksesnya penyelenggaraan pembukaan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kehangatan sambutan, semangat kebersamaan, serta antusiasme masyarakat menjadi cerminan bahwa nilai-nilai persaudaraan terus tumbuh dan mengakar di tengah kehidupan masyarakat Kalimantan Barat.

Kepada Kafilah Kabupaten Ketapang, Alex berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian MTQ dengan penuh semangat, disiplin, dan percaya diri. “Tampilkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas, menjaga nama baik daerah, serta menjadikan MTQ sebagai momentum untuk memperdalam kecintaan terhadap Alquran sekaligus mempererat tali persaudaraan antarkafilah,” pesannya.

Dia berharap semoga MTQ XXXIV Kalbar tidak hanya melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang berprestasi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, merawat harmoni dalam keberagaman, serta menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat demi terwujudnya Kalimantan Barat yang semakin maju, damai, sejahtera, dan penuh berkah. (*)

Rabu, 08 Juli 2026

Bupati Hadiri Pentahbisan Imam Baru di Simpang Hulu


Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri upacara pentahbisan empat imam baru Keuskupan Ketapang di Simpang Hulu, Rabu (8/7)

DelikBerita.com Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri upacara pentahbisan empat imam baru Keuskupan Ketapang yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi, pada Rabu (8/7). Prosesi ini berlangsung di Gereja Paroki St. Martinus Balai Berkuak, Kecamatan Simpang Hulu.

Alex menyampaikan ucapan selamat kepada para imam yang baru ditahbiskan. Dia berharap mereka senantiasa diberikan kesehatan dan keteguhan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada umat.

Alex juga menekankan pentingnya esensi pelayanan bagi seluruh elemen kepemimpinan, baik di jajaran pemerintahan maupun di lembaga keagamaan.

“Bagi saya, setiap amanah yang diemban memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk membawa kebaikan bagi masyarakat luas,” kata Alex.

“Sebagai kepala daerah, amanah yang saya terima dari masyarakat adalah untuk melayani seluruh warga Kabupaten Ketapang tanpa membeda-bedakan, secara adil dan merata. Kita semua memiliki tanggung jawab di bidang masing-masing untuk menghadirkan pelayanan yang membawa manfaat dan kedamaian bagi sesama,” tambahnya.

Dia juga menyoroti bahwa kehadiran para pemuka agama di tengah-tengah masyarakat memiliki peran krusial sebagai benteng moral dan pendamping spiritual yang menjaga keseimbangan sosial, terutama dalam menghadapi tantangan zaman saat ini.

Alex mengajak seluruh pemuka agama, tokoh adat, dan elemen masyarakat yang hadir untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. “Keberagaman yang dimiliki Kabupaten Ketapang adalah kekayaan hakiki yang harus dijaga bersama melalui semangat gotong royong,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia mengajak untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan membangun Kabupaten Ketapang sebagai rumah besar bagi semua. Lewat kerja sama yang erat antara pemerintah, pemuka agama, dan seluruh lapisan masyarakat dapat mewujudkan cita-cita besar pembangunan yang berkeadilan demi Ketapang yang maju dan mandiri. (*)

Selasa, 16 Juni 2026

MTQ XXXIII Ketapang Ditutup, Delta Pawan Raih Juara Umum


Wabup Ketapang, Jamhuri Amir, menyerahkan piala kepada Kafilah Delta Pawan yang berhasil menjadi juara umum, Selasa (16/6).

DelikBerita.com Musabaqah Tilawatil Quran MTQ XXXIII Ketapang yang digelar di Kecamatan Muara Pawan, secara resmi ditutup pada Selasa (16/6) malam. Kecamatan Delta Pawan berhasil keluar sebagai juara umum.

Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, yang menutup acara tersebut mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi pada ajang tersebut.

“Prestasi ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Ketapang pada ajang yang lebih tinggi,” katanya.

Kepada peserta yang belum berhasil menjadi juara, dia berpesan agar tidak berkecil hati dan terus meningkatkan kemampuan.

“Partisipasi dan semangat yang telah ditunjukkan merupakan prestasi tersendiri. Teruslah belajar dan berlatih, karena kesempatan untuk meraih keberhasilan selalu terbuka di masa yang akan datang,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh dewan hakim yang telah menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab sehingga seluruh proses penilaian dapat berlangsung secara objektif dan akuntabel.

Jamhuri mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat MTQ sebagai energi positif dalam membangun generasi Qurani yang berakhlak mulia, cerdas, berdaya saing, serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.

“Semoga melalui MTQ XXXIII ini kecintaan masyarakat terhadap Alquran semakin meningkat, nilai-nilai Qurani semakin membumi dalam kehidupan sehari-hari, serta silaturahmi yang telah terjalin terus terpelihara demi terwujudnya Kabupaten Ketapang yang maju, mandiri, religius, dan sejahtera,” tuturnya.

Ketua Panitia MTQ XXXIII, Sapwan Noor, mengatakan secara umum seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, tertib, aman, dan lancar. Mulai dari penerimaan kafilah, pelaksanaan perlombaan, pelayanan konsumsi, kesehatan, keamanan, hingga penutupan dapat terlaksana berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Ketapang, LPTQ, Pemerintah Kecamatan Muara Pawan, dan seluruh masyarakat.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta dan masyarakat apabila selama penyelenggaraan masih terdapat kekurangan.

“Kami sebagai panitia pelaksana dengan setulus hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kelalaian, kesalahan, maupun kekurangan dalam pelayanan kafilah, pelaksanaan lomba, maupun komunikasi selama kegiatan berlangsung. Segala kesalahan datang dari kami sebagai panitia, sedangkan kebenaran datangnya dari Allah SWT,” ucapnya.

Prosesi penutupan semakin khidmat dengan penurunan bendera LPTQ oleh pasukan Paskibraka yang menandai berakhirnya MTQ XXXIII Tahun 2026.

Selanjutnya, bendera LPTQ diserahkan kepada Kecamatan Matan Hilir Utara yang akan menjadi tuan rumah MTQ XXXIV Tingkat Kabupaten Ketapang pada 2027. (*)

Sabtu, 13 Juni 2026

MTQ Ketapang Dimulai, Bupati Targetkan Naik Peringkat di Tingkat Kalbar


Bupati dan Forkopimda Ketapang menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya MTQ XXXIII Ketapang, Sabtu (13/6) malam.

DelikBerita.com Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIII Ketapang resmi dimulai. Acara pembukaan dilaksanakan di halaman Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang, Sabtu (13/6) malam.

Pembukaan MTQ ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pemukulan bedug oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, didampingi Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, Kepala Kantor Kementerian Agama Ketapang, unsur Forkopimda, Ketua Umum LPTQ Kalbar, Ketua Umum LPTQ Ketapang, Ketua MUI, serta Camat Muara Pawan.

Rangkaian pembukaan diawali dengan penyambutan tamu melalui atraksi pencak silat dari PS Putra Kayong. Dilanjutkan dengan penampilan Gendang Tas MABM Muara Pawan, serta defile kafilah dari 19 Kecamatan se-Ketapang yang menambah semarak suasana.

Kemegahan acara semakin terasa dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh hadirnya Qari nasional, Muhammad Zian Fahrezi, yang merupakan juara I MTQ Internasional di Irak pada 2026.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengapresiasi kepada seluruh panitia, LPTQ, Kementerian Agama, Pemerintah Kecamatan Muara Pawan, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga MTQ XXXIII dapat terselenggara dengan baik.

“MTQ bukan hanya ajang perlombaan untuk mencari qari, qariah, hafizh, dan hafizhah terbaik. Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana syiar Islam, media dakwah, serta wahana untuk menumbuhkan kecintaan umat terhadap Alquran,” kata Alex.

Menurutnya, Alquran tidak hanya harus dibaca dengan baik dan benar, tetapi juga dipahami, dihayati, serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman hidup dan landasan moral dalam membangun masyarakat yang damai, maju, dan berkeadaban.

Mengusung tema “Merajut Silaturrahmi, Menebar Cahaya Ilahi, Membumikan Nilai-Nilai Qurani Untuk Mewujudkan Ketapang Maju dan Mandiri”, Alex berharap MTQ menjadi momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman.

Dia menambahkan, MTQ merupakan milik seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang, bukan hanya umat Islam, sehingga Pemerintah Kabupaten Ketapang memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap pelaksanaannya.

Menjelang MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara, dia menargetkan peningkatan prestasi Kabupaten Ketapang.

“Tahun lalu kita berada di peringkat lima besar. Tahun ini saya menargetkan minimal naik ke peringkat empat atau bahkan tiga besar. Pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh untuk mencapainya,” tegasnya.

Alex menilai kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral dan spiritual masyarakatnya.

“Saya selalu memberikan perhatian kepada alim ulama dan meminta saran serta pendapat mereka. Membangun Ketapang menuju daerah yang maju dan mandiri tidak bisa hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusianya, mentalnya, akhlaknya, adabnya, dan imannya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan menjadikan Ketapang sebagai rumah besar yang dihuni berbagai suku dan agama dengan semangat kebersamaan.

Dia juga berharap MTQ mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam bidang tilawah dan hafalan, tetapi juga berakhlak mulia, berprestasi, cerdas, religius, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.

Kepada seluruh peserta, dia berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, kejujuran, sportivitas, dan menjadikan MTQ sebagai sarana meningkatkan kemampuan serta mempererat persaudaraan.

Sementara kepada dewan hakim, Alex meminta agar menjalankan tugas secara profesional dan penuh integritas sehingga mampu menghasilkan peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Ketapang pada ajang yang lebih tinggi.

Ketua Panitia MTQ XXXIII, Abdurani, mengatakan seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang turut ambil bagian dalam pelaksanaan MTQ tahun ini.

Selain peserta dari 20 kecamatan, kegiatan juga didukung sekitar 200 orang yang terdiri atas panitia kabupaten, dewan hakim, panitera, tim kesehatan, dan tim keamanan.

Berbagai cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi Tilawah Alquran, Hifzhil Quran, Fahmil Quran, Syarhil Quran, Khattil Quran, serta sejumlah cabang lainnya sesuai ketentuan LPTQ Kabupaten Ketapang.

Pelaksanaan MTQ XXXIII berlangsung di tujuh arena yang telah disiapkan oleh panitia bersama Pemerintah Kecamatan Muara Pawan dengan dukungan berbagai unsur masyarakat.

Abdurani menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang, LPTQ Kabupaten Ketapang, sponsor, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf apabila pada hari pertama pelaksanaan masih terdapat kekurangan dalam pelayanan kepada peserta.

“Kami akan terus melakukan evaluasi demi memberikan pelayanan yang lebih baik selama pelaksanaan MTQ berlangsung dan berharap masukan yang konstruktif untuk penyelenggaraan di masa mendatang,” ujarnya.

Kemeriahan pembukaan MTQ XXXIII Ketapang 2026 ditutup dengan penampilan tari kolosal Tari Manggar yang memadukan unsur budaya lokal dengan semangat religius, sekaligus menjadi penutup rangkaian seremoni pembukaan yang berlangsung meriah dan penuh khidmat. (*)

Jumat, 06 Maret 2026

Wagub Safari Ramadan ke Ketapang

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyambut kedatangan silaturahmi Wagub Kalbar, Krisantus Kurniawan, Jumat (6/3).

DelikBerita.com Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, melaksanakan safari Ramadan di Pendopo Bupati Ketapang, Jumat (6/3) malam. Kedatangan Wagub disambut langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, dan Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, serta jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang.

Kehadiran Wakil Gubernur beserta rombongan menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat dan Pemerintah Kabupaten Ketapang dalam mendorong pembangunan daerah.

Alex mengatakan, momentum ini dinilai bukan sekadar kunjungan silaturahmi Ramadan, tetapi juga menjadi energi positif bagi percepatan pembangunan di Kabupaten Ketapang.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kehadiran Bapak Wakil Gubernur beserta rombongan. Kehadiran beliau di bulan suci Ramadan ini tentu membawa kebahagiaan bagi masyarakat Ketapang. Semoga kunjungan silaturahmi ini membawa kebaikan dan keberkahan bagi daerah kita,” ungkap Alex.

Dia juga berharap agar Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat terus memberikan dukungan terhadap pembangunan daerah, khususnya pada sektor infrastruktur yang menjadi penggerak utama aktivitas ekonomi dan konektivitas antarwilayah di Kabupaten Ketapang.

Sementara itu, Wakil Gubernur Kalimantan Barat, Krisantus Kurniawan, mengapresiasi sambutan hangat dari jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang.

Dia mengajak seluruh masyarakat untuk memaknai bulan suci Ramadan sebagai momentum memperkuat persatuan, toleransi, dan kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Kalimantan Barat.

“Keberagaman yang ada di Kalimantan Barat adalah kekuatan kita bersama. Tidak perlu lagi memperdebatkan siapa asli atau pendatang, karena pada hakikatnya kita semua adalah keluarga besar Kalimantan Barat,” kata Krisantus.

Dalam rangkaian kegiatan Safari Ramadan tersebut, juga dilaksanakan penyerahan berbagai bantuan sebagai bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat. Bantuan tersebut disalurkan kepada sejumlah perangkat daerah, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), serta hibah untuk rumah ibadah dan pondok pesantren di Kabupaten Ketapang.

Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan menutup rangkaian Safari Ramadan malam itu, sekaligus memperkuat komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten dalam membangun Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Ketapang, menuju daerah yang semakin maju, harmonis, dan sejahtera.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang dihadiri unsur Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat. (*)

Rabu, 04 Maret 2026

Bupati Buka Puasa Bersama di Keraton Matan

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyalaman Meriam Pusaka Padam Pelite di di Keraton Matan, Kelurahan Mulia Kerta, Kecamatan Benua Kayong, Rabu (4/3).

DelikBerita.com Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengatakan silaturahmi dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja. Salah satunya pada momen suci Ramadan melalui agenda buka puasa bersama.

“Ini menjadi kesempatan istimewa bagi saya untuk mempererat tali persaudaraan dengan seluruh elemen masyarakat,” ungkap Alex saat menghadiri acara buka puasa bersama dengan Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (Ikkramat) di Keraton Matan, Kelurahan Mulia Kerta, Rabu (4/3).

Kedatangan rombongan bupati disambut dengan penuh kehormatan melalui serangkaian prosesi adat kerajaan yang kental. Dimulai dengan atraksi Silat Kutemare yang memukau dan pengalungan syal kerajaan. Suasana sakral semakin terasa saat prosesi diawali dengan dentuman Meriam Pusaka Padam Pelite.

Sebagai bentuk penghormatan dan doa restu, prosesi dilanjutkan dengan ritual Tepung Tawar. “Bagi saya, tradisi Tepung Tawar ini bukan sekadar seremoni. Ini adalah warisan budaya Melayu yang sarat makna penyucian diri, keselamatan, serta harapan kebaikan bagi tamu yang dimuliakan,” paparnya.

Dalam kesempatan tersebut, Alex kembali menegaskan komitmen bahwa Ketapang adalah rumah besar bersama bagi semua golongan. “Sebagai pemimpin bagi semua suku dan agama, saya memandang keberagaman ini adalah kekuatan utama kita,” ujarnya.

Menurutnya, Keraton Matan bukan sekadar bangunan bersejarah, melainkan aset negara dan daerah yang sangat berharga. Sebagai warisan luhur, Keraton perlu terus menjadi perhatian semua pihak agar nilai-nilainya tetap hidup dan menjadi kompas moral bagi generasi mendatang.

“Ada kebanggaan tersendiri saat saya turut serta menyalakan Meriam Padam Pelite sebelum waktu berbuka tiba. Penyulutan meriam pusaka yang telah berusia ratusan tahun ini adalah bagian dari upaya kita bersama dalam melestarikan sejarah dan menjaga marwah daerah,” katanya.

Alex sangat mengapresiasi bagaimana keluarga besar Ikkramat merawat benda pusaka mereka, termasuk sepasang meriam pusaka (laki-laki dan perempuan) yang masih aktif hingga kini. Menjaga tradisi dan aset seperti ini adalah bagian dari tanggung jawab untuk memastikan identitas Ketapang tetap kokoh.

“Melalui sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga adat, saya berharap Ketapang terus tumbuh sebagai rumah yang nyaman, damai, dan penuh penghormatan terhadap akar sejarahnya bagi kita semua,” harapnya. (*)

Sabtu, 14 Februari 2026

Ribuan Pelajar Ikuti Pawai Tahrib Ramadan

Peserta Pawai Tahrib Ramadan antusias mengikuti pawai dengan berjalan kaki.

DelikBerita.com Ribuan pelajar dari berbagai tingkatan sekolah di Ketapang mengikuti Pawai Tarhib Ramadan 1447 Hijriah yang digelar Pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Sabtu (14/2) kemarin. Pawai dimulai dari halaman Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang.

Pawai dilepas oleh Asisten Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Heryandi. Pawai ini diiringi dengan atraksi drumband membuat semakin semaraknya kegiatan ini.

Heryandi menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar tradisi tahunan. “Pawai Tahrib Ramadan bukan sekadar tradisi seremonial tahunan. Kegiatan ini merupakan wujud kegembiraan dan rasa syukur kita sebagai umat Islam dalam menyambut bulan yang penuh rahmat, ampunan, dan keberkahan,” katanya.

Dia menjelaskan, Ramadan adalah bulan pendidikan spiritual, bulan pembinaan akhlak, serta momentum untuk memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat.

Dia mengaku bangga atas antusiasme masyarakat Kabupaten Ketapang, khususnya anak-anak yang turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

“Saya merasa bangga melihat antusiasme masyarakat Kabupaten Ketapang, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua, yang turut serta memeriahkan pawai ini. Semangat kebersamaan seperti inilah yang harus terus kita jaga sebagai modal sosial dalam membangun daerah yang religius, harmonis, dan penuh toleransi,” ucapnya.

Heryandi juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum memperbaiki diri dan memperkuat persatuan.

“Jadikan Ramadan sebagai titik awal memperbaiki diri, meningkatkan kualitas ibadah, mempererat silaturahmi, serta memperkuat persatuan dan kesatuan. Mari kita sambut Ramadan dengan hati yang bersih, niat yang tulus, serta komitmen untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” ajaknya.

Dia berharap agar Ramadan membawa kebaikan bagi seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang. “Semoga Tuhan yang maha kuasa senantiasa memberikan kekuatan kepada kita semua untuk menjalankan ibadah puasa dengan penuh keimanan dan keikhlasan, serta menjadikan Kabupaten Ketapang sebagai daerah yang maju, sejahtera, dan diberkahi,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Masjid Agung Al-Ikhlas Ketapang, Abdulbad H.A Rani, mengatakan kegiatan ini rutin dilaksanakan pengurus Masjid Agung Al-Ikhlas bersama Remaja Masjid Al-Ikhlas Ketapang.

“With semangat kebersamaan, saya berharap Ramadan tahun ini menjadi momentum memperkuat keimanan dan meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah SWT,” harapnya.

Pawai ini dimulai dari halaman Masjid Agung Al-Ikhlas, kemudian melewati jalan KH. Mansur, Jalan R. Suprapto, Jalan MT.Haryono, Jalan H. Agus Salim dan kembali lagi ke halaman Masjid Agung Al-Ikhlas. (*)

Selasa, 10 Februari 2026

Hadiri Harlah NU, Wabup Ajak Warga Nahdliyin Berpikir Futuristik

Wabup Ketapang, Jamhuri Amir, menerima potongan tumpeng dari Ketua PCNU Ketapang, KH. Abdullah Alfakir, di Gedung Bintang 9 PCNU Ketapang, Selasa (10/2).

DelikBerita.com Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, menghadiri peringatan Harlah 103 Tahun Hijriyah dan 100 Tahun Masehi Nahdlatul Ulama, Selasa (10/2) malam. Acara ini digelar PCNU Ketapang di Gedung Bintang 9 PCNU Ketapang.

“Usia 103 tahun bukanlah usia yang muda. NU telah terbukti konsisten menjadi pilar kebangsaan, merawat tradisi, dan membimbing umat dengan ajaran ahlussunnah wal jamaah an-nahdliyah yang moderat, toleran, dan seimbang,” kata Jamhuri.

Dia menjelaskan, tema Harlah NU tahun ini, yaitu “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Mulia” bermakna komitmen aktif untuk mempertahankan kedaulatan bangsa, sekaligus berikhtiar membawa indonesia menjadi negara maju, bermartabat, dan berakhlak mulia di tingkat global.

Menurutnya, ini adalah seruan untuk mengisi kemerdekaan dengan penguasaan ilmu pengetahuan, akhlakul karimah, dan kontribusi nyata dalam membangun peradaban yang adil serta beradab.

“Hal ini sejalan dengan tekad kita bersama untuk menjadikan NU sebagai mitra strategis pemerintah dalam memacu pembangunan daerah, meningkatkan kualitas sdm, dan menjaga kondusifitas wilayah,” ungkap Jamhuri.

Dia menambahkan, NU di Ketapang adalah benteng yang kokoh dalam merawat persatuan. Oleh karena itu, dia sangat mengapresiasi peran NU yang senantiasa menyejukkan situasi, mendidik umat dengan karakter yang berakhlak mulia, serta terus aktif dalam kegiatan sosial keagamaan.

“Di momentum Harlah ke-103 ini, saya berharap NU terus menjadi teladan dalam toleransi dan kerukunan umat beragama, terutama di tengah keberagaman masyarakat kita. Sinergi antara NU dan Pemkab semakin diperkuat, khususnya dalam program pemberdayaan ekonomi umat, pendidikan pesantren, dan kesehatan,” harapnya.

Dia juga berharap warga Nahdliyin dapat terus berpikir futuristik agar NU tidak hanya kuat secara tradisi, tetapi juga adaptif terhadap teknologi dan kemajuan zaman. “Semoga di usia yang baru ini, NU semakin kokoh, jaya, dan tak henti memberi manfaat, tidak hanya bagi Nahdliyin, tetapi bagi seluruh masyarakat kabupaten ketapang dan Indonesia. Terima kasih atas dedikasi dan pengabdian luar biasa seluruh warga NU,” harapnya. (*)

Rabu, 19 Oktober 2022

Sekda Sintang Hadiri Peresmian Agung Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau

DelikBerita.com   Bupati Sintang yang diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si menghadiri peresmian Gereja Agung milik umat Katolik Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau Jl. Merdeka Barat, Kecamatan Sekadau Hilir pada  Rabu, 19 Oktober 2022.

Gereja Katolik tersebut diresmikan oleh Bupati Sekadau Aron, dan diberkati oleh Uskup Keuskupan Sanggau Mgr Julius Mencucini CP. Diperkirakan lebih dari 2000 umat menghadiri peresmian dan misa perdana di Gereja Katolik terbesar di Kabupaten Sekadau itu. Baik yang berasal dari stasi dan Paroki di Kabupaten Sekadau serta para undangan dari luar Kabupaten Sekadau

Usai peresmian, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si menyampaikan selamat kepada umat Katolik Paroki Santo Petrus dan Paulus Sekadau Kabupaten Sekadau yang baru saja meresmikan gerejanya yang indah dan megah. 

“saya lihat ini salah satu gereja yang cukup bagus modern dan luar biasa. Gereja ini cukup megah di Kabupaten Sekadau dan pasti umat disini bangga bisa memiliki gedung gereja yang modern” terang Yosepga Hasnah

“saya dengar tadi, kapasitas gereja ini bisa menampung kurang lebih 2.000 umat. Lokasinya juga ada di pinggir jalan. Sangat strategis lokasinya. Selamat untuk umat Katolik di Kabupaten Sekadau” tambah Yosepha Hasnah

Bupati Sekadau Aron mengucapkan selamat atas peresmian gereja agung tersebut. Dengan bangun yang cukup megah, dirinya berharap agar kegiatan keagamaan difokuskan di gereja tersebut.

Dirinya juga mengatakan, dengan bantuan dari pemerintah daerah yang cukup besar dengan kualitas yang sangat luar biasa, dirinya sangat bangga dan mengapresiasi kepada panitia yang sudah bekerja untuk menyelesaikan pembangunan tersebut.

“Saya mengucapkan terimakasih dan selamat kepada umat atas Diresmikan gereja yang baru ini.

Dengan bantuan dari Pemda 31, 5 miliar ini dan cukup besar kami merasa puas dengan kualitas yang luar biasa ini kami sangat bangga,” ucapnya.

“Gereja Agung, masjid agung, dan Cristian Center akan menjadi ikon Kabupaten Sekadau. Dan ini merupakan gereja yang terbesar di Kabupaten Sekadau,” timpalnya.
Diketahui peletakkan batu pertama Gereja Agung Sekadau mulai dibangun pada Sabtu 27 Januari 2018. Pembangunan pun dilakukan secara bertahap hingga akhirnya pada 19 Oktober 2022 diresmikan dan dilaksanakan misa perdana di pimpin oleh Uskup Keuskupan Sanggau, Mgr. Julius Giulio Mencuccini, C.P.


(HP/red).

Sabtu, 08 Oktober 2022

Wabup Sintang Mulai Tinggal di Rumah Dinas, Umat 3 Agama Gelar Doa di Langkau Kita

DelikBerita.com    Wakil Bupati Sintang Melkianus, S. Sos bersama keluarga sudah resmi menempati rumah dinas Wakil Bupati Sintang di Jalan Ahmad Yani Kelurahan Alai Kecamatan Sintang.

Atas penempatan rumah dinas tersebut, Wakil Bupati Sintang dan keluarga melakukan doa bersama secara Islam pada Kamis, 6 Oktober 2022 malam, misa syukur secara tata cara Katolik pada Jumat, 7 Oktober 2022 malam dan ibadah dengan tata cara Kristen Protestan pada Sabtu, 8 Oktober 2022 malam. 

Pada Jumat, 7 Oktober 2022 sore,  dilaksanakan misa syukur di Aula Rumah Dinas Wakil Bupati Sintang. Misa dipimpin oleh Romo Ariston, SMM dan dihadiri oleh Suster, Melkianus Wakil Bupati Sintang dan Ny. Rita Cendanawangi Melkianus, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang  Yosepha Hasnah, Anggota DPRD Kabupaten Sintang, Ny. Maria Magdalena Sudiyanto, Pimpinan OPD dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang serta umat Katolik lainnya.

Wakil Bupati Sintang Melkianus menyampaikan rasa senangnya karena umat beragama bisa berdoa di rumah dinas Wakil Bupati Sintang.

"Ini adalah rumah kita bersama. Kami bersama keluarga berterima kasih atas doa seluruh umat di sini. Kami yakin doa kita didengar dan dikabulkan oleh Tuhan" terang Melkianus.
 
Wakil Bupati Sintang juga mengajak umat yang hadir untuk berdoa sejenak untuk almarhum Yosep Sudiyanto.

"mohon doa dan dukungan seluruh masyarakat Kabupaten Sintang agar saya bisa menjalankan tugas sebagai Wakil Bupati Sintang untuk mendampingi Bapak Bupati Sintang. Saya sudah dipilih oleh perwakilan masyarakat Kabupaten Sintang yang ada di DPRD Kabupaten Sintang" tambah Melkianus.

"mari kita jaga Kabupaten Sintang agar tetap damai dan harmonis. Sintang ini rumah besar kita bersama. Rumah dinas ini rumah bersama. Saya membuka rumah dinas ini untuk kegiatan umat dan seluruh masyarakat, tinggal diatur jadwal saja agar tidak berbenturan jadwalnya" terang Melkianus.
 
Ketua Dewan Pastoral Paroki Katedral Kristus Raja Sintang Yustinus J menjalankan umat Katolik hari ini berkumpul untuk ikut mendoakan agar Bapak Melkianus dan keluarga selalu diberkati dan dilindungi oleh Tuhan selama tinggal di rumah dinas ini.

 
"kami juga bersyukur atas terpilihnya Bapak Melkianus sebagai Wakil Bupati Sintang. Dan mendoakan agar Bapak Melkianus dan keluarga dilindungi Tuhan" terang Yustinus J
Pastor Ariston, SMM dalam kotbahnya menyampaikan setiap kita yang punya jabatan, maka amanah harus dijalankan dengan baik. 

"Iman harus kuat, untuk bisa menjalankan tugas dengan baik. Dalam menjalankan jabatan, kita semua hendaknya sehati sejiwa. Alkitab menceritakan bahwa orang-orang yang diangkat menjadi pejabat bukan dari kalangan berpendidikan. Tetapi mereka mampu menjalankan tugas karena iklas dan iman yang kuat" terang Pastor Ariston.

"Jabatan adalah amanah dan tugas dari Tuhan bagi kemuliaan dan kesejahteraan. Dalam sumpah jabatan sudah diucapkan, ada kalimat untuk Kesejahteraan rakyat. Maka dalam menjaga amanah tersebut harus sehati sejiwa dan melibatkan banyak orang" pesan Pastor Ariston.
 
"saat ini kualitas intelektual, spiritual, dan emosional harus baik. Seorang pemimpin harus memiliki tiga hal tersebut. 

Sehati sejiwa memperjuangkan Kesejahteraan dan kemakmuran rakyat Kabupaten Sintang. Apa pun jabatan kita, laksanakan kehendaki Allah sesuai kemampuan kita masing-masing" pesan Pastor Ariston.

Teman teman.  Waktu doa nya beda beda ya. Untuk doa bersama khusus umat Islam dilaksanakan pada Kamis, 6 Oktober 2022 malam kemarin. Umat Katolik malam ini. Dan umat Kristen Protestan malam minggu besok. Silakan di sesuaikan beritanya.


(HP/red).

Minggu, 11 September 2022

Perkuat Pemahaman Isu Keberagaman Pada Kalangan Umat Katolik, Paroki Katedral Kristus Raja Sintang Gelar Seminar

DelikBerita.com    Sintang - Paroki Katedral Kristus Raja Sintang melaksanakan Seminar Ilmiah tentang Gereja Sebagai Garam dan Terang Dalam Membangun Keberagaman Sintang di Balai Kenyalang pada Sabtu, 10 September 2022.

Seminar menghadirkan dua narasumber yakni Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Dr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap dan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sintang Kusnidar, S. Sos, MM. Seminar diikuti 200 umat Katolik dari berbagai organisasi.
 
Uskup Keuskupan Sintang Mgr. Dr. Samuel Oton Sidin, OFM. Cap dalam materinya menyampaikan umat Katolik hendaknya memahami makna terang dan garam dimanapun kita berada. 

"kita menghargai keberagaman di tengah masyarakat namun tidak mengurangi identitas kita sebagai umat Katolik. Garam kalau sudah kehilangan asinnya, maka akan dibuang karena fungsinya sudah tidak ada. Umat Kristen umumnya dipanggil menjadi terang dan garam dunia. Karena dalam kehidupan manusia ada kegelapan dan ketidaknyamanan. Maka Tuhan memanggil umat Kristen untuk menjadi terang dan garam dunia” terang Uskup Sintang.


“Kalau sejak dulu kondisi masyarakat sudah terang dan nyaman, maka tidak perlu lagi ada perintah untuk menjadi terang dan garam dunia. Terang itu harus terlihat. Sejak dulu, di dunia ini selalu ada ketidaknyamanan dan kegelapan. Kita umat Kristen Indonesia hadir untuk memberikan terang dan kebaikan. Kita sebagai anggota gereja, wajib membawa terang bagi kehidupan masyarakat dengan cara yang berbeda-beda sesuai dengan kemampuan dan profesi kita di masyarakat. Umat Katolik secara pribadi bisa menjadi terang dan garam bagi lingkungan tempat bekerja dan tempat tinggal” pesan Uskup Sintang.

“Kita harus mencintai keberagaman di tengah masyarakat. Dengan tetap setia dan memperkuat identitas kita sebagai umat Katolik. Hirarki Gereja Katolik tidak boleh terlibat dalam politik praktis seperti menjadi Bupati dan anggota DPRD. Kami juga tidak boleh menjadi pengurus partai politik. Kalau mau jadi pengurus partai, berhenti menjadi imam. Namun kami bertanggung jawab memberikan pendidikan politik supaya umat Katolik bisa berpolitik sesuai dengan ajaran gereja Katolik. Kami juga memahami, bahwa saat mendidik umat dalam politik tetapi dipersepsikan sebagai politik praktis. Kami bertanggungjawab menyampaikan pendidikan politik bagi umat” terang Uskup Sintang.


Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sintang Kusnidar menyampaikan bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan perbedaan dalam artian luas. 

"maka, siapapun yang tidak menghargai perbedaan dan keberagaman, maka dia tidak percaya dengan Tuhan. Adanya agama adalah supaya kita saling menghargai. Perbedaan tidak bisa dihindari, tetapi dihargai. Yang berbeda, jangan sampai disama-samakan. Dan yang sudah sama, jangan sampai di beda-bedakan” terang Kusnidar.

“kita memiliki Pancasila yang menjadi dasar negara. Pancasila itulah yang terbukti menyelamatkan bangsa kita hingga saat ini masih kokoh berdiri. Pancasila menjadi identitas nasional dalam menghadapi keberagaman. Sintang ini saja memiliki banyak bahasa dan budaya. Itu semua karya Tuhan yang luar biasa kepada manusia” terang Kusnidar.

“Karakter bangsa Indonesia adalah gotong royong, ramah dan santun, kepedulian sosial, dan kekerabatan. Kecerdasan emosional dibutuhkan 80 persen oleh manusia. Tetapi Kecerdasan intelektual hanya diperlukan 20 persen saja. Pintar itu perlu tetapi yang lebih penting adalah cerdas” tambah Kusnidar.

RD. Florianus Abong Pastor Kepala Paroki Katedral Kristus Raja Sintang menyampaikan bahwa seminar ini dilaksanakan untuk memeriahkan perayaan 90 tahun Paroki Katedral Kristus Raja Sintang. 

"Paroki Katedral Kristus Raja Sintang diusia yang ke 90 ini ingin mengambil peran lebih dalam untuk gereja, masyarakat dan bangsa Indonesia. Khususnya dalam kehidupan beragama dan bermasyarakat. Termasuk dalam menghadapi pemilu tahun 2024, supaya kita bisa tetap menjadi garam dan terang bagi masyarakat" terang RD. Florianus Abong.

Ketua Panitia Hari Ulang Tahun Ke 90 Paroki Katedral Kristus Raja Sintang Frans Seda menyampaikan bahwa seminar diikuti oleh anggota DPRD Sintang, Aparatur Sipil Negara di Pemkab Sintang, Rohaniwan Rohaniwati, Perwakilan DPP Paroki Keluarga Kudus Pandan, DPP Paroki Santo Martinus Kelam Permai, Pemuda Katolik, WKRI, KKMK, Guru Agama Katolik, Kelompok Kharismatik, Mahasiswa Unka, Stikara, STKIP Persada Khatulistiwa, Poltekes Kemenkes, Anggota TNI,  FKUB Sintang, utusan lingkungan, Legio Maria dan ISKA.

"Peserta sekitar 200 orang. Tema seminar adalah gereja sebagai garam dan terang dalam membangun keberagaman Sintang. Semoga seminar ini bermanfaat bagi gereja, masyarakat dan negara" terang Frans Seda.


(HP/red).

Kamis, 01 September 2022

Bimbing Calon Pengantin, KUA Sintang Masukkan Materi Pencegahan Stunting

DelikBerita.com    Sintang - Kantor Urusan Agama Kecamatan Sintang melaksanakan Bimbingan Calon Pengantin di Aula Kantor Urusan Agama Kecamatan Sintang pada Kamis, 1 September 2022.
 
Musri Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Sintang menyampaikan bahwa Bimbingan Calon Pengantin ini sebenarnya sudah rutin dilaksanakan oleh KUA Kecamatan Sintang. 

“untuk hari ini diikuti 10 pasangan calon pengantin yang akan menikah pada September dan Oktober 2022 ini. hadir juga para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Sintang. Selama ini sebulan ada tiga kali dilaksanakan bimbingan calon pengantin. Hanya materinya belum ada untuk pencegahan stunting. 

Maka ini kita mulai masukan, sebagai bentuk dukungan kami terhadap upaya mencegah dan menurunkan kasus stunting di Kabupaten Sintang” terang Musri.

“ini salah satu inovasi kami dalam memperkuat layanan kami kepada masyarakat. Ini kegiatan awal kami dan dilakukan secara mandiri oleh KUA Sintang. calon pengantin ini memang perlu bimbingan sebelum menikah. Mereka harus dibimbing dalam hal rumah tangga dan agama sehingga mereka siap untuk menikah” terang Musri.

“ke depan, akan kita benahi materi bimbingan calon pengantin dan bisa bekerjasama dengan banyak pihak. Kegiatan ini memang sesuai dengan arahan pemerintah pusat, untuk bersama mencegah stunting” papar Musri.

H. Anang Nurkholis dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang menyampaikan stunting ini masalah kita bersama dan masalah besar bagi bangsa Indonesia. 

“calon pengantin harus siap dari sisi umur, minimal 19 tahun.  Berencana itu keren, maka semua harus kita rencanakan dengan baik termasuk bagi calon pengantin ini. Mengurus stunting ini merupakan urusan kemanusiaan dan sosial. Kalau bisa Sintang tanpa stunting dan itu perlu kolaborasi banyak pihak” terang H. Anang Nurkholis.

Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Kalimantan Barat yang diwakili oleh Kepala Bidang Advokasi Pergerakan dan Informasi Aulia Arief menyampaikan Kasus stunting di Kabupaten Sintang ini terbesar kedua di Kalimantan Barat. 

Anak-anak yang sudah terkena stunting kita urus dengan baik dan yang belum juga kita urus lebih kuat lagi, salah satunya melalui  bimbingan calon pengantin ini. 

“jangan sampai anak-anak yang belum lahir terkena stunting juga. Jangan tambah kasus stunting di Kabupaten Sintang lagi. Kita cegah dari hulunya. Maka kami sangat mendukung apa yang dilaksanakan oleh KUA Sintang ini” terang Aulia Arief.

Maryadi Kepala Dinas Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sintang menyampaikan rasa senangnya bisa bertemu dengan calon pengantin yang akan segera melangsungkan pernikahan.

“pernikahan itu bukan hanya soal cinta, tetapi perlu kematangan usia, mental dan spiritual. BKKBN saat ini sudah tidak mewajibkan pasangan untuk hanya memiliki anak hanya dua. Empat juga boleh asal direncanakan soal jarak lahir. 

Perhatikan 4 Terlalu yakni jangan terlalu tua, terlalu muda, terlalu dekat jaraknya dan jangan terlalu banyak” terang Maryadi.

“saya senang ada kolaborasi dengan jajaran Kementerian Agama Kabupaten Sintang. Ke depan harus lebih diperkuat lagi dan kegiatan lebih banyak dalam hal pencegahan stunting ini” harap Maryadi.

Anggota Tim Satuan Tugas Stunting Provinsi Kalimantan Barat Namen menjelaskan bahwa untuk mencegah stunting ini memang diperlukan kolaborasi semua stakeholder yang ada di Kabupaten Sintang. 

“dan di Kabupaten Sintang kolaborasi sudah baik sekali. Ke depan, kami merencanakan untuk membentuk Desa Siaga Stunting. Saat ini kita sedang melakukan persiapan, dan sudah kita pilih salah satu desa di Kecamatan Sungai Tebelian” terang Namen.



(HP/red)
© Copyright 2019 DelikBerita | All Right Reserved