Jumat, 02 Oktober 2026

Bupati Ketapang Lantik 115 ASN, Tekankan Pentingnya Responsif terhadap Keluhan Masyarakat ‎


bupati memimpin pelantikan aparatur sipil negara jumat 02/10/2026

DelikBerita.com Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan 115 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang. Pelantikan berlangsung pada Jumat (2/10/2026) di Ruang Rapat Lantai 3 Kantor Bupati Ketapang. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Alex menekankan agar para ASN yang baru dilantik mampu bekerja dengan baik dan responsif terhadap berbagai keluhan masyarakat. ‎

Dari 115 ASN yang dilantik, sebanyak 59 orang menduduki jabatan administrator dan 56 orang menduduki jabatan pengawas. ‎

Dalam arahannya, Alexander menegaskan bahwa jabatan yang diberikan bukan sekadar amanah administratif, tetapi juga membawa tanggung jawab untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan dengan baik. ‎

“Kinerja bapak ibu diukur dari kepuasan masyarakat. Saya tuntut ASN yang baru dilantik harus bekerja dengan baik dan responsif, responsif terhadap keluhan-keluhan masyarakat,” tegas Bupati. ‎

Ia meminta para ASN menjalankan tugas dengan sepenuh hati serta tidak mengabaikan persoalan yang disampaikan masyarakat. Menurutnya, kepuasan masyarakat menjadi salah satu indikator penting dalam melihat keberhasilan pelayanan pemerintah daerah. ‎

“Bekerjalah dengan sepenuh hati. Keberhasilan bapak ibu terlihat dari kepuasan masyarakat terhadap pelayanan kita, karena pelayanan-pelayanan adalah muka dari pemerintah daerah,” ujarnya. ‎

Alexander juga menegaskan bahwa kinerja ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Ketapang akan turut menjadi tolok ukur keberhasilan pemerintahan yang dipimpinnya bersama Wakil Bupati Jamhuri Amir. ‎

“Kinerja bapak ibu menjadi tolak ukur keberhasilan pemerintahan saya dan Bapak Wakil Bupati Jamhuri Amir,” katanya. ‎

Melalui pelantikan tersebut, Alexander berharap para pejabat yang baru dilantik dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta lebih peka dan cepat dalam merespons kebutuhan maupun keluhan masyarakat.

Sabtu, 22 Agustus 2026

Ikkramat Gelar Shalat Istisqa di Keraton Matan


Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, hadir dalam pelaksanaan Salat Istisqa di Keraton Matan, Sabtu (22/8).

DelikBerita.com Sekitar 500 orang melaksanakan shalat Istisqa di halaman Keraton Matan, Kecamatan Benua Kayong, Sabtu (22/8). Shalat ini merupakan ikhtiar bersama untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau yang berkepanjangan di Ketapang.

Shalat Istisqa yang digelar Dewan Mangku Ikatan Keluarga Besar Kerajaan Matan Tanjungpura (DM Ikkramat) tersebut dihadiri Bupati Ketapang, Alexander Wilyo.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada pengurus Ikkramat yang telah menyelenggarakan Shalat Istisqa dengan penuh khidmat,” kata Alex.

Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ritual keagamaan, tetapi juga mencerminkan semangat kebersamaan, gotong royong, dan kepedulian masyarakat terhadap kondisi daerah.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif ini sebagai ikhtiar batin menghadapi musim kemarau, sekaligus memperkuat tali silaturahmi antarumat dan antargolongan,” ujarnya.

Alex menegaskan, kehadirannya di tengah masyarakat merupakan bagian dari komitmennya sebagai kepala daerah untuk mengayomi seluruh masyarakat tanpa membedakan suku, agama, maupun golongan.

“Ketapang adalah rumah besar kita bersama. Mari kita jaga, rawat, dan doakan bersama agar senantiasa diberkahi air hujan, ketenteraman, dan kesejahteraan,” ajaknya.

Dia berharap doa dan ikhtiar yang dilakukan bersama tersebut mendapat rida Tuhan Yang Maha Kuasa serta membawa keberkahan bagi seluruh masyarakat Ketapang.

“Semoga doa dan ikhtiar kita semua dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dan membawa keberkahan bagi seluruh warga Ketapang,” harapnya.

Sementara itu, Ketua Umum DM Ikkramat, Uti Royden Top, mengatakan Salat Istisqa digelar sebagai bentuk ikhtiar bersama menghadapi musim kemarau berkepanjangan yang menyebabkan hujan belum kunjung turun di wilayah Ketapang.

Dia menjelaskan, kegiatan tersebut juga merupakan bentuk sumbangsih Ikkramat kepada pemerintah daerah dan masyarakat Ketapang dalam menghadapi kondisi kemarau melalui ikhtiar batin.

“Kita berharap doa dan ikhtiar bersama ini diijabah Allah SWT. Semoga Ketapang dihindarkan dari segala bencana dan segera diberikan hujan yang berkah serta bermanfaat bagi seluruh makhluk hidup,” ujarnya.

Uti Royden juga menyampaikan apresiasi atas kehadiran Bupati Ketapang yang menyempatkan diri melihat langsung pelaksanaan Salat Istisqa. Kehadirannya menunjukkan hubungan yang baik antara ulama dan umara dalam membangun Ketapang secara bersama-sama.

“Kami sangat mengapresiasi kehadiran Bupati Ketapang. Beliau sudah kami anggap sebagai bagian dari keluarga besar Keraton Kerajaan Matan Tanjungpura. Kehadiran beliau juga menunjukkan bahwa ulama dan umara dapat berjalan seiringan dengan baik,” pungkasnya. (*)

Minggu, 02 Agustus 2026

Jadikan MTQ untuk Meneguhkan Persaudaraan dan Membangun Kalbar yang Harmonis


Bupati, Wabup, Sekda dan Ketua DPRD Ketapang menyapa Kafilah Ketapang saat melakukan parade defile pada MTQ XXXIV Kalbar di Kayong Utara, Minggu (2/8) malam.

DelikBerita.com Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXIV Kalbar di Kayong Utara, Minggu (2/8) malam. Pembukaan MTQ secara resmi dilakukan oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan.

Acara pembukaan juga dihadiri Osman Sapta Odang beserta istri, Hildi Hamid, Raja Sapta Oktohari selaku Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Daud Yordan Anggota DPD RI, Boyman Harun, Anggota DPR RI, dan tamu undangan lainnya.

Pembukaan MTQ berlangsung semarak dengan penampilan atraksi drumband, parade defile seluruh kafilah, serta pertunjukan seni yang memukau ribuan warga dan tamu undangan yang memadati kawasan Pantai Pulau Datok.

“Bagi saya, MTQ merupakan ikhtiar untuk membumikan nilai-nilai luhur Alquran dalam kehidupan sehari-hari. Nilai kejujuran, keadilan, kasih sayang, saling menghormati, dan semangat kebersamaan adalah nilai-nilai universal yang menjadi fondasi penting dalam membangun masyarakat yang harmonis,” ungkap Alex.

Alex mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Kayong Utara beserta seluruh panitia atas suksesnya penyelenggaraan pembukaan MTQ XXXIV Tingkat Provinsi Kalimantan Barat. Kehangatan sambutan, semangat kebersamaan, serta antusiasme masyarakat menjadi cerminan bahwa nilai-nilai persaudaraan terus tumbuh dan mengakar di tengah kehidupan masyarakat Kalimantan Barat.

Kepada Kafilah Kabupaten Ketapang, Alex berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian MTQ dengan penuh semangat, disiplin, dan percaya diri. “Tampilkan kemampuan terbaik dengan menjunjung tinggi sportivitas, menjaga nama baik daerah, serta menjadikan MTQ sebagai momentum untuk memperdalam kecintaan terhadap Alquran sekaligus mempererat tali persaudaraan antarkafilah,” pesannya.

Dia berharap semoga MTQ XXXIV Kalbar tidak hanya melahirkan qari, qariah, hafiz, dan hafizah yang berprestasi, tetapi juga memperkuat komitmen bersama dalam menjaga persatuan, merawat harmoni dalam keberagaman, serta menghadirkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan bermasyarakat demi terwujudnya Kalimantan Barat yang semakin maju, damai, sejahtera, dan penuh berkah. (*)

Rabu, 08 Juli 2026

Bupati Hadiri Pentahbisan Imam Baru di Simpang Hulu


Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri upacara pentahbisan empat imam baru Keuskupan Ketapang di Simpang Hulu, Rabu (8/7)

DelikBerita.com Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menghadiri upacara pentahbisan empat imam baru Keuskupan Ketapang yang dipimpin oleh Uskup Keuskupan Ketapang, Mgr. Pius Riana Prapdi, pada Rabu (8/7). Prosesi ini berlangsung di Gereja Paroki St. Martinus Balai Berkuak, Kecamatan Simpang Hulu.

Alex menyampaikan ucapan selamat kepada para imam yang baru ditahbiskan. Dia berharap mereka senantiasa diberikan kesehatan dan keteguhan dalam menjalankan tugas pengabdian kepada umat.

Alex juga menekankan pentingnya esensi pelayanan bagi seluruh elemen kepemimpinan, baik di jajaran pemerintahan maupun di lembaga keagamaan.

“Bagi saya, setiap amanah yang diemban memiliki tanggung jawab moral yang besar untuk membawa kebaikan bagi masyarakat luas,” kata Alex.

“Sebagai kepala daerah, amanah yang saya terima dari masyarakat adalah untuk melayani seluruh warga Kabupaten Ketapang tanpa membeda-bedakan, secara adil dan merata. Kita semua memiliki tanggung jawab di bidang masing-masing untuk menghadirkan pelayanan yang membawa manfaat dan kedamaian bagi sesama,” tambahnya.

Dia juga menyoroti bahwa kehadiran para pemuka agama di tengah-tengah masyarakat memiliki peran krusial sebagai benteng moral dan pendamping spiritual yang menjaga keseimbangan sosial, terutama dalam menghadapi tantangan zaman saat ini.

Alex mengajak seluruh pemuka agama, tokoh adat, dan elemen masyarakat yang hadir untuk terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. “Keberagaman yang dimiliki Kabupaten Ketapang adalah kekayaan hakiki yang harus dijaga bersama melalui semangat gotong royong,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia mengajak untuk bersama-sama menjaga, merawat, dan membangun Kabupaten Ketapang sebagai rumah besar bagi semua. Lewat kerja sama yang erat antara pemerintah, pemuka agama, dan seluruh lapisan masyarakat dapat mewujudkan cita-cita besar pembangunan yang berkeadilan demi Ketapang yang maju dan mandiri. (*)

Selasa, 16 Juni 2026

MTQ XXXIII Ketapang Ditutup, Delta Pawan Raih Juara Umum


Wabup Ketapang, Jamhuri Amir, menyerahkan piala kepada Kafilah Delta Pawan yang berhasil menjadi juara umum, Selasa (16/6).

DelikBerita.com Musabaqah Tilawatil Quran MTQ XXXIII Ketapang yang digelar di Kecamatan Muara Pawan, secara resmi ditutup pada Selasa (16/6) malam. Kecamatan Delta Pawan berhasil keluar sebagai juara umum.

Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, yang menutup acara tersebut mengucapkan selamat kepada seluruh peserta yang berhasil meraih prestasi pada ajang tersebut.

“Prestasi ini hendaknya menjadi motivasi untuk terus belajar, berlatih, dan meningkatkan kemampuan sehingga mampu mengharumkan nama Kabupaten Ketapang pada ajang yang lebih tinggi,” katanya.

Kepada peserta yang belum berhasil menjadi juara, dia berpesan agar tidak berkecil hati dan terus meningkatkan kemampuan.

“Partisipasi dan semangat yang telah ditunjukkan merupakan prestasi tersendiri. Teruslah belajar dan berlatih, karena kesempatan untuk meraih keberhasilan selalu terbuka di masa yang akan datang,” jelasnya.

Dia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh dewan hakim yang telah menjalankan tugas dengan penuh integritas, profesionalisme, dan tanggung jawab sehingga seluruh proses penilaian dapat berlangsung secara objektif dan akuntabel.

Jamhuri mengajak seluruh masyarakat menjadikan semangat MTQ sebagai energi positif dalam membangun generasi Qurani yang berakhlak mulia, cerdas, berdaya saing, serta memiliki kepedulian terhadap kemajuan daerah.

“Semoga melalui MTQ XXXIII ini kecintaan masyarakat terhadap Alquran semakin meningkat, nilai-nilai Qurani semakin membumi dalam kehidupan sehari-hari, serta silaturahmi yang telah terjalin terus terpelihara demi terwujudnya Kabupaten Ketapang yang maju, mandiri, religius, dan sejahtera,” tuturnya.

Ketua Panitia MTQ XXXIII, Sapwan Noor, mengatakan secara umum seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, tertib, aman, dan lancar. Mulai dari penerimaan kafilah, pelaksanaan perlombaan, pelayanan konsumsi, kesehatan, keamanan, hingga penutupan dapat terlaksana berkat dukungan Pemerintah Kabupaten Ketapang, LPTQ, Pemerintah Kecamatan Muara Pawan, dan seluruh masyarakat.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh peserta dan masyarakat apabila selama penyelenggaraan masih terdapat kekurangan.

“Kami sebagai panitia pelaksana dengan setulus hati menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya apabila terdapat kelalaian, kesalahan, maupun kekurangan dalam pelayanan kafilah, pelaksanaan lomba, maupun komunikasi selama kegiatan berlangsung. Segala kesalahan datang dari kami sebagai panitia, sedangkan kebenaran datangnya dari Allah SWT,” ucapnya.

Prosesi penutupan semakin khidmat dengan penurunan bendera LPTQ oleh pasukan Paskibraka yang menandai berakhirnya MTQ XXXIII Tahun 2026.

Selanjutnya, bendera LPTQ diserahkan kepada Kecamatan Matan Hilir Utara yang akan menjadi tuan rumah MTQ XXXIV Tingkat Kabupaten Ketapang pada 2027. (*)

Sabtu, 13 Juni 2026

MTQ Ketapang Dimulai, Bupati Targetkan Naik Peringkat di Tingkat Kalbar


Bupati dan Forkopimda Ketapang menekan tombol sirine sebagai tanda dimulainya MTQ XXXIII Ketapang, Sabtu (13/6) malam.

DelikBerita.com Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXIII Ketapang resmi dimulai. Acara pembukaan dilaksanakan di halaman Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Haudl Ketapang, Sabtu (13/6) malam.

Pembukaan MTQ ditandai dengan penekanan tombol sirine dan pemukulan bedug oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, didampingi Wakil Bupati Ketapang, Jamhuri Amir, Kepala Kantor Kementerian Agama Ketapang, unsur Forkopimda, Ketua Umum LPTQ Kalbar, Ketua Umum LPTQ Ketapang, Ketua MUI, serta Camat Muara Pawan.

Rangkaian pembukaan diawali dengan penyambutan tamu melalui atraksi pencak silat dari PS Putra Kayong. Dilanjutkan dengan penampilan Gendang Tas MABM Muara Pawan, serta defile kafilah dari 19 Kecamatan se-Ketapang yang menambah semarak suasana.

Kemegahan acara semakin terasa dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh hadirnya Qari nasional, Muhammad Zian Fahrezi, yang merupakan juara I MTQ Internasional di Irak pada 2026.

Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, mengapresiasi kepada seluruh panitia, LPTQ, Kementerian Agama, Pemerintah Kecamatan Muara Pawan, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras sehingga MTQ XXXIII dapat terselenggara dengan baik.

“MTQ bukan hanya ajang perlombaan untuk mencari qari, qariah, hafizh, dan hafizhah terbaik. Lebih dari itu, MTQ merupakan sarana syiar Islam, media dakwah, serta wahana untuk menumbuhkan kecintaan umat terhadap Alquran,” kata Alex.

Menurutnya, Alquran tidak hanya harus dibaca dengan baik dan benar, tetapi juga dipahami, dihayati, serta diamalkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman hidup dan landasan moral dalam membangun masyarakat yang damai, maju, dan berkeadaban.

Mengusung tema “Merajut Silaturrahmi, Menebar Cahaya Ilahi, Membumikan Nilai-Nilai Qurani Untuk Mewujudkan Ketapang Maju dan Mandiri”, Alex berharap MTQ menjadi momentum memperkuat persatuan dan kebersamaan masyarakat di tengah keberagaman.

Dia menambahkan, MTQ merupakan milik seluruh masyarakat Kabupaten Ketapang, bukan hanya umat Islam, sehingga Pemerintah Kabupaten Ketapang memberikan perhatian dan dukungan penuh terhadap pelaksanaannya.

Menjelang MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat di Kabupaten Kayong Utara, dia menargetkan peningkatan prestasi Kabupaten Ketapang.

“Tahun lalu kita berada di peringkat lima besar. Tahun ini saya menargetkan minimal naik ke peringkat empat atau bahkan tiga besar. Pemerintah daerah akan memberikan dukungan penuh untuk mencapainya,” tegasnya.

Alex menilai kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kualitas moral dan spiritual masyarakatnya.

“Saya selalu memberikan perhatian kepada alim ulama dan meminta saran serta pendapat mereka. Membangun Ketapang menuju daerah yang maju dan mandiri tidak bisa hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun manusianya, mentalnya, akhlaknya, adabnya, dan imannya,” ungkapnya.

Oleh karena itu, dia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga persatuan dan menjadikan Ketapang sebagai rumah besar yang dihuni berbagai suku dan agama dengan semangat kebersamaan.

Dia juga berharap MTQ mampu melahirkan generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam bidang tilawah dan hafalan, tetapi juga berakhlak mulia, berprestasi, cerdas, religius, serta menjadi teladan di tengah masyarakat.

Kepada seluruh peserta, dia berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, kejujuran, sportivitas, dan menjadikan MTQ sebagai sarana meningkatkan kemampuan serta mempererat persaudaraan.

Sementara kepada dewan hakim, Alex meminta agar menjalankan tugas secara profesional dan penuh integritas sehingga mampu menghasilkan peserta terbaik yang akan mewakili Kabupaten Ketapang pada ajang yang lebih tinggi.

Ketua Panitia MTQ XXXIII, Abdurani, mengatakan seluruh kecamatan di Kabupaten Ketapang turut ambil bagian dalam pelaksanaan MTQ tahun ini.

Selain peserta dari 20 kecamatan, kegiatan juga didukung sekitar 200 orang yang terdiri atas panitia kabupaten, dewan hakim, panitera, tim kesehatan, dan tim keamanan.

Berbagai cabang perlombaan yang dipertandingkan meliputi Tilawah Alquran, Hifzhil Quran, Fahmil Quran, Syarhil Quran, Khattil Quran, serta sejumlah cabang lainnya sesuai ketentuan LPTQ Kabupaten Ketapang.

Pelaksanaan MTQ XXXIII berlangsung di tujuh arena yang telah disiapkan oleh panitia bersama Pemerintah Kecamatan Muara Pawan dengan dukungan berbagai unsur masyarakat.

Abdurani menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Ketapang, LPTQ Kabupaten Ketapang, sponsor, masyarakat, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan sehingga kegiatan dapat terselenggara dengan baik.

Dia juga menyampaikan permohonan maaf apabila pada hari pertama pelaksanaan masih terdapat kekurangan dalam pelayanan kepada peserta.

“Kami akan terus melakukan evaluasi demi memberikan pelayanan yang lebih baik selama pelaksanaan MTQ berlangsung dan berharap masukan yang konstruktif untuk penyelenggaraan di masa mendatang,” ujarnya.

Kemeriahan pembukaan MTQ XXXIII Ketapang 2026 ditutup dengan penampilan tari kolosal Tari Manggar yang memadukan unsur budaya lokal dengan semangat religius, sekaligus menjadi penutup rangkaian seremoni pembukaan yang berlangsung meriah dan penuh khidmat. (*)

© Copyright 2019 DelikBerita | All Right Reserved