Rabu, 02 September 2026

Ketapang Tanggap Darurat Karhutla


Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menetapkan status Tanggap Darurat Karhutla, Rabu (2/9).

DelikBerita.com Pemerintah Kabupaten Ketapang resmi menaikkan status penanganan bencana dari siaga menjadi Tanggap Darurat Kekeringan dan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla). Keputusan ini diambil setelah kondisi Karhutla di Ketapang terus memburuk dan menimbulkan dampak yang semakin luas terhadap kehidupan masyarakat.

Hingga awal September 2026, kebakaran tercatat telah melanda 15 dari 20 kecamatan di Ketapang. Tidak hanya menyebabkan kerusakan lingkungan, Karhutla juga berdampak pada kualitas udara yang semakin menurun, meningkatnya kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), serta munculnya krisis air bersih di sejumlah wilayah akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Penetapan status tanggap darurat diputuskan dalam rapat yang dipimpin langsung oleh Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, di Ruang Rapat Utama Kantor Bupati Ketapang, Rabu (2/9). Rapat tersebut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perangkat daerah terkait, serta camat dan kepala desa se-Ketapang yang mengikuti secara daring.

Alex mengatakan, perubahan status ini bukan sekadar administrasi, melainkan langkah strategis agar seluruh sumber daya yang tersedia dapat digerakkan secara maksimal dan lebih cepat dalam menghadapi situasi yang berkembang.

“Penetapan status tanggap darurat ini menjadi dasar kita untuk mengambil kebijakan yang lebih jauh, termasuk mengerahkan seluruh sumber daya yang ada untuk penanggulangan Karhutla,” kata Alex.

Menurutnya, dukungan personel di lapangan saat ini relatif memadai. Selain unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, relawan, dan masyarakat, bantuan personel juga datang dari luar Kalimantan, termasuk dari satuan Brimob dan TNI yang diperbantukan untuk memperkuat upaya pemadaman.

Namun demikian, tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada jumlah personel, melainkan keterbatasan sarana pendukung, terutama sumber air dan peralatan pemadaman di sejumlah lokasi yang sulit dijangkau.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang meminta Pemerintah Pusat meningkatkan intensitas operasi water bombing guna mempercepat pengendalian api, khususnya di wilayah pedalaman dan lahan mineral yang sulit diakses melalui jalur darat.

“Kita minta tambahan intensitas water bombing di Ketapang ditingkatkan. Ini sangat efektif untuk daerah pedalaman atau di kawasan tanah mineral,” ungkapnya.

Dia menjelaskan bahwa usulan penambahan helikopter water bombing telah disampaikan kepada Pemerintah Pusat. Selain itu, dukungan juga diharapkan dapat diberikan oleh Pusat Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) di bawah Kodam XII/Tanjungpura guna memperkuat operasi pemadaman dari udara.

Saat ini dua unit helikopter bantuan BNPB telah berada di Bandara Rahadi Oesman Ketapang. Satu unit digunakan untuk operasi water bombing. Sementara satu unit lainnya digunakan untuk patroli dan survei udara guna memantau perkembangan titik-titik kebakaran.

Meski demikian, Alex menilai jumlah tersebut masih belum ideal mengingat luasnya wilayah terdampak dan meningkatnya jumlah titik api.

“Idealnya makin banyak makin bagus, di tengah kondisi karhutla yang semakin meluas dan memburuk,” paparnya.

Selain kebutuhan armada udara, dia juga menyoroti pentingnya ketersediaan bahan bakar avtur yang menjadi faktor penentu kelancaran operasi pemadaman dari udara.

Untuk itu, Pemerintah Kabupaten Ketapang meminta dukungan dari Pertamina agar dapat menjamin ketersediaan avtur selama masa tanggap darurat berlangsung.

“Kita butuh avtur. Ini kaitannya dengan Pertamina. Saya berharap Pertamina pusat juga memberikan perhatian terhadap kondisi yang sedang kita hadapi dan dapat membantu penyediaan avtur,” ujarnya.

Keberadaan tambahan helikopter tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila kebutuhan bahan bakarnya tidak tersedia. “Keberadaan helikopter water bombing tidak akan dapat dimanfaatkan secara maksimal apabila ketersediaan avtur tidak terpenuhi,” paparnya.

Dia berharap seluruh dukungan dari berbagai pihak dapat bergerak cepat tanpa terhambat proses birokrasi yang panjang, mengingat situasi di lapangan membutuhkan respons yang segera dan terukur.

Selain fokus pada upaya pemadaman, pemerintah daerah juga memberikan perhatian serius terhadap dampak kesehatan yang ditimbulkan oleh kabut asap.

Dalam rapat tersebut disampaikan bahwa kualitas udara di Kabupaten Ketapang telah mencapai Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) sekitar 300 yang masuk kategori sangat tidak sehat. Sementara itu, Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang mencatat sebanyak 803 kasus ISPA yang berkaitan dengan memburuknya kualitas udara akibat asap kebakaran.

Data tersebut menjadi peringatan bahwa karhutla bukan hanya persoalan lingkungan, tetapi juga ancaman nyata bagi kesehatan masyarakat, terutama anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya.

“Saya meminta Dinas Kesehatan meningkatkan kesiapsiagaan seluruh fasilitas pelayanan kesehatan agar mampu memberikan layanan optimal bagi masyarakat yang terdampak,” ujarnya.

Pemerintah juga mulai mewaspadai potensi munculnya penyakit lain yang berkaitan dengan musim kemarau dan keterbatasan air bersih, termasuk diare dan gangguan kesehatan lainnya.

Masyarakat diimbau agar menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah dan mengurangi perjalanan ke wilayah yang terdampak asap tebal. “Kalau tidak ada keperluan mendesak, jangan lewat Jalan Pelang dulu,” imbaunya.

Bahkan, apabila kondisi dinilai semakin membahayakan keselamatan pengguna jalan, Pemerintah Kabupaten Ketapang tidak menutup kemungkinan untuk menutup sementara akses Jalan Pelang. “Kalau memang tidak memungkinkan lagi, tutup saja Jalan Pelang agar tidak ada korban dengan kondisi yang ada,” tambahnya.

Di tengah situasi yang semakin ekstrem dan mengkhawatirkan, bupati meminta seluruh camat dan kepala desa memperkuat langkah pencegahan di wilayah masing-masing. Pemerintah kecamatan dan desa diminta aktif memberikan edukasi kepada masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan maupun hutan dalam bentuk apa pun. Larangan tersebut juga mencakup pembakaran sampah rumah tangga yang berpotensi memicu kebakaran lebih besar di tengah kondisi cuaca yang sangat kering.

“Tidak boleh membakar dalam bentuk apa pun dan tujuan apa pun. Tahan dulu. Bakar sampah pun jangan dulu,” tegas Alex.

Selain itu, seluruh perangkat daerah juga diminta memperkuat kampanye pencegahan dengan memasang baliho, spanduk, serta menyampaikan pesan-pesan edukatif kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan dan mencegah kebakaran.

Dia menegaskan bahwa penanganan karhutla tidak boleh hanya bergerak ketika ada kunjungan pejabat atau pimpinan daerah ke lokasi kejadian. “Saya dengar ada kades dan camat yang tidak aktif. Ada saat ada Pak Dandim, Bupati, Kapolres baru ada di lapangan. Harus aktif dalam situasi karhutla yang mengkhawatirkan,” katanya.

Kecepatan penanganan di tingkat bawah menjadi faktor penting untuk mencegah meluasnya kebakaran dan meminimalkan dampak yang ditimbulkan.

Selain menghadapi kebakaran, pemerintah daerah juga harus menangani persoalan kekeringan dan kesulitan air bersih yang mulai dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah. Seluruh pihak diajak memperkuat semangat gotong royong, saling membantu, dan memastikan warga yang mengalami kesulitan memperoleh dukungan yang diperlukan.

Status tanggap darurat yang telah ditetapkan diharapkan mampu mempercepat mobilisasi sumber daya, memperkuat dukungan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi, serta meningkatkan efektivitas penanganan karhutla dan dampaknya terhadap masyarakat.

“Di tengah tantangan yang sedang dihadapi, satu pesan yang terus digaungkan adalah bahwa Ketapang merupakan rumah besar kita bersama. Menjaga hutan, mencegah kebakaran, menggunakan air secara bijak, serta saling membantu warga yang terdampak merupakan bentuk tanggung jawab bersama demi melindungi daerah yang kita cintai,” pungkas Alex. (*)

Kamis, 13 Agustus 2026

Bupati Motivasi Tim Pemadam Karhutla


Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, berbincang dengan tim pemadam Karhutla di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kamis (13/8) malam.

DelikBerita.com Bupati Ketapang, Alexander Wilyo, menyambangi posko tim pemadam kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Desa Sungai Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan, Kamis (13/8) malam. Kedatangannya tersebut untuk meninjau sekaligus memberikan motivasi kepada tim pemadam.

“Di saat sebagian besar dari kita terlelap dalam keheningan malam, ada saudara-saudara kita yang justru berdiri di tengah kepulan asap, panasnya api, dan ancaman yang tidak pernah mereka tahu kapan berakhir,” ucap Alex.

“Mereka adalah para petugas pemadam kebakaran hutan dan lahan, pejuang tanpa tanda jasa yang bekerja bukan untuk tepuk tangan, bukan pula untuk sorotan kamera. Mereka berada di garis depan, menjaga hutan, menjaga lingkungan, menjaga keselamatan masyarakat, dan menjaga Ketapang dari ancaman karhutla,” lanjutnya.

Dia menambahkan, di tengah gelapnya malam, tim pemadam tetap melangkah. Dengan peralatan dan tenaga yang mungkin terbatas, tim pemadam menghadapi api dengan keberanian yang luar biasa. “Keringat, lelah, asap dan panas menjadi bagian dari perjuangan mereka,” ungkap Alex.

Dia mengaku melihat langsung bagaimana tim pemadam tetap bertugas di tengah malam, ketika sebagian besar orang sudah beristirahat.

“Jaga kesehatan. Jaga keselamatan. Jangan pernah merasa perjuangan kalian tidak terlihat. Setiap api yang kalian padamkan adalah bentuk pengabdian. Setiap lahan yang kalian selamatkan adalah bagian dari masa depan. Dan setiap langkah kalian adalah bukti bahwa masih banyak orang yang rela berdiri paling depan demi melindungi yang lain,” ucapnya.

Alex berharap hujan cepat turun dan api segera padam. Masyarakat juga diimbau untuk tidak membakar lahan untuk kepentingan apapun. “Mari bersama-sama menjaga Ketapang agar tetap nyaman dan indah. Jangan membakar lahan apapun kepentingannya,” ajak Alex. (*)

Kamis, 29 September 2022

Rumah Pak Mardeno Didusun Setia Karya Ludes Dilahap Sijago Merah.

DelikBerita.com    Tempunak - Rumah milik Pak Mardeno di Dusun Setia karya blok K  Desa Paribang Kecamatan Tempunak Kabupaten Sintang Provinsi Kalimantan barat, ludes dihajar sijago merah, Rabu(28/9/2022) diperkirakan pukul 22.00 wib malam

Kepala Desa Paribang Alek Sugiyanto menyampaikan pada media ini melalui pesan singkatnya, bahwa dengan adanya kejadian kebakaran tersebut masyarakat setempat langsung mendatangi lokasi dan membantu mencoba untuk memadamkannya. Namun tidak mampu untuk diselamatkan lagi. Apalagi kalau didesa tidak ada unit pemadam kebakaran, kata Alek.

“Kepala Desa Paribang menyampaikan kronologi kebakaran disebabkan akibat diduga konslet kabel listrik. kejadian tersebut diketahui melihat gempulan api menerangi kampung, kemudian warga sekitar memberitahu warga lainnya untuk membantu memadamkan api, namun tidak mampu untuk diselamatkan lagi. Hanya saja tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, hanya rumah yang roboh dan habis terbakar, kerugian Pak Mardeno diperkirakan puluhan juta rupiah." kata Alek Sugiyanto. (Alex)


Cecep.

Jumat, 23 September 2022

Ruko Kembali Terbakar di Jalan Pangeran Kuning Sintang

DelikBerita.com    Sintang : Warga di Jalan Pangeran Kuning, Kelurahan Tanjung Puri, Kecamatan Sintang, kabupaten sintang Kalimantan Barat, digegerkan dengan peristiwa kebakaran di saat hujan sedang deras-deras nya yang terjadi pada jum’at (23/9/2022).


Berdasarkan keterangan pemilik toko ( mas ji’ & wahdah ) depan losmen alisya ” Ada satu bangunan yang terbakar,yang di duga akibat konsleting arus pendek listrik,

Menurutnya bangunan tersebut telah berdiri sejak tahun 1996 silam dan masih menggunakan kontruksi bangunan dari kayu dan triplek.

Saya datang bangunan tersebut telah terbakar atap nya sudah roboh, di perkirakan Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 03.30 wib,ungkap nya

Saat di tanya mengenai kerugian yang di alaminya, dengan raut wajah sedih dirinya mengatakan,di dalam ruko yang terbakar penuh dengan barang-barang dagangannya, kalau di taksir sama bangunannya hampir satu milyar lebih bang,

Dalam upaya pemadaman , Damkar Kabupaten Sintang menerjunkan sedikitnya 9 unit Tanki Fire Truck,2 unit PMK swasta busera, serta dibantu 1 unit dari BPBD Kabupaten Sintang.

Meski tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, namun sebuah bangunan ruko 2 lantai tersebut ludes di lalap si jago merah hingga rata dengan tanah dan hanya meninggalkan puing-puing sisa kebakaran.

Cecep kamaruddin

Rabu, 24 Agustus 2022

Kios BBM Terbakar, Ini Penjelasan Kasat Reskrim Polres Sekadau

DelikBerita.com    Sekadau - Satu unit kios BBM di Jalan Merdeka Barat kilometer 2 Desa Sungai Ringin Kecamatan Sekadau Hilir terbakar. Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa malam (23/8/2022) sekitar pukul 19.00 WIB.


Kapolres Sekadau melalui Kasat Reskrim AKP Anuar Syarifudin menerangkan ada dua korban yang mengalami luka bakar akibat peristiwa tersebut yakni D (40) dan R (47). Keduanya telah dibawa ke RSUD Sekadau untuk mendapat penanganan medis.


Menurut keterangan, kejadian bermula saat kedua korban sedang menghidupkan mesin genset untuk menyedot BBM yang ada di dalam kios.


"Saat menghidupkan mesin genset tiba-tiba terjadi ledakan dan menyebabkan kios terbakar. Api dapat dipadamkan pukul 20.45 WIB oleh BPBD Kabupaten Sekadau dan Yayasan Bhakti Luhur," terang Kasat Reskrim.


Akibat ledakan tersebut, korban berinisal D menderita luka bakar pada tangan sedangkan R menderita luka bakar parah dan rencananya akan dirujuk ke Pontianak.


"Selain mendatangi TKP, melakukan identifikasi dan interogasi awal terhadap saksi-saksi di TKP serta memasang police line, kami juga segera membawa korban ke RSUD Sekadau untuk segera mendapatkan perawatan medis," terang Kasat Reskrim. 


Kerugian materiil belum bisa ditaksir. Saat ini Sat Reskrim Polres Sekadau masih terus melakukan penyelidikan mengenai peristiwa kebakaran tersebut.


Cecep.

Selasa, 26 Juli 2022

Camat Sintang Serahkan Bantuan Korban Kebakaran di Mensiku

 


DelikBerita.com   Sintang - Camat Sintang Tatang Supriyatna menyerahkan bantuan untuk korban kebakaran di Kelurahan Kapuas Kiri Hulu Kecamatan Sintang pada Minggu, 24 Juli 2022. 

Camat Sintang Tatang Supriyatna membeberkan bahwa pada Sabtu, 23 Juli 2022 jam 16. 30 WIB terjadi musibah kebakaran yang menimpa dua unit rumah di Jalan Raya Mensiku. “saya menerima kabar soal musibah kebakaran ini. Lokasi musibah kebakaran rumah ini ada di Jalan Mensiku Jaya Rt.08/Rw.02 Kelurahan Kapuas Kiri Hulu. Ada dua rumah yang terbakar. Satu rumah hangus terbakar mencapai 100 persen dengan jumlah penghuni 5 orang yang terdiri dari 3 dewasa dan 2 anak-anak. Sedangkan yang satu rumah lagi hangus terbakar mencapai 70 persen dengan jumlah penghuni adalah 4 orang yang terdiri dari 2 dewasa dan 2 anak-anak” terang Tatang Supriyatna.


“untuk korban jiwa tidak ada. Hanya ada kerugian harta benda saja. Mendengar musibah ini, kami berkoordinasi dan menyerahkan bantuan untuk meringankan beban korban kebakaran. Bantuan yqng diberikan merupakan logistik lumbung sosial yang ada di Kecamatan Sintang” terang  Tatang Supriyatna.

“logistik yang ada di lumbung sosial Kecamatan Sintang yang kami alokasikan untuk membantu korban kebakaran di Mensiku ini berupa beras, makanan siap saji, terpal, selimut, kelambu, paket sandang, perlengkapan dapur, perlengkapan makan dan perlengkapan bayi. Semoga keluarga korban diberikan kekuatan dan ketabahan. Dan harapan kami, bantuan ini bisa meringankan beban korban kebakaran” tambah Tatang Supriyatna.


“kami juga dari Pemerintah Kecamatan Sintang langsung memproses administrasi usulan agar korban kebakaran ini bisa  mendapatkan bantuan rehabilitasi rumah melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten Sintang. semogalah ada respon nantinya, sehingga bisa membantu keluarga korban membangun kembali rumah mereka” tambah Tatang Supriyatna.


(red)
© Copyright 2019 DelikBerita | All Right Reserved