Sabtu, 12 Februari 2022

DANREM 121/ABW LEPAS START ACARA TRABAS JELAJAH ALAM SINTANG

 

DelikBerita.com           Sintang, Kegiatan trabas Jelajah Alam Sintang dalam Aniversery 1 Tahun Sherco secara resmi dilepas oleh Danrem 121/Abw Brigjen TNI Dr. Ronny, S.A.P., M.M., di Stadion Baning, Sintang Kalimantan Barat, Sabtu (12/02/2022).

Kegiatan Trabas Jelajah Alam Sintang  sendiri dilaksanakan dengan titik start di Stadion Baning Sintang menuju ke jalur arah Kelam permai dan kemudian finish di Stadion Baning Sintang. 

Kegiatan trabas jelajah alam Sintang ini diikuti oleh kurang lebih 300 peserta termasuk peserta VIP, tidak hanya dari kabupaten Sintang para peserta trabas jelajah alam Sintang ini juga diikuti oleh peserta dari kabupaten lain yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. 

Selama perjalanan para peserta akan melintasi rintangan alam jalan berbatu, berlumpur dan hutan belantara menyusuri pedalaman Sintang. 

Dalam kesempatan tersebut Danrem121/Abw beserta Para Kasi Kasrem 121/Abw, Dandim 1205/Stg, Dan yonif 642/Kps, Dan/Ka Balak Aju Korem 121/Abw serta para perwira, Bintara dan Tamtama jajaran Korem 121/Abw. Ikut serta mengikuti rute yang telah di siapkan oleh panitia . 

Sementara itu Andi Tri Saputro SH.M.H selaku koordinator kegiatan menyampaikan tujuan dilaksanakan kegiatan ini selain dalam rangka memperingati Aniversery 1 Tahun Sherco  juga agar kita lebih mengenal karakteristik alam di wilayah kita khususnya Alam Sintang. 

“Melalui jelajah Alam Sintang ini diharapkan memberikan pengalaman baru serta menambah kecintaan kita terhadap daerah ini,” kata Koordinator 

“Selain Kegiatan Trabas ini kita juga menggelar Sunatan massal dan vaksinasi untuk masyarakat, kita juga ada tanjakan berhadiah untuk para peserta yang bisa melewati tanjakan tersebut". Ungkap koordinator acara ini.

(Tim)

Rabu, 05 Mei 2021

DPRD SINTANG SAMPAIKAN REKOMENDASI LKPJ 2020, WABUP SINTANG SAMPAIKAN INI

 


DelikBerita.com      Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH menghadiri dan membacakan Sambutan Bupati Sintang pada Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Sintang Dalam Rangka Penyampaian Rekomendasi DPRD Kabupaten Sintang Terhadap LKPJ Bupati Sintang Tahun 2020 di Ruang Sidang DPRD Sintang pada Rabu, 5 Mei 2021.
Rapat Paripurna Ke 2 Masa Persidangan II Tahun 2021 DPRD Kabupaten Sintang tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kabupaten Sintang Florensius Ronny didampingi Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sintang Heri Jambri.
Hadir pada Rapat Paripurna tersebut Anggota Forkopimda Kabupaten Sintang, Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang, Rektor Unka Sintang, Ketua Pengadilan Negeri Sintang, Anggota DPRD Sintang dan Pimpinan Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang.
Pada Rapat Paripurna tersebut, DPRD Kabupaten Sintang menyampaikan Rekomendasi DPRD Kabupaten Sintang terhadap LKPJ Bupati Sintang Tahun 2020. Usai penyerahan rekomendasi, Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH menyampaika  ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pimpinan dan anggota DPRD serta ketua, wakil ketua dan seluruh anggota panitia khusus (pansus) LKPJ yang  telah mencurahkan segala kemampuan, pikiran dan tenaga dalam menelaah, meneliti dan membahas laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ)   Bupati Sintang  tahun 2020, sehingga  tersusunlah rekomendasi DPRD Kabupaten Sintang terhadap LKPJ tahun 2020.
“saya mengucapkan terima kasih atas semua rekomendasi, pandangan maupun kritik atas LKPJ tahun 2020. Poin-poin dalam rekomendasi merupakan masukan yang konstruktif dalam proses penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pemberian pelayanan kepada masyarakat. Rekomendasi tersebut akan kami jadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas pemerintahan kedepannya, sehingga dapat secara maksimal melaksanakan proses perencanaan dan pembangunan guna mewujudkan visi dan misi Kabupaten Sintang 2016-2021” terang Wakil Bupati Sintang
“berdasarkan pencapaian pembangunan yang telah disampaikan sebelumnya bahwa masih terdapat permasalahan-permasalahan yang harus segera diatasi dan dibenahi bersama.  Dinamika masyarakat sebagai perwujudan  demokrasi,  menyadarkan kita semua untuk bekerja lebih selektif dalam menyusun  kebijakan,  program  dan kegiatan pembangunan yang menyentuh kepentingan masyarakat secara keseluruhan” tambah Wakil Bupati Sintang
“tahun 2020 merupakan tahun yang sulit bagi bangsa Indonesia akibat pandemi covid-19. Pemerintah pusat telah menetapkan banyak kebijakan yang berdampak terhadap kebijakan pengelolaan keuangan negara maupun keuangan daerah. Fokus pada saat ini lebih dititik beratkan pada upaya strategis dalam penanganan kesehatan, penanganan terhadap ancaman yang membahayakan perekonomian nasional serta perlindungan sosial terhadap masyarakat miskin sebagai akibat pandemi tersebut. Kita semua berharap semoga ini semua cepat berlalu, dan kita dapat bangkit kembali untuk melaksanakan berbagai program dan pembangunan daerah yang kita cintai” tambah Wakil Bupati Sintang
“selanjutnya, terkait dengan penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan dan pelayanan masyarakat tahun 2020 yang lalu, saya beserta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang menghaturkan terima kasih kepada pimpinan beserta anggota DPRD Kabupaten Sintang yang telah menjadi mitra dan telah memberikan dukungan kepada pemerintah daerah sehingga program pembangunan dapat terlaksana dengan baik. Kami berharap kemitraan yang sudah tercipta sedemikian baik antara pemerintah daerah dan DPRD dapat terus terjaga, terbina dan dapat ditingkatkan lagi dimasa yang akan datang” Harap Wakil Bupati Sintang
“ucapan terima kasih juga saya sampaikan kepada unsur forum koordinasi pimpinan daerah kabupaten sintang beserta seluruh jajaran yang telah banyak memberikan dukungan dan pandangan konstruktif terhadap upaya mengatasi berbagai persoalan di Kabupaten Sintang. Terima kasih pula kepada seluruh elemen masyarakat di kabupaten sintang telah banyak membantu dan berbuat untuk pembangunan daerah Kabupaten Sintang”ucap Wakil Bupati Sintang
“saya sangat berharap agar hubungan yang harmonis-konstruktif seluruh komponen bangsa di kabupaten sintang terus kita jaga dan pelihara dengan baik. sebab hubungan yang  harmonis-konstruktif ini akan menjadi modal bagi kita semua melanjutkan pembangunan daerah menuju kesejahteraan dan daya saing kabupaten sintang yang lebih baik” harap Wakil Bupati Sintang.

(Asrif/Humas Pemda)

Selasa, 04 Mei 2021

FKUB SINTANG GELAR RAPAT PEMBENTUKAN PENGURUS, INI ARAHAN WAKIL BUPATI SINTANG

 


DelikBerita.com     Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH memberikan pengarahan kepada pengurus Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sintang Periode 2021-2026 di Langkau Kita pada Selasa, 4 Mei 2021.
Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sintang Periode 2021-2026 melaksanakan rapat perdana setelah mendapatkan Surat Keputusan Bupati Sintang. Rapat dilaksanakan untuk menentukan pengurus FKUB Kabupaten Sintang Periode 2021-2026.
Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH menyampaikan FKUB pada beberapa tahun terakhir mengalami kekosongan sehingga untuk FKUB periode 2021-2026 bisa lebih berbuat banyak dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Sintang.
“saya sebagai Ketua Dewan Pengawas FKUB Kabupaten Sintang berharap lebih dekat dengan jajaran FKUB Kabupaten Sintang. Saya berharap FKUB Kabupaten Sintang berperan membantu Pemkab Sintang dalam menjaga kerukunan umat beragama di Kabupaten Sintang. Forum ini harus mendukung pemerintah dan hubungan antara umat beragama menjadi baik, aman dan tentram” terang Wabup Sintang
“saya juga minta bantuan kepada seluruh anggota FKUB Kabupaten Sintang untuk membantu melakukan pencegahan terhadap penularan covid-19. Saya juga tidak mau nama-nama anggota FKUB ini hanya SK diatas kertas tetapi kerjanya tidak ada. Lakukan kerja nyata yang lebih penting. Kalau ada hal dalam hubungan antar agama, maka saya minta anggota FKUB melakukan langkah nyata dan berkoordinasi dengan Pemkab Sintang. Sehingga bisa kita lakukan antisipasi. Prinsipnya seperti api, masih kecil bisa dengan mudah dipadamkan, kalau sudah besar menjadi susah dipadamkan. Maka konflik dalam hal agama ini jangan sampai besar. Ada tanda, langsung kita ambil tindakan yang cepat dan tepat” terang Sudiyanto.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang H. Anuar Akhmad, S. Ag menyampaikan FKUB adalah organisasi yang sangat strategis keberadaannya ditengah kehidupan masyarakat. “FKUB menjadi mitra pemerintah dalam menangani berbagai hal dan menciptakan kondisi masyarakat yang aman dan damai. Forum kerukunan ini, harusnya antara sesame anggota FKUB saling rukun, dengan pemerintah juga rukun dan dengan masyarakat juga rukun dan damai. Sehingga keberadaan FKUB bisa dirasakan oleh masyarakat” terang H. Anuar Akhmad
“FKUB ini memang harus didukung maksimal oleh semua organisasi keagamaan karena anggota FKUB adalah dari perwakilan semua agama. Sehingga rasa kebersamaan dan persaudaraan didalamnya sangat kita rasakan. Dulu FKUB Sintang pernah melakukan kunjungan ke FKUB daerah lain yang peran FKUB nya luar biasa dan memiliki kekuatan sehingga oleh Pemda selalu digandeng dalam berbagai kegiatan. FKUB harusnya menjadi simbol persatuan umat dan elemen bangsa. Maka ada Pastor, Pendeta dan Ustad menjadi anggota FKUB” terang H. Anuar Akhmad
“kami berharap keberadaan FKUB semakin menambah kekuatan bagi Kabupaten Sintang untuk mencipatkan kedamaian di tengah masyarakat dan menambah semangat bagi masyarakat dalam menjaga persatuan. Adanya anggaran juga sangat perlu untuk menunjang kegiatan seperti sosialisasi dan silaturahmi ke kecamatan yang ada. Kami berharap FKUB kali ini lebih maksimal dan bermanfaat bagi daerah kita” tambah H. Anuar Akhmad

FKUB memang berada langsung dibawah binaan Wakil Bupati Sintang
Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sintang Syarief Yasser Arafat, S. Sos, M. Si menjelaskan bahwa sudah ada keputusan Bupati Sintang tentang penetapan anggota FKUB Kabupaten Sintang dan pembentukan Dewan Penasehat FKUB Kabupaten Sintang periode 2021-2026.
“jumlah keseluruhan anggota FKUB Kabupaten Sintang periode 2021-2026 sebanyak 17 orang. Hari ini anggota FKUB melakukan rapat internal untuk menyusun kepengurusan FKUB Kabupaten Sintang periode 2021-2026. Setelah pengurus FKUB Kabupaten Sintang terbentuk, akan ditetapkan melalui SK Bupati Sintang” terang  Syarief Yasser Arafat
“nanti juga akan ada pengukuhan pengurus FKUB oleh Wakil Bupati Sintang sekitar akhir Mei 2021 ini. Anggaran FKUB untuk tahun 2021 belum ada, kami berharap di APBD Perubahan nanti bisa diberikan untuk mendukung tugas pokok dan fungsi FKUB Kabupaten Sintang” tambah Syarief Yasser Arafat

Turut hadir dalam rapat tersebut Pelaksana Tugas Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kabupaten Sintang Syarief Yasser Arafat, S. Sos, M. Si, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sintang H. Anuar Akhmad, S. Ag dan seluruh anggota FKUB Kabupaten Sintang.

(Budi/Humas Pemda)

Kamis, 22 April 2021

WAHANA VISI INDONESIA GELAR WORKSHOP PENURUNAN AKI-AKB, DIBUKA ASISTEN EKBANG SINTANG

 


DelikBerita.com      Bupati Sintang yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yustinus J, S. Pd. M.A.P membuka kegiatan Pemaparan Safe Drinking Water Treatment Project (Air Project) dan Workshop Percepatan Penurunan AKI, AKB, dan Stunting serta Percepatan Universal Akses Air dan Sanitasi di Aula Pertemuan Serantung Water Park Sintang pada Kamis, 22 April 2021.    
Turut hadir dalam workshop tersebut Margaretta Siregar, Area Program Manager Melawi Sintang Wahana Visi Indonesia dan jajaran Wahana Visi Indonesia, Perwakilan Pemerintah Kecamatan Sepauk, Tempunak dan Sungai Tebelian, dan perwakilan 24 desa lokasi binaan Wahana Visi Indonesia.
Pada Workshop Percepatan Penurunan AKI, AKB, dan Stunting serta Percepatan Universal Akses Air dan Sanitasi, pihak Wahana Visi Indonesia menghadirkan dua orang narasumber yakni Florida Ida dari Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dan Yuspiandi dari Bappeda Kabupaten Sintang.
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yustinus J, S. Pd. M.A.P menyampaikan bahwa Pemkab Sintang mengucapkan terima kasih banyak kepada jajaran Wahana Visi Indonesia yang sudah membantu masyarakat Kabupaten Sintang yang ada di 24 desa di Kecamatan Sepauk, Sungai Tebelian dan Tempunak.
“terima kasih sudah membantu memberikan air bersih dan pendidikan dalam prilaku hidup bersih dan sehat. Kami merasa sangat terbantu dengan apa yang sudah dilakukan oleh Wahana Visi Indonesia. Dengan penyediaan air bersih dan pemberdayaan dalam prilaku hidup masyarakat ini, kami yakini akan mampu menurunkan angka kematian bayi, angka kematian ibu dan stunting di Kabupaten Sintang” terang Yustinus J, S. Pd. M.A.P
Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Yustinus J, S. Pd. M.A.P  menambahkan bahwa Indonesia kini sedang menghadapi perang melawan pandemi covid-19. Namun, pada saat yang sama, Indonesia juga masih menghadapi tantangan stunting serta angka kematian pada ibu dan bayi yang masih tinggi, hal ini terjadi bukan hanya soal pemberian asupan gizi yang memenuhi standar untuk ibu hamil dan menyusui, tapi minimnya penyediaan air minum dan sanitasi layak. Ketiadaan sanitasi dan air bersih merupakan awal dari munculnya persoalan kesehatan dalam masyarakat seperti stunting, kematian bayi serta ibu dan penyakit lainnya.
“pasokan air dan sanitasi dapat menyelamatkan nyawa lebih dari 360.000 bayi setiap tahun. diketahui, saat ini sekitar 4,2 miliar orang atau sekitar 55 persen dari populasi di dunia tidak memiliki manajemen dan layanan sanitasi yang baik. Selain itu, selama pandemi covid-19 ini, semua orang dianjurkan untuk selalu menggunakan masker, menjaga jarak, dan rajin cuci tangan. Kebersihan tangan sangat penting untuk menahan penyebaran covid-19, serta penyakit menular lainnya. akses air bersih otomatis menjadi kunci penting untuk mencegah penularan virus corona yang jadi penyebab covid-19” terang Yustinus J
“saat ini angka stunting di Indonesia masih cukup tinggi. Berdasarkan studi status gizi balita indonesia (SSGBI) tahun 2019, prevalensi stunting di Indonesia masih sebesar 27,67 persen. Angka kematian ibu (AKI) melahirkan di Indonesia masih berkisar 305 per 100.000 kelahiran hidup, jauh tertinggal dibandingkan dengan negara ASEAN lain yang berkisar antara 40 sampai 60 per 100.000 kelahiran hidup. Beberapa perilaku seperti tidak mencuci tangan karena tidak tersedianya air bersih saat penanganan persalinan dan setelah melahirkan, sampai saat ini masih menjadi penyebab tingginya angka kematian ibu di Indonesia” tambah Yustinus J
“sementara itu, angka kematian bayi (AKB) kurang dari 1 tahun di Indonesia adalah 24 per 1.000 kelahiran, jauh di atas angka di Malaysia sebesar 6,7 per 1.000 kelahiran, dan di Thailand 7,8 per 1.000 kelahiran. Perilaku sederhana seperti mencuci tangan dengan air bersih saat akan memberikan makan kepada anak atau saat setelah buang air besar adalah beberapa perilaku yang harus didorong untuk mengurangi angka kematian bayi tersebut” tambah Yustinus J
“intervensi penyediaan air minum dan sanitasi yang layak serta perubahan perilaku, berkontribusi banyak dalam pencegahan stunting, penurunan angka kematian ibu dan angka kematian anak. masalah ketersediaan air bersih juga sangat erat kaitannya dengan isu pembangunan manusia, terutama kesehatan. selain stunting, sanitasi buruk dan kurangnya ketersediaan air bersih juga menyebabkan penyakit lain seperti diare” terang Yustinus J   
“Pemerintah Daerah Kabupaten Sintang menaruh perhatian besar terhadap upaya pencegahan masalah kesehatan seperti stunting, angka kematian ibu dan angka kematian bayi hal ini membutuhkan kerjasama semua pihak sesuai peran dan tupoksinya, bergerak bersama mengatasi kesehatan. dengan program ini maka diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya menerapkan perilaku hidup bersih sehat dengan mengelola sanitasi” tegas Asisten Ekbang
Sementara Margaretta Siregar, Area Program Manager Melawi Sintang Wahana Visi Indonesia dan jajaran Wahana Visi Indonesia menjelaskan bahwa Wahana Visi Indonesia sudah membagikan 2. 2 juta sachet purifier untuk 6. 687 Kepala Keluarga di seluruh Indonesia.
“workshop ini diikuti oleh perwakilan masyarakat dan kader posyandu di 24 desa yang menjadi lokasi pelayanan kegiatan Wahana Visi Indonesia. Kegiatan ini kami laksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Program kami ini didukung oleh P&G dengan tujuan untuk mengurangi prevalensi kesakitan yang disebabkan oleh air khususnya kepada anak-anak” terang Margaretta Siregar
“berdasarkan hasil survey kami, di Kabupaten Sintang masih ada kasus angka kematian bayi, sehingga kami menganggap perlu dilakukan pencegahan untuk anak-anak agar tidak terkena diare atau penyakit lain yang disebabkan oleh air yang tidak layak. Untuk anak pada 1000 hari pertama kehidupan mereka, penyakit diare ini sangat berbahaya karena akan mengurangi berat badan mereka sehingga bisa menyebabkan kekurangan gizi dan stunting” terang Margaretta Siregar
“kami juga ingin membantu menurunkan stunting di Kabupaten Sintang yang mana air dan sanitasi memberikan kontribusi penting untuk membuat anak-anak menjadi sehat dan menurunkan stunting. Program ini mulai kami laksanakan sejak 1 Januari 2020 sampai Desember 2020, namun kami perpanjang hingga April 2021 ini karena terhambat pandemic covid-19” tambah Margaretta Siregar
“banyak tantangan dalam pelaksanaan program ini. Seperti pandemic covid-19, yang merubah perencanaan kami bahkan ada yang kami batalkan. Serta kurang efektifnya pendampingan di 24 desa lokasi pelayanan kami. Wahana Visi Indonesia dalam jangka panjang sebenarnya hanya memiliki program di 14 desa saja yakni 7 desa di Kecamatan Tempunak dan 7 desa di Kecamatan Sepauk. Program ini akan kami perpanjang, namun lokasinya kami geser ke Kecamatan Binjai Hulu dan Dedai yang akan dimulai pada Juli 2021 hingga Mei 2022 nanti” tambah Margaretta Siregar
“tujuan kami bukan untuk membagian produk penjernih air saja, tetapi poin kami adalah mengedukasi masyarakat untuk bisa mengolah air biasa menjadi air minum pada masyarakat yang biasa menggunakan air sungai dan air hujan untuk di minum sehari-hari. Beberapa desa di Kabupaten Sintang belum melakukan Open Defecation Free (ODF) atau tidak buang air besar di sungai sehingga kemungkinan bakteri E Coli juga masih ada di sungai besar kita” terang Margaretta Siregar
“air sungai yang diberikan purefire bisa langsung diminum atau untuk kebutuhan sehari-hari. Memang ada kendalanya karena purefire ini mengandung zat klorin sehingga biasanya orang tidak terbiasa dengan baunya. Mengolah air dengan direbus juga belum menjadi kebiasaan masyarakat kita. Dengan program ini, masyarakat di 24 desa diharapkan memahami mengapa kita harus mengolah air minum. Sehingga tujuan program ini adalah prilaku masyarakat menjadi berubah dalam hal pengolahan air minum. Terima kasih kepada Pemkab Sintang yang sudah mendukung program yang dilaksanakan oleh Wahana Visia Indonesia di Kabupaten Sintang” terang Margaretta Siregar

(Cecep/Humas Pemda)

Senin, 19 April 2021

TERJADI TUNGGAKAN IURAN BPJS, PEMKAB SINTANG GELAR RAPAT VIRTUAL

 


DelikBerita.com      Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si memimpin Rapat Forum Pemangku Kepentingan Utama Kabupaten Sintang Tahap I Tahun 2021 secara virtual di Ruang Rapat Sekretaris Daerah pada Senin, 19 April 2021.

Rapat dihadiri Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sintang Eka Susilamijaya dan Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang yang terkait dengan pengelolaan program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) di Kabupaten Sintang.

 
Pada rapat secara virtual tersebut, Forum Pemangku Kepentingan Utama  Kabupaten Sintang membahas soal tunggakan iurang BPJS Peserta Mandiri, desa yang belum menyetor iuran, dan perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).
Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah, M. Si mengingatkan Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa untuk selalu memperbaiki atau update data JKN-KIS di masing-masing desa. “supaya kita bisa memastikan data dan angka dan mengetahui kondisi terkini. 

Terus perbaiki data peserta JKN-KIS di desa sehingga data lebih valid. Pemkab Sintang sangat komitmen membantu mensukseskan program JKN-KIS di Kabupaten Sintang. Pemutihan atau diskon bagi penunggak iuran bisa dikaji lagi” terang Yosepha Hasnah“soal tunggakan peserta mandiri BPJS di Kabupaten Sintang, sepertinya kita perlu melakukan rapat lebih teknis lagi. Untuk membicarakan solusi terbaik.

 Pembayaran BPJS bagi perangkat desa agar lebih ditertibkan supaya tidak terjadi keterlambatan. BPJS, Dinas PMPD dan BPKAD perlu memperkuat koordinasi dalam hal pembayaran iuran BPJS bagi perangkat desa ini” terang Yosepha Hasnah

Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sintang Eka Susilamijaya memaparkan bahwa jumlah penduduk Kabupaten Sintang yang sudah menjadi peserta BPJS Kesehatan sudah mencapai 87,5 persen. “artinya capaian kita sudah bagus. Integrasi ke JKN-KIS sedang berlangsung dan tersisa 22.913 ribu yang tidak terintegrasi. 

Kami juga terus mendorong usaha mikro untuk bergabung dalam BPJS Kesehatan. Capaian JKN-KIS Kabupaten Sintang tertinggi se Kalimantan Barat” terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sintang Eka Susilamijaya.


“peserta mandiri BPJS Kesehatan di Kabupaten Sintang pada 2020 mencapai 61,6 persen dari jumlah penduduk. Tahun 2020 jumlah peserta yang menunggak iuran untuk kelas III itu sebanyak 15 ribu jiwa belum lagi kelas I dan II. 

Kami terus menerus mengingatkan peserta untuk membayar iuran bahkan bisa dilakukan secara kolektif. Total tunggakan 16 milyar dan tahun 2020.


“Jumlah peserta BPJS Kesehatan yang tidak membayar di tahun 2020 mencapai 23.111 jiwa. Dan tahun 2021 sudah mencapai 23. 390 jiwa. Data kami juga menunjukan, justru tunggakan itu terjadi di Kecamatan Sintang yang sebenarnya tidak ada masalah akses pembayaran” terang Kepala BPJS Kesehatan Cabang Sintang Eka Susilamijaya


“kami juga membuka pelayanan melalui aplikasi whatsapp dan telegram untuk mengurangi tatapmuka. Ada 8 desa yang belum melaporkan data JKN-KIS kepada kami. Dalam hal tunggakan, akan kami pertimbangkan untuk memberikan program relaksasi, namun tentu perlu kajian terlebih dahulu. Kami juga menemukan, banyak nomor handphone peserta yang sudah tidak bisa dihubungi” terang Eka Susilamijaya.


Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang drg. Ridwan Tony Hasiholan Pane menyampaikan komitmen pihaknya untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada seluruh peserta JKN-KIS di Kabupaten Sintang. “kami membuka pengaduan dalam hal pelayanan kesehatan sampai ke Puskesmas. 

Kami mendorong badan usaha dari kota sampai kecamatan untuk bergabung sebagai peserta BPJS. Soal tunggakan, keluhan mereka adalah akumulasi tunggakan yang membuat peserta merasa berat untuk membayar. Misalnya tunggakan sampai dua tahun. 

Saran saya ada pengurangan atau pengampunan. Seperti ada program pengampunan pajak begitulah. Atau ada strategi lainnya, perlu dipikirkan. Bisa dibuat terobosan diskon satu tahun bagi para penunggak, ini misalnya saja. Peserta yang dikecamatan mengeluhkan susah bayarnya” terang drg. Ridwan Tony Hasiholan Pane.

 
Kepala Seksi Jaminan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Sintang  Memi Sukaesih menjelaskan bahwa pihaknya sudah melakukan perbaikan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). “hingga saat ini sudah 52 persen data sudah diperbaharui datanya. Data peserta BPJS PBI semua wajib masuk dalam DTKS, saat ini masih terus diperbaiki. Dalam proses perbaikan tersebut, banyak yang dinonaktifkan yakni sekitra 2000 peserta. 

Ada juga yang belum masuk dalam DTKS ini seperti orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan disabilitas masih banyak masuk ke dalam DTKS” terang Memi Sukaesih.
“data peserta JKN-KIS setiap desa sudah kami informasikan kepada seluruh desa untuk mengupdate data mereka supaya data yang kita kumpulkan menjadi valid.

Manakala operator desa sedang memperbaiki data, keluhan mereka adalah adanya NIK dan nomor KK yang tidak sesuai. Banyak masyarakat yang belum ada NIK dan KK sehingga saat dimasukan ke dalam aplikasi DTKS, ditolak oleh sistem” terang  Memi Sukaesih


Kepala Bidang Pelayanan Pendaftaran Penduduk Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Sintang H. Sri Tanyono menyampaikan Dukcapil merupakan penyedia data dalam hal DTKS ini. “DTKS wajib sesuai antara NIK dan KK. Kalau tidak sesuai, maka tidak terbaca oleh aplikasi. 

Kami siap membantu Dinas Sosial untuk memperbaiki DTKS ini.  Soal ada masyarakat yang belum ada NIK dan KK, kami siap membantu termasuk warga yang ODGJ. Untuk membereskan soal data seperti ini, kami membuka konsultasi manual dan kami yakin 1 x 24 jam bisa selesai dan data bisa terkoneksi dan terintegrasi dengan DTKS” terang H. Sri Tanyono

(Akbar/Humas Pemda)

Jumat, 16 April 2021

Wabup Sintang Lakukan Pemantauan Langsung Stok dan Harga Sembako di Pasar

 


DelikBerita.com     Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH melakukan pemantauan harga sembako di delapan lokasi di Kota Sintang pada Kamis, 15 April 2021.
Dalam melakukan pemantauan tersebut, Wakil Bupati Sintang yang didampingi sejumlah Kepala Organisasi Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sintang seperti Kepala Dinas Perindagkop dan UKM Sudirman, Kadis Kominfo Kurniawan, Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Veronika Ancili, Kasat Pol PP Martin Nandung, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Yustinus J, dan Camat Sintang Siti Musrikah. Pantauan langsung tersebut ditemukan bahwa sembako, sayur, daging ayam, ikan dan daging sapi memiliki stok yang cukup dan harga stabil.  
Wakil Bupati Sintang Sudiyanto, SH menyampaikan hasil pemantauan tim yang sudah dilakukan menunjukan bahwa beras, ayam pedaging, ikan, daging sapi, dan sayur memiliki stok yang cukup dan harganya juga stabil.
“hari ini kita mengecek harga dan stok sembako yang ada di pasar tradisional dan pasar modern. Yang kami cek stok sembako hingga lebaran nanti. Hasilnya, semua cukup dan harga stabil” terang Sudiyanto.
“stok semua komoditas cukup hingga lebaran. Tidak ada kenaikan harga yang mengkhawatirkan, bahkan harga sangat stabil. Jadi saya himbau seluruh warga Kabupaten Sintang khususnya yang menjalankan ibadah puasa untuk tenang dan tetap khusuk menjalankan ibadah puasa” terang Sudiyanto.
“yang naik hanya minyak goreng dan telur, tetapi masih wajar. Saya menghimbau agar para pedagang untuk menyiapkan stok yang cukup hingga lebaran, jangan menaikan harga, barang-barang yang sudah kadaluarsa agar jangan dijual lagi. Masyarakat juga banyak yang kurang memperhatikan kalau soal barang kadaluarsa ini. Soal daya beli masyarakat juga belum menunjukan penurunan transaksi. Hanya daging sapi yang diakui penjual tadi agak menurun” tambah Sudiyanto
“kepada penjual dan pembeli di pasar tradisional dan modern,  saya tetap menghimbau agar protokol kesehatan semakin diperketat dan wajib dilaksanakan” tambah Sudiyanto
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kabupaten Sintang Sudirman saat mendampingi Wakil Bupati Sintang menghimbau agar para pedagang sembako untuk tidak menjual lagi makanan  yang masa kadaluarsanya tersisa dua bulan. “dua bulan sebelum kadaluarsa, makanan tersebut wajib untuk disimpan kembali dan tidak dijual lagi.  Jadi pedagang harus rutin mengecek tanggal kadaluarsa barang dagangannya” tegas Sudirman.

(Budi/Humas Pemda)

© Copyright 2019 DelikBerita | All Right Reserved