Selasa, 25 Oktober 2022

JULOJULONG GROUP INDONESIA KEMBALI SALURKAN BANTUAN UNTUK KORBAN BANJIR DI SINTANG

DelikBerita.com    Sintang, – PT JULONG GROUP INDONESIA Kembali menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak banjir di Kecamatan Sintang Kal-Bar,25/10/2022.
Sebanyak seratus delapan puluh paket sembako di serah kan tim humas PT Julong Group Indonesia di beberapa tempat.

Diantara nya Desa baning sebanyak lima puluh paket,Kelurahan Ladang sebanyak lima puluh paket Aliansi masyarakat sebanyak lima puluh paket

Di tambah sebanyak tiga puluh paket sembako di serahkan kepada tim media mega-berita.com yang telah di salurkan kepada warga yang rumah terendam akibat banjir diantara nya di RT 01 RT 02 dan RT 03 Kelurahan Mekar Jaya Kecamatan Sintang.

Bantuan tersebut terdiri dari Lima Kilo gram beras satu kilo gram gula pasir satu liter minyak goreng dan lima bungkus mie instan yang di kemas dalam satu paket.

Deni mewakili Tim Humas PT JULONG GROUP INDONESIA menyampaikan,pihaknya berharap bantuan yang disalurkan mudah-mudahan dapat sedikit meringankan beban sebagian warga masyarakat yang benar-benar terdampak banjir di Sintang.

”Mudahan apa yang kami salurkan paling tidak bisa dapat membantu masyarakat”

Di tahun 2021 yang lalu kami juga pernah sedikit berbagi,di tahun 2022 ini sintang di landa banjir kembali dan atas dasar rasa kemanusian dan peduli terhadap lingkungan, kami kembali menyalurkan sedikit bantuan.

Ini murni adalah bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan ( TJSL ) perusahaan PT JULONG GROUP INDONESIA menanggapi bencana banjir yang terjadi kembali di sintang,tutupnya.


Cecep

Kamis, 20 Oktober 2022

Satgas Bantingsor Sintang Beberkan Data Terkini Dampak Banjir, 1 Orang Meninggal Dunia

DelikBerita.com   Satuan Tugas Penanganan Bencana Alam Banjir, Angin Puting Beliung dan Tanah Longsor (Satgas Bantingsor) Kabupaten Sintang merilis data yang berhasil dihimpun dari 14 pemerintah kecamatan yang ada di Kabupaten Sintang pada Kamis, 20 Oktober 2022. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr. Harisinto Linoh yang juga koordinator Bidang Kesehatan menjelaskan bahwa hingga hari Kamis, 20 Oktober 2022 banjir di bulan Oktober 2022 ini sudah ada 1 korban jiwa yang meninggal dunia. 

“sudah terkonfirmasi 1 orang meninggal dunia, warga Desa Tebing Raya Kecamatan Sintang. Selama banjir juga, kami sudah mengobati 2. 166 warga yang terdampak banjir. Selama berkeliling memberikan pelayanan kesehatan, kami menemukan 15 orang yang mengalami gangguan mental emosional atau GME. Dan ada 32 fasilitas kesehatan yang kami  miliki terdampak pada banjir kali ini” beber dr. Harisinto Linoh

“hingg hari ini, kami sudah memberikan pelayanan terhadap warga yang terdampak banjir sebanyak 264 ibu hamil, 374 bayi, 1. 846 anak-anak dan 1. 789 lansia. Sedangkan untuk para pengungsi, kami sudah melayani 99 ibu hamil, 136 bayi, 712 anak-anak dan 736 lansia. Yang sampai dirujuk ke RSUD AM Djoen ada 4 orang. Selama banjir ini, kami mendapatkan tambahan tenaga dari 9 orang relawan” tambah dr. Harisinto Linoh

Sementara Kurniawan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang yang juga Koordinator Bidang Komunikasi Publik menyampaikan update data dampak banjir.

“per hari ini, tersisa 7 kecamatan dan 62 desa kelurahan yang masih terdampak banjir. Warga terdampak ada 9. 886 KK atau 35. 316 jiwa. Warga yang mengungsi masih ada 167 KK atau 653 jiwa. Yang mengungsi ini hanya ada di 2 kecamatan saja” terang Kurniawan.

“hasil pemantauan tim kami dengan metode melakukan pengambilan gambar di 4 lokasi. Jika dibandingkan dengan kondisi banjir kemarin, maka hari ini ada kenaikan sedikit debit air” terang Kurniawan.


(HP/red).

Selasa, 18 Oktober 2022

Bupati Sintang Persilakan Pelajar Belajar Daring Jika Masih Terdampak Banjir Hingga 22 Oktober 2022

DelikBerita.com   Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH kembali mempersilakan kepada guru dan pelajar untuk melakukan pembelajaran secara daring jika sekolahnya masih terdampak banjir. 

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Bupati Sintang kepada Kepala PAUD, TK, SD dan SMP di Kabupaten Sintang tertanggal 14 Oktober 2022. Pada surat tersebut, Bupati Sintang mempertimbangkan potensi curah hujan yang masih tinggi dan berpotensi banjir besar di Kabupaten Sintang dan masih ada banjir di beberapa lokasi. 

“bagi Lingkungan Satuan Pendidikan dan sekitarnya yang terdampak atau masih ada genangan banjir, proses pembelajaran dapat dilakukan secara Belajar Dari Rumah  BDR atau online terhitung mulai tanggal 17- 22 Oktober 2022” terang Bupati Sintang.

“bagi Satuan Pendidikan yang tidak terdampak banjir tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka seperti biasa. Kepala sekolah agar mewaspadai potensi bahaya banjir yang lebih besar, agar melakukan pengamanan asset dan dokumen penting sekolah ke titik yang paling aman” pesan Bupati Sintang 

“bagi Satuan Pendidikan yang terdampak banjir, agar saudara langsung segera membuat laporan tertulis mengenai dampak yang ditimbulkan sebagaimana format terlampir ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang”tambah Bupati Sintang

Sementara Satgas Bantingsor kembali merilis data Banjir Kabupaten Sintang per Selasa, 18 Oktober 2022. Dibandingkan data pada Senin, 17 Oktober 2022, maka hampir semuanya mengalami penurunan. Jumlah kecamatan yang terdampak menurun dari 11 menjadi 8 kecamatan, korban jiwa 1 orang, jumlah KK yang terdampak turun dari 15. 783 KK menjadi 11. 066 KK, jumlah jiwa yang terdampak juga menurun dari 56.333 jiwa menjadi 41. 302 jiwa, jumlah pengungsi menurun dari 332 KK atau 1.200 jiwa menjadi 145 KK atau 496 jiwa. 

Perkantoran pemerintahan yang terdampak juga menurun dari 7 unit menjadi 4 unit, rumah ibadah dari 47 unit turun menjadi 41 unit, fasilitas kesehatan dari 10 unit menjadi 6 unit, fasilitas pendidikan dari 55 unit turun menjadi 46 unit, ruas jalan dari 92 ruas menjadi 73 ruas, jembatan dari 127 unit menjadi 98 unit, dan rumah warga dari 6. 961 unit turun menjadi 3. 994 unit.


(HP/red).

Banjir Surut, Camat Sintang Sampaikan Update Jumlah Warga Yang Masih Mengungsi

DelikBerita.com    Camat Sintang Tatang Supriyatna kembali menyampaikan informasi mengenai kondisi banjir dan jumlah pengungsi di Kecamatan Sintang pada Selasa, 18 Oktober 2022.

Tatang Supriyatna menjelaskan bahwa berdasarkan laporan dari kepala desa dan lurah yang ada di wilayah Kecamatan Sintang, maka kondisi debit air terus surut.

“dari pagi hingga siang ini. Saya terus menerus menerima laporan dari desa dan kelurahan yang menyebutkan bahwa banjir sudah surut sangat signifikan hari ini. Ada yang lapor, jalan-jalan di wilayahnya sudah tidak terendam banjir lagi, ada juga yang masih melaporkan terendam banjir secara khusus pada wilayah yang rendah dan dekat dengan sungai” terang Tatang Supriyatna.

“kami juga sudah menghimpun data per hari ini untuk Kecamatan Sintang karena juga harus kami sampaikan kepada Satgas Bantingsor Kabupaten Sintang. Dibandingkan dengan data Senin, 17 Oktober 2022 maka jumlah jiwa yang terdampak mengalami penurunan dari 19. 751 jiwa turun menjadi 17.404 jiwa. Jumlah KK menurun dari 5. 827 KK menjadi 5. 069 KK. Jumlah rumah yang terdampak juga menurun dari 154 unit menjadi 148 unit. Jumlah gedung sekolah yang terdampak juga menurun dari 27 unit menjadi 21 unit. Rumah ibadah darsi 39 unit, menurun menjadi 36 unit” beber Tatang Supriyatna

Eko Purwanto Kepala Desa Mungguk Bantok Kecamatan Sintang melaporkan kondisi banjir yang sudah surut di wilayahnya pada Selasa 18 Oktober 2022.

“kondisi banjir di Desa Mungguk Bantok sudah surut. Warga terdampak sudah tidak ada, dan fasilitas umum yang masih terdampak hanya jembatan arah Tebing Raya dan jembatan arah Batu Landung. Kondisi air yang menggenangi jalan hanya dibeberapa titik saja yang hanya semata kaki. Dan warga yang mengungsi sudah kembali kerumah masing-masing” beber Eko Purwanto

Supriandi Kepala Stasiun Meteorologi Susilo Sintang menjelaskan bahwa untuk beberapa kecamatan di Kabupaten Sintang hari ini masih akan mengalami hujan lebat dan angin kencang. “analisa kami berdasarkan beberapa hal, untuk Selasa, 18 Oktober 2022, masih ada hujan lebat disertai angin kencang di Kecamatan Sintang, Ketungau Hilir, Binjai Hulu, Kelam Permai, Kayan Hilir, Dedai, dan Serawai dan akan terjadi pada sore dan malam hari. Masih perlu diwaspadai bencana hydrometeorologi “ terang Supriandi.


(HP/red).

DEMOKRAT PEDULI BANJIR,BAGIKAN SERIBU PAKET SEMBAKO DI SINTANG

DelikBerita.com    Sintang, – Berbekal rasa peduli banjir, anggota DPRD Kabupaten Sintang MAINAR PUSPA SARI bersama Calon anggota DPR RI dapil dua Kal-Bar BOY RAHADIAN,S.H datang langsung menyambangi warga terdampak banjir di Sintang Kalimantan Barat, 18/10/2022.
Calon DPR RI dapil dua Kal-Bar BOY RAHADIAN,S.H, menyampaikan.ini bentuk rasa peduli kami terhadap warga yang terdampak banjir di Sintang Kal-Bar.

Dirinya mengatakan banjir yang terjadi di sintang, menyebabkan warga yang tinggal di pesisir sungai Kapuas maupun Melawi, terdampak baik secara sosial maupun ekonomi, yang membuat dirinya tersentuh untuk berbagi, karena melihat banjir yang terjadi ini hampir setiap tahun dan semoga saja banjir tahun tidak seperti banjir besar di tahun 2021 kemarin.

Di tempat yang sama MAINAR PUSPA SARI Anggota DPRD Kabupaten Sintang mengatakan hal yang sama ini bentuk rasa peduli kami terhadap warga yang terdampak banjir di sintang tahun ini.

Sebanyak seribu paket telah kami bagikan kepada warga yang terdampak banjir,di antara nya ke tiga Desa yaitu Desa Anggah Jaya Desa Baning Desa Sungai Ana dan Empat Kelurahan, Kelurahan Ulak Jaya,Mekar Jaya,Ladang dan Kelurahan Kedabang di tambah Kampung yaitu Sungai Rambai.

Dirinya juga berharap semoga saja bantuan ini bisa sedikit meringankan beban warga masyarakat yang terdampak,”Duka mereka adalah duka kita semua”,tutupnya.

Sementara itu, Bambang salah seorang tokoh pemuda Mekar Jaya Sungai Kawat Sintang, mengucapkan terima kasih karena telah mau datang melihat dan memberikan bantuan ke Kampung kami.

Kampung kami benar-benar terisolir akibat banjir ini di sebabkan jalan Alternatif kami ikut terendam dan butuh peningian badan jalan agar kami tetap bisa mengantarkan anak kami sekolah.

Bantuan ini tentunya sangat membantu meringankan beban warga kami di tengah musibah banjir yang melanda dan meluluh lantakan perekonomian warga kampung ini,” pungkasnya.


Cecep Kamaruddin

Minggu, 16 Oktober 2022

PT JULONG GROUP INDONESIA BANTU KORBAN BANJIR DI SINTANG

DelikBerita.com    Sintang, – PT JULONG GROUP INDONESIA melakukan aksi cepat tanggap bencana untuk membantu warga masyarakat yang terdampak banjir di Sintang Kalimantan Barat, 15/10/2022.

Melalui tim Humasnya Deni menjelaskan bahwa bantuan diberikan oleh PT JULONG GROUP INDONESIA,berkolaborasi dengan salah satu Ormas yaitu Aliansi Pemuda Sintang,untuk mempermudah penyaluran kepada warga masyarakat yang terdampak banjir di sintang.
Serah terima bantuan tersebut secara simbolis di laksanakan di kantor PT JULONG GROUP INDONESIA dan di Terima langsung oleh Dandi salah seorang perwakilan dari Aliansi Pemuda Sintang.

Bantuan yang di berikan yaitu sebanyak Dua Puluh Lima dus Mie Instan,seluruh bantuan yang diberikan PT JULONG GROUP INDONESIA ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ( TJSL ) perusahaan menyikapi musibah banjir yang menimpa sebagian warga di Sintang.

Walaupun PT JULONG GROUP INDONESIA sendiri juga terkena dampak akibat banjir yang terjadi,sehingga sebagian badan jalan menuju pabrik tergenang yang mengakibatkan mobil pengangkut buah TBS tidak bisa masuk ke pabrik.

Hal ini tentu menyebabkan PT JULONG GROUP INDONESIA mengalami kerugian yang cukup besar, namun dengan adanya program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan,PT JULONG GROUP INDONESIA akan selalu siap memberikan bantuan ke masyarakat yang terdampak musibah banjir.

Semoga saja Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan ( TJSL ) yang di berikan oleh pihak perusahaan PT JULONG GROUP INDONESIA dapat bermanfaat dan sedikit meringankan beban warga masyarakat yang terdampak banjir di sintang, tutupnya.


Cecep Kamaruddin

Banjir Mulai Surut, Data Warga Terdampak Banjir Sintang Bertambah.

div class="separator" style="clear: both; text-align: justify;"> DelikBerita.com    Tim Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang dari hari ke hari menyampaikan perkembangan kondisi banjir di Kecamatan Sintang. menggunakan metode pengambilan foto pada tempat dan posisi yang sama dari hari ke hari, Tim Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang merilis hasil pengamatan terhadap perkembangan kondisi banjir di Kecamatan Sintang. Pengambilan gambar dilakukan di empat lokasi yakni Taman Bungur, Dermaga Sungai Durian, Depan Masjid Miftahul Jannah, Jalan Depan Taman Entuyut.
“hasil dokumentasi tim kami dilapangan menunjukan bahwa banjir yang melanda Kecamatan Sintang, surut signifikan hari ini” ungkap Kurniawan pada Minggu, 16 Oktober 2022. “Tim Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang melakukan pengambilan gambar di empat lokasi yakni Taman Bungur, Dermaga Sungai Durian, Depan Masjid Miftahul Jannah, Jalan Depan Taman Entuyut. Pengambilan gambar dilakukan setiap hari pada jam yang sama. Lalu kita bandingkan dengan gambar kondisi banjir sehari sebelumnya. Hasilnya banjir surut hari ini” tambah Kurniawan

Satgas Bantingsor Kabupaten Sintang juga mengumumkan update data warga terdampak banjir pada Minggu, 16 Oktober 2022.

Berikut ini perbandingan data antara Sabtu, 15 Oktober 2022 dibandingkan dengan Minggu, 16 Oktober 2022.

Jumlah kecamatan terdampak tetap 11 kecamatan, jumlah KK dari 15. 656 KK menjadi 15.744 KK, jumlah jiwa dari 55. 901 jiwa naik menjadi 56.204 jiwa, jumlah desa tetap 115 desa kelurahan, jumlah pengungsi mengalami peningkatan dari 280 KK atau 1. 015 jiwa naik menjadi 397 KK atau 1. 454 jiwa, fasilitas pendidikan tetap sama 67 unit, tempat ibadah naik dari 47 unit naik menjadi 48 unit, perkantoran pemerintahan tetap 7 unit, fasilitas kesehatan dari 10 unit Pustu naik menjadi 12 unit Pustu, jumlah ruas jalan yang terdampak banjir naik dari 112 ruas menjadi 127 ruas jalan baik jalan kabupaten, nasional dan provinsi. Jumlah jembatan terdampak mengalami peningkatan dari 127 unit naik menjadi 141 unit, jumlah rumah warga yang terdampak banjir turun dari 12. 733 unit menjadi 11. 404 unit.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr. Harisinto Linoh menjelaskan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang terus bekerja memberikan pelayanan kesehatan warga yang terdampak banjir. “hasilnya selama hari ini, Minggu, 16 Oktober 2022, tim kami menemukan 9 penyakit yang paling banyak dialami oleh warga yang terdampak banjir adalah ISPA 383 orang, penyakit kulit 139 orang, athralgia 81 orang, remathoid Artritis 70 orang, Hipertensi 151 orang, Dyspepsia 71 orang, Mylgia 40 orang, demam 50 orang dan diare 26 orang” terang dr. Harisinto Linoh


“tim kami yang ada di 7 puskesmas setiap hari terus bergerak ke lokasi rumah warga yang terdampak banjir dan lokasi pengungsian. Untuk hari ini saja, tim Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang sudah melayani 1. 184 jiwa. Untuk warga yang terdampak banjir dan kami berikan pelayanan kesehatan diantaranya 264 ibu hamil, bayi ada 374, anak-anak ada 1. 846 dan lansia ada 1. 789. Sedangkan yang sudah mengungsi, yang kami berikan pelayanan kesehatan adalah 99 ibu hamil, bayi 136, anak-anak 712 dan lansia 736” beber dr. Harisinto Linoh.



(HP/red).

Sabtu, 15 Oktober 2022

Satgas Bantingsor Sintang Sampaikan Update Data Banjir Sintang Sabtu, 15 Oktober 2022 Pukul 15.00 WIB

DelikBerita.com    Komando Satuan Tugas Penanganan Bencana Alam Banjir, Angin Putting Beliung dan Tanah Longsor Kabupaten Sintang merilis data terkini dampak banjir di Kabupaten Sintang. Berdasarkan data yang di rilis pada Sabtu, 15 Oktober 2022 pukul 15.00 WIB tersebut terjadi peningkatan jumlah KK dan jiwa yang terdampak banjir dibanding data pada Jumat, 14 Oktober 2022. Berikut ini perbandingan data antara Jumat, 14 Oktober 2022 dibandingkan dengan Sabru, 15 Oktober 2022.

Jumlah kecamatan terdampak tetap 11 kecamatan, jumlah KK dari 14. 181 KK naik menjadi 15. 656 KK, jumlah jiwa dari 49. 729 jiwa naik menjadi 55. 901 jiwa, jumlah desa tetap 115 desa kelurahan, jumlah pengungsi mengalami penurunan dari 307 KK atau 1. 062 jiwa turun menjadi 280 KK atau 1. 015 jiwa, fasilitas pendidikan tetap sama 67 unit, tempat ibadah naik dari 37 unit menjadi 47 unit, perkantoran pemeringahan ada 7 unit, fasilitas kesehatan 10 unit Pustu, jalan tetap 112 ruas baik jalan kabupaten, nasional dan provinsi.

Jumlah jembatan terdampak mengalami peningkatan dari 113 unit naik menjadi 127 unit, jumlah rumah warga masih sama yakni 12. 733 unit. Kurniawan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang menjelaskan bahwa untuk bisa menangani warga terdampak banjir kali ini Pemkab Sintang membangun 1 Posko Jaga.

“ada juga 2 posko jaga yang dibangun oleh masyarakat secara swadaya. Dapur umum ada dua yang sudah beroperasi yakni yang dikelola oleh Pemkab Sintang dan Kodim 1205 Sintang. Lokasi pengungsian yang sudah ditetapkan yakni ada di 9 lokasi” terang Kurniawan
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang dr. Harisinto Linoh menjelaskan jajaran Dinas Kesehatan Kabupaten Sintang terus bekerja memberikan pelayanan kesehatan warga yang terdampak banjir. “selama hari Jumat, 14 Oktober 2022, tim kami menemukan 10 penyakit yang paling banyak dialami oleh warga yang terdampak banjir yakni ISPA 168 pasien, penyakit kulit 93 pasien, arthralgia 67 pasien, demam 20 pasien, diare 15 pasien, myalgia 21 pasien, dyspepsia 27 pasien, remathoid 45 pasien dan hipertensi 66 pasien” beber dr. Harisinto Linoh

“beberapa hari banjir, tim kami sudah melayani 674 jiwa. kami berkeliling di 32 lokasi di seluruh wilayah Kabupaten Sintang yang terdampak banjir. Sampai saat ini belum ada korban jiwa, pasien yang dirujuk ke rumah sakit juga masih nol. Berdasarkan penelusuran tim kami, warga yang terdampak banjir ini ada 207 ibu hamil, 289 bayi, 1. 418 anak-anak, 1. 317 lansia. Sementara yang sudah mengungsi untuk ibu hamil ada 42 orang, bayi ada 58, anak-anak ada 284 dan lansia ada 264 jiwa” beber dr. Harisinto Linoh

Berdasarkan data dan gambar yang ada di Group Whatsapp Satgas Banjir yang beranggotakan jajaran Pemkab Sintang, TNI, Polri, Basarnas, BNPB dan BMKG, serta instansi vertikal lainnya. Kesibukan anggota satgas cukup tinggi dalam rangka menangani warga yang terdampak banjir di Kabupaten Sintang.



(HP/red).

Wakil Bupati Sintang Buka Rakercab ISKA Kabupaten Sintang

DelikBerita.com    Wakil Bupati Sintang Melkianus, S. Sos membuka pelaksanaan Rapat Kerja Cabang Ikatan Sarjana Katolik Kabupaten Sintang Tahun 2022 di Balai Kenyalang pada Sabtu, 15 Oktober 2022.
Wakil Bupati Sintang Melkianus, S. Sos menyampaikan harapannya agar ISKA Kabupaten Sintang terus berperan dalam membantu pemerintah Kabupaten Sintang dalam membangun daerah kita ini.
"saya melihat, ISKA Kabupaten Sintang selama ini sudah bisa mewarnai dinamika di Kabupaten Sintang ini. Saya berharap ISKA bisa terus memberikan masukan dan saran yang baik kepada Pemkab Sintang. ISKA Kabupaten Sintang selama ini sudah mampu menunjukkan peranannya dalam berbagai sektor. Di DPRD Kabupaten Sintang saja misalnya, dari 40 anggota, ada 18 orang diantaranya dari ISKA" terang Melkianus

"Saya mohon dukungan, saran dan masukan dari ISKA Kabupaten Sintang, supaya kami bisa memimpin daerah ini dalam membangun Kabupaten Sintang. Kita sangat memerlukan bantuan dari siapa saja di Kabupaten Sintang, Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, dan pemerintah pusat. Saya juga sepakat bahwa dalam memimpin, intelektualitas dan moralitas sangat penting" terang Melkianus

" Mari kita jaga Kabupaten Sintang ini supaya tetap harmonis, aman dan damai supaya kita bisa membangun daerah ini. Kita perlu membuka diri terhadap semua orang. Kita bisa berkomunikasi dengan organisasi cendekiawan lain seperti PIKI dan ICMI. Ke depan kita bisa bertemu untuk membangun Kabupaten Sintang ini" tambah Melkianus

"Mari kita ikut mewarnai pembangunan Kabupaten Sintang sehingga kita tetap diperhitungkan oleh masyarakat. Mari kita jaga kebersamaan ini dalam membangun Kabupaten Sintang ini " tutup Wakil Bupati Sintang. Agustinus Clarus Ketua ISKA Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan cendekiawan Katolik harus mengambil peranan dalam membangun gereja dan bangsa Indonesia.

"Sebagai organisasi cendekiawan, ISKA sejajar dengan ICMI, PIKI dan organisasi cendekiawan lainya. Kita mensyaratkan intelektual dan moralitas untuk menjadi seorang cendekiawan dan juga pemimpin. Syarat lain bisa diletakkan pada urutan berikutnya. Dua itu yang sangat penting" terang Agustinus Clarus

"saya berharap ISKA Kabupaten Sintang bisa menyusun program yang sederhana dan mudah diterapkan. Jangan yang susah dilaksanakan. Waktu kerja hanya 4 tahun. Mari kita bekerja untuk mensosialisasikan merah putih dan ideologi Pancasila di Kabupaten Sintang. Kita ini organisasi resmi dan diakui negara. ISKA harus bermanfaat bagi orang banyak dan tentunya membawa terang" terang Agustinus Clarus

Yustinus J Ketua ISKA Kabupaten Sintang menyampaikan bahwa ISKA Kabupaten Sintang sudah banyak peranannya dalam membangun Kabupaten Sintang..

"Kami sepakat bahwa cendekiawan Katolik harus terus muncul dalam membangun daerah ini. Maka rencana itu harus kita tuangkan dalam rencana kerja organisasi pada Rakercab kali ini" terang Yustinus J

"pola kerja organisasi cendekiawan lain yang baik dan bermanfaat, perlu kita tiru juga untuk membangun daerah kita. ISKA harus melibatkan diri dalam membangun daerah dalam berbagai peranan sesuai dengan tugas kita sehari hari" tambah Yustinus J

"Hari ini seluruh pengurus ISKA Kabupaten Sintang Periode 2021-2024 berkumpul melaksanakan rapat kerja untuk menyusun program kerja. Saya berharap bisa menghasilkan program yang mudah dilaksanakan " harap Yustinus J Hadir pada Rakercab ISKA Kabupaten Sintang tersebut pengurus ISKA Kabupaten Sintang Periode 2021-2024 dan Dewan Pakar ISKA Kabupaten Sintang.



(HP/red).

Jumat, 14 Oktober 2022

Ini Kebijakan Pemkab Sintang Untuk Tangani Bencana Alam Banjir.

DelikBerita.com    Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang Kurniawan membeberkan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Kabupaten Sintang dalam menangani bencana alam banjir yang sedang terjadi saat ini dan pasca bencana.

Kurniawan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang yang juga Koordinator Komunikasi Publik Satgas Bantingsor Kabupaten Sintang menjelaskan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sintang dalam menangani banjir Tahun 2022.
“dalam menangani banjir ini, Pemerintah Kabupaten Sintang memutuskan beberapa kebijakan penting yakni penyelamatan jiwa warga korban banjir dengan melakukan evakuasi warga, membangun tempat pengungsian, membuat dan mengoperasikan dapur umum, mendistribusikan sembako, dan air bersih, menjamin ketersediaan stok kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, keamanan rumah warga, dan memberikan fasilitas untuk mobilitas orang dan barang” beber Kurniawan.
“Pemkab Sintang juga menyusun program dan kegiatan penangaan pasca banjir nanti dalam rangka rehabilitasi dan pembangunan dengan melakukan inventarisir sarana prasarana yang rusak, melakukan rehabilitasi dan pembangunan kembali, memberikan pelayanan kesehatan untuk antisipasi penyakit yang ditimbulkan pasca banjir, dan memberikan bantuan sosial” tutup Kurniawan Berdasarkan data yang di rilis oleh Satgas Bantingsor Kabupaten Sintang pada Jumat, 14 Oktober 2022 pukul 15.00 WIB tersebut terjadi peningkatan jumlah kecamatan, warga terdampak dan jumlah pengungsi. Penyebabnya, debit banjir terus mengalami peningkatan disbanding Kamis, 13 Oktober 2022.

Berikut ini perbandingan data antara Kamis, 13 Oktober 2022 dibandingkan dengan Jumat, 14 Oktober 2022. Jumlah kecamatan terdampak dari 10 kecamatan menjadi 11 kecamatan, 13. 111 KK menjadi 14. 181 KK, 47. 307 jiwa naik menjadi 49. 729 jiwa, 104 desa kelurahan menjadi 115 desa kelurahan, pengungsi dari 120 KK naik menjadi 307 KK atau 1. 062 jiwa, jumlah sekolah tetap sama 67 unit, tempat ibadah sama yakni 37 buah.

Item data juga semakin bertambah pada Jumat, 14 Oktober 2022 yakni tentang data fasilitas publik yang terdampak seperti jalan 112 ruas, jembatan 113 unit, rumah warga 12. 733 unit, puskesmas pembantu 10 unit, posko ada dua yakni 1 milik pemkab sintang dan 1 posko swadaya, dapur umum 1 dikelola Pemkab Sintang dan 1 dikelola Pemerintah Kecamatan Sintang, lokasi pengungsian ada 9 lokasi dan 8 diantaranya ada di Kecamatan Sintang. Satgas Bantingsor juga menyampaikan informasi bahwa belum ada fasilitas PLN yang terendam banjir dan korban jiwa masih nol.



(HP/red).

Banjir Sintang Naik: Terdampak Pada 11 Kecamatan, 49. 729 Jiwa, 1.062 Jiwa Mengungsi.

DelikBerita.com    Komando Satuan Tugas Penanganan Bencana Alam Banjir, Angin Putting Beliung dan Tanah Longsor Kabupaten Sintang merilis data terkini dampak banjir di Kabupaten Sintang.

Berdasarkan data yang di rilis pada Jumat, 14 Oktober 2022 pukul 15.00 WIB tersebut terjadi peningkatan jumlah kecamatan, warga terdampak dan jumlah pengungsi. Penyebabnya, debit banjir terus mengalami peningkatan disbanding Kamis, 13 Oktober 2022.

Berikut ini perbandingan data antara Kamis, 13 Oktober 2022 dibandingkan dengan Jumat, 14 Oktober 2022.

Jumlah kecamatan terdampak dari 10 kecamatan menjadi 11 kecamatan,  13. 111 KK menjadi 14. 181 KK, 47. 307 jiwa naik menjadi 49. 729 jiwa, 104 desa kelurahan menjadi 115 desa kelurahan, pengungsi dari 120 KK naik menjadi 307 KK atau 1. 062 jiwa, jumlah sekolah tetap sama 67 unit, tempat ibadah sama yakni 37 buah.

Item data juga semakin bertambah pada Jumat, 14 Oktober 2022 yakni tentang data fasilitas publik yang terdampak seperti jalan 112 ruas, jembatan 113 unit, rumah warga 12. 733 unit, puskesmas pembantu 10 unit, posko ada dua yakni 1 milik pemkab sintang dan 1 posko swadaya, dapur umum 1 dikelola Pemkab Sintang dan 1 dikelola Pemerintah Kecamatan Sintang, lokasi pengungsian ada 9 lokasi dan 8 diantaranya ada di Kecamatan Sintang.
Satgas Bantingsor juga menyampaikan informasi bahwa belum ada fasilitas PLN yang terendam banjir dan korban jiwa masih nol.
Kurniawan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Sintang yang juga Koordinator Komunikasi Publik Satgas Bantingsor Kabupaten Sintang menjelaskan kebijakan Pemerintah Kabupaten Sintang dalam menangani banjir Tahun 2022.

“dalam menangani banjir ini, Pemerintah Kabupaten Sintang memutuskan beberapa kebijakan penting yakni penyelamatan jiwa warga korban banjir dengan melakukan evakuasi warga, membangun tempat pengungsian, membuat dan mengoperasikan dapur umum, mendistribusikan sembako, dan air bersih, menjamin ketersediaan stok kebutuhan pokok, pelayanan kesehatan, keamanan rumah warga, dan memberikan fasilitas untuk mobilitas orang dan barang” beber Kurniawan

“Pemkab Sintang juga menyusun program dan kegiatan penangaan pasca banjir nanti dalam rangka rehabilitasi dan pembangunan dengan melakukan inventarisir sarana prasarana yang rusak, melakukan rehabilitasi dan pembangunan kembali, memberikan pelayanan kesehatan untuk antisipasi penyakit yang ditimbulkan pasca banjir, dan memberikan bantuan sosial” tutup Kurniawan.



(HP/red).

Hari Ketiga Banjir Sintang, 19.700 Warga Kecamatan Sintang Terdampak, 1.062 Jiwa Mengungsi.

DelikBerita.com    Camat Sintang Tatang Supriyatna menyampaikan update perkembangan data jumlah warganya yang terdampak banjir pada Jumat, 14 Oktober 2022. Alumni IPDN Jatinangor ini menyampaikan hingga pukul 14.00 WIB jumlah warganya yang terdampak banjir mencapai 19. 700 jiwa yang berasal dari 5.842 Kepala Keluarga.
“ada 263 unit rumah yang terdampak banjir dan tersebar di 4 desa kelurahan. Gedung sekolah ada 27 unit, 36 tempat ibadah baik masjid dan gereja, sarana dan prasarana umum lainnya ada 242 unit yang terdiri dari jalan, jembatan, kantor, posyandu, polindes, balai dusun, poskamling, posko damkar, pemakaman, dermaga, WC umum, steiger, puskesmas, dan tambatan perahu” beber Tatang Supriyatna

“untuk jumlah RT yang terdampak banjir ada 167 RT. Data ini kami dapatkan dari laporan Lurah dan Kepala Desa yang sudah kami arahkan setiap hari agar menyampaikan laporan kepada tim kami paling lambat jam 13.00 sehingga bisa kami rekapitulasi, untuk kemudian menjadi laporan resmi Kecamatan Sintang” tambah Tatang Supriyatna

“data ini tentu saja bisa berubah setiap hari tergantung perkembangan debit air. Kalau banjir ini surut, tentu jumlahnya akan berkurang. Dan jika banjir terus mengalami kenaikan, tentu data akan berubah atau bertambah. Kita pantau terus dan kami terus berkomunikasi dengan kepala desa dan lurah” tambah Tatang Supriyatna

“hingga saat ini jumlah warga Kecamatan Sintang yang mengungsi sebanyak 307 KK atau 1.062 jiwa. Lokasi pengungsian sudah kami siapkan di masing-masing wilayah. Di Baning Kota misalnya sudah kami siapkan Gedung Cadika yang mampu menampung 200 orang. Lalu sekolah, masjid, dan Kantor Desa, Kelurahan dan gedung milik pemerintah yang tidak terkena banjir juga bisa dijadikan lokasi pengungsian” tambah Tatang Supriyatna
“warga kami yang terdampak banjir juga sudah mendapatkan pelayanan kesehatan dari petugas kesehatan yang sudah berkeliling baik di lokasi pengungsian maupun di rumah warga secara langsung” tambah Tatang Supriyatna

Totong Lurah Akcaya menyampaikan bahwa warganya yang terdampak banjir ada 228 orang namun belum untuk memutuskan mengungsi ke lokasi yang sudah disiapkan oleh pihaknya.

“kita siapkan Kantor Lurah Akcaya sebagai lokasi pengungsian. Namun hingga saat ini belum ada warga yang terdampak yang mau mengungsi ke sini. Dari 228 orang yang terdampak ini merupakan warga yang tinggal di kawasan rawan banjir yakni di Jalan Wisata Danau Balek Angin, Jerora II, Akcaya I, Tugu Beji, dan YC Oevang Oeray. Kawasan ini memang rawan terkena bencana banjir” terang Totong.


(HP/red).

Kamis, 13 Oktober 2022

Banjir Kembali Landa Sintang, Sudah 67 Sekolah Terdampak dan Gelar Pembelajaran Daring

DelikBerita.com   Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Sintang Magdalena Ukis turut menghadiri rapat koordinasi Satgas Bantingsor Kabupaten Sintang di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang pada Kamis, 13 Oktober 2022.

Magdalena Ukis menyampaikan bahwa Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang terus menerus melakukan komunikasi dengan para kepala sekolah PAUD, TK, SD dan SMP yang ada di Kabupaten Sintang dalam rangka mengumpulkan data tentang jumlah sekolah yang terdampak banjir kali ini. 

“kami terus berkomunikasi dengan para kepala sekolah. Kami sudah menghimpun data resmi dan sudah melaporkannya kepada pimpinan serta menyampaikan tembusan kepada Tim Satgas Bantingsor” beber Magdalena Ukis
“adapun data yang sudah berhasil kami himpun berdasarkan laporan kepala sekolah adalah untuk PAUD atau TK ada 19 yang terdampak. Sedangna SD ada 45 unit, dan SMP ada 3 unit. Pengalaman kami tahun lalu, kami juga ternyata diminta juga soal data SMA yang terdampak, saat ini kami sedang berkoordinasi dalam rangka menghimpun laporan khusus untuk SMA” terang Magdalena Ukis

Magdalena Ukis menjelaskan rincian jumlah sekolah yang terdampak banjir berdasarkan kecamatan yakni PAUD dan TK ada 15 di Kecamatan Sintang, 2 di Sepauk, dan masing-masing 1 di Kayan Hilir dan Ketungau Hilir. SD ada 21 di Kecamatan Sintang, 12 di Kecamatan Dedai, 2 di Ketungau Hilir, dan 10 di Kayan Hilir. Untuk SMP semuanya 3 unit ada di Kecamatan Sintang. 

Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH menghimbau Kepala Sekolah mulai dari PAUD/TK, SD dan SMP di Kabupaten Sintang yang bangunan sekolahnya berada di kawasan rawan banjir untuk mengambil langkah kewaspadaan dengan mengamankan aset-aset, dokumen dan buku-buku di tempat yang tinggi.

Himbauan tersebut disampaikan Bupati Sintang melalui Surat Edaran Bupati Sintang Nomor : 420/5417/Disdikbud-8 tertanggal 11 Oktober 2022. Surat edaran ditujukan kepada Kepala PAUD/TK, SD dan SMP di Kabupaten Sintang yang gedung sekolahnya terendam banjir. 

Bupati Sintang dalam Surat Edaran tersebut mengajak dan menghimbau seluruh Kepala PAUD/TK, SD dan SMP di Kabupaten Sintang mewaspadai potensi bahaya banjir yang lebih besar, agar melakukan pengamanan aset dan dokumen penting sekolah ke titik yang paling aman.

“sehubungan dengan curah hujan tinggi dan berpotensi banjir besar di Kabupaten Sintang, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian seperti mengamankan aset, dokumen dan buku ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari banjir” harap Bupati Sintang.

Dalam edaran tersebut, Bupati Sintang juga memperbolehkan satuan pendidikan yang terdampak atau tergenang banjir  untuk melakukan pembelajaran secara online selama 4 hari mulai tanggal 12-15 Oktober 2022” terang Bupati Sintang.
(HP/red).

Dandim Sintang Pimpin Rapat Tim Satgas Bantingsor, Ini Yang Dibicarakan.

DelikBerita.com   Komandan Kodim 1205 Sintang Letkol Inf. Kukuh Suharwiyono yang juga penanggungjawab Komando Satuan Tugas Penanganan Tanggap Darurat  Bencana Alam Banjir, Puting  Beliung, dan Tanah Longsor Kabupaten Sintang memimpin rapat koordinasi Satgas Bantingsor Kabupaten Sintang di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang pada Kamis, 13 Oktober 2022. 
Rapat dihadiri oleh seluruh anggota Satgas Bantingsor Kabupaten Sintang yang terdiri dari jajaran Pemkab Sintang, TNI, Polri dan instansi lainnya.

Dandim 1205 Sintang Kukuh Suharwiyono saat memimpin rapat menyampaikan dalam menangani warga yang terdampak banjir serta kegiatan lainnnya, selurum Tim Satgas Bantingsor wajib kompak dan saling mendukung. 

“kita harus gotong royong dalam membantu masyarakat yang terdampak banjir. Termasuk data dan informasi, wajib untuk satu data saja yakni data yang berasal dari kecamatan akan diolah oleh tim di Command Center Kantor Bupati Sintang untuk kemudian menjadi data Kabupaten Sintang” terang Kukuh Suharwiyono

“kita harus segera menyiapkan sarana prasarana, personil, pembiayaan untuk operasional, stok sembako, dan yang lainnya. Lokasi pengungsian juga harus kita siapkan dengan baik, kebutuhan pengungsi kita siapkan baik soal kesehatan dan makanan” terang Kukuh Suharwiyono

Syarief Yasser Arafat Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang menyampaikan bahwa hingga saat ini dapur umum yang sudah aktif ada di Markas Kodim 1205 Sintang untuk melayani kebutuhan pengungsi di Gedung Cadika. 

“untuk sementara, dapur umum hanya melayani pengungsi yang memang lokasinya kita siapkan. Kita masih ada stok makanan untuk satu hari di Dinas Sosial dan beberapa stok di BPBD. Artinya stok logistik kita saat ini kritis. 

Sementara kalau untuk dapur umum, beras cadangan pemerintah provinsi Kalbar yang 100 ton dan cadangan pangan Pemkab Sintang 68 ton tidak diperbolehkan. Beras ini pertanggungjawabannya rumit dan hanya boleh untuk diberikan ke warga dan untuk lumbung sosial” terang Syarief Yasser Arafat

Veronika Ancili Kadis Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Sintang menjelaskan beras cadangan pemerintah provinsi Kalbar yang ada di gudang Bulog itu batasnya Desember 2022 harus sudah dikeluarkan semuanya. 

“sedangkan cadangan pangan Pemkab Sintang  itu dalam bentuk beras, siap 68 ton. Pertanggungjawabannya seperti SK tanggap darurat, surat camat, dan data per Kepala Keluarga. Selain masalah SPJ nya yang banyak, untuk bisa mendistribusikan beras cadangan ini juga, tidak ada biayanya” beber Veronika Ancili

Kadis Kesehatan Harisinto Linoh menyampaikan jajaran Dinas Kesehatan langsung memberikan pelayanan kesehatan kepada warga yang memerlukan pelayanan kesehatan sebagai dampak dari banjir ini. 

“petugas kesehatan sudah berkeliling ke lokasi banjir dan pengungsian, untuk memberikan pelayanan kesehatan. Bahkan kami sudah membangun tenda sebagai posko kesehatan di depan rumah susun Korem 121 di dekat jembatan Kapuas. Mohon update lokasi pengungsian, agar kami bisa datang ke sana dan memberikan pelayanan” terang Harisinto Linoh.


(HP/red).

Rabu, 12 Oktober 2022

Ada Gedung Sekolah Terendam Banjir, Bupati Sintang Sintang Himbau Kepala Sekolah Amankan Dokumen di Tempat Tinggi

DelikBerita.com    Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH menghimbau Kepala Sekolah mulai dari PAUD/TK, SD dan SMP di Kabupaten Sintang yang bangunan sekolahnya berada di kawasan rawan banjir untuk mengambil langkah kewaspadaan dengan mengamankan aset-aset, dokumen dan buku-buku di tempat yang tinggi.

Himbauan tersebut disampaikan Bupati Sintang melalui Surat Edaran Bupati Sintang Nomor : 420/5417/Disdikbud-8 tertanggal 11 Oktober 2022. Surat edaran ditujukan kepada Kepala PAUD/TK, SD dan SMP di Kabupaten Sintang yang gedung sekolahnya terendam banjir. 

Bupati Sintang dalam Surat Edaran tersebut mengajak dan menghimbau seluruh Kepala PAUD/TK, SD dan SMP di Kabupaten Sintang mewaspadai potensi bahaya banjir yang lebih besar, agar melakukan pengamanan aset dan dokumen penting sekolah ke titik yang paling aman.

“sehubungan dengan curah hujan tinggi dan berpotensi banjir besar di Kabupaten Sintang, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian seperti mengamankan aset, dokumen dan buku ke tempat yang lebih tinggi dan aman dari banjir” harap Bupati Sintang.

Dalam edaran tersebut, Bupati Sintang juga memperbolehkan satuan pendidikan yang terdampak atau tergenang banjir  untuk melakukan pembelajaran secara online selama 4 hari mulai tanggal 12-15 Oktober 2022” terang Bupati Sintang.

“yang tidak terdampak banjir tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka seperti biasa. Bagi gedung sekolah terdampak atau tergenang banjir, agar Kepala Sekolah langsung segera membuat laporan tertulis mengenai dampak yang ditimbulkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang” tutup Bupati Sintang. 

Bupati Sintang dalam suratnya kepada Gubernur Kalimantan Barat di Pontianak menyampaikan data sementara jumlah warga Kabupaten Sintang yang terdampak banjir adalah berjumlah 12. 085 Kepala Keluarga atau 43. 682 jiwa. 

“12. 085 Kepala Keluarga atau 43. 682 jiwa ini tersebar di 104 desa atau kelurahan yang ada di 10 kecamatan. Ada 4 kecamatan yang tidak terdampak banjir yakni Kecamatan Sungai Tebelian, Kayan Hulu, Ketungau Hulu dan Ambalau” terang Bupati Sintang.


(HP/red).

Sebanyak 12. 085 KK dan 43. 682 Jiwa Terdampak Banjir, Bupati Sintang Keluarkan Edaran Belajar Di Rumah Selama 4 Hari

DelikBerita.com    Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH memberikan keleluasaan kepada sekolah yang terendam banjir untuk mengadakan pembelajaran secara online. 

Hal tersebut tertuang dalam Surat Edaran Bupati Sintang Nomor : 420/5417/Disdikbud-8 tertanggal 11 Oktober 2022. Surat edaran ditujukan kepada Kepala PAUD/TK, SD dan SMP di Kabupaten Sintang yang gedung sekolahnya terendam banjir. 

Bupati Sintang dalam Surat Edaran tersebut menjelaskan bahwa sehubungan dengan curah hujan tinggi dan berpotensi banjir besar di Kabupaten Sintang, ada beberapa hal yang perlu menjadi perhatian.

“bagi lingkungan satuan pendidikan dan sekitarnya yang terdampak atau tergenang banjir, proses pembelajaran dapat dilakukan secara online (daring) terhitung mulai tanggal 12 s/d 15 Oktober 2022” terang Bupati Sintang.

“bagi Satuan Pendidikan yang tidak terdampak banjir tetap melaksanakan pembelajaran tatap muka seperti biasa. Saya juga mengajak seluruh masyarakat untuk mewaspadai potensi bahaya banjir yang lebih besar, agar melakukan pengamanan aset dan dokumen penting sekolah ke titik yang paling aman” tambah Bupati Sintang

“bagi Satuan Pendidikan yang terdampak atau tergenang banjir, agar Kepala Sekolah langsung segera membuat laporan tertulis mengenai dampak yang ditimbulkan kepada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sintang” tutup Bupati Sintang. 

Bupati Sintang juga sudah menyampaikan informasi jumlah warga yang terdampak banjir kepada Gubernur Kalimantan Barat di Pontianak melalui surat resmi. 

Dalam surat tersebut, Bupati Sintang menyampaikan bahwa data sementara jumlah warga Kabupaten Sintang yang terdampak banjir adalah berjumlah 12. 085 Kepala Keluarga atau 43. 682 jiwa. 

“12. 085 Kepala Keluarga atau 43. 682 jiwa ini tersebar di 104 desa atau kelurahan yang ada di 10 kecamatan. Ada 4 kecamatan yang tidak terdampak banjir yakni Kecamatan Sungai Tebelian, Kayan Hulu, Ketungau Hulu dan Ambalau” terang Bupati Sintang.


(HP/red).

Banjir Semakin Naik, Ini Yang Dilakukan Jajaran Pemkab Sintang

DelikBerita.com    Bencana alam banjir kembali melanda Kabupaten Sintang. Bupati Sintang menyampaikan bahwa data sementara jumlah warga Kabupaten Sintang yang terdampak banjir adalah berjumlah 12. 085 Kepala Keluarga atau 43. 682 jiwa.
 
“12. 085 Kepala Keluarga atau 43. 682 jiwa ini tersebar di 104 desa atau kelurahan yang ada di 10 kecamatan. Data ini data sementara. Atau data per 11 Oktober 2022. Ada 4 kecamatan yang tidak terdampak banjir yakni Kecamatan Sungai Tebelian, Kayan Hulu, Ketungau Hulu dan Ambalau” terang Bupati Sintang.
 
Atas meluasnya bencana banjir ini, jajaran Pemerintah Kabupaten Sintang langsung mengambil langkah penanganan sesuai tugas pokok dan fungsinya. Dinas Sosial misalnya langsung mendirikan dapur umum di Halaman Dinas Sosial. Badan Penanggulangan Bencana Daerah juga langsung membangun posko tanggap darurat bencana dan tenda jaga.
Bernhard Saragih Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Sintang menjelaskan bahwa selain sudah mengurus secara administrasi, pihaknya juga langsung terjun kelapangan dan melakukan langkah penanganan.
 
“kita sudah menerbitkan Surat Keputusan Bupati Sintang tentang penetapan status tanggap darurat bencana. Lalu juga membentuk Tim Satgas Bantingsor serta melakukan rapat koordinasi. Kita juga langsung menetapkan kantor kita sebagai Posko Tanggap Darurat Bencana Banjir dan mendirikan posko jaga. Silakan kepada warga yang merasa menjadi korban atau terdampak banjir ini bisa melapor kepada petugas jaga di kantor kami” terang Bernhard Saragih
 
“selain, tim kami juga langsung melakukan penyisiran ke lokasi banjir dan rumah warga menggunakan perahu karet. Tim kami memberikan himbauan kepada warga yang masih bertahan di rumahnya yang terendam banjir”tambah Bernhard Saragih
Camat Sintang Tatang Supriyatna juga sudah memberikan arahan kepada lurah, kepala desa dan ketua RT untuk menyampaikan update data lokasi banjir, warga terdampak banjir dan lokasi pengungsian kepada pihaknya.
 
“data yang sudah kami terima sore ini, Kelurahan Kapuas Kiri Hulu ada 137 warga terdampak atau 62 KK, mengungsi ada 4 KK, jalan terendam ada kurang lebih 250 meter, jembatan 1 buah,  dan 1 SPBU” terang Tatang Supriyatna.
 
 
(HP/red).

Bupati Sintang Sampaikan Jumlah Warga Terdampak Banjir Kepada Gubernur Kalbar.

DelikBerita.com    Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH menyampaikan informasi jumlah warga yang terdampak banjir kepada Gubernur Kalimantan Barat di Pontianak melalui surat resmi.
 
Dalam surat tersebut, Bupati Sintang menyampaikan bahwa data sementara jumlah warga Kabupaten Sintang yang terdampak banjir adalah berjumlah 12. 085 Kepala Keluarga atau 43. 682 jiwa.
 
“12. 085 Kepala Keluarga atau 43. 682 jiwa ini tersebar di 104 desa atau kelurahan yang ada di 10 kecamatan. Ada 4 kecamatan yang tidak terdampak banjir yakni Kecamatan Sungai Tebelian, Kayan Hulu, Ketungau Hulu dan Ambalau” terang Bupati Sintang.
 

Bupati Sintang dalam surat tersebut memaparkan jumlah warga yang terdampak banjir per 11 Oktober 2022.
 
1.    Kecamatan Sintang ada 25 desa/kelurahan, 4. 562 KK atau 14. 932 jiwa
2.    Kecamatan Binjai Hulu ada 4 desa, 63 KK atau 246 jiwa
3.    Kecamatan Ketungau Tengah ada 2 desa, 22 KK atau 87 jiwa
4.    Kecamatan Tempunak ada 4 desa, 188 KK atau 752 jiwa
5.    Kecamatan Sepauk ada 7 desa, 778 KK atau 3. 580 jiwa
6.    Kecamatan Dedai ada 9 desa, 1. 603 KK atau 6. 413 jiwa
7.    Kecamatan Kayan Hilir ada 22 desa, 1.400 KK atau 9. 366 jiwa
8.    Kecamatan Serawai ada 22 desa, 3. 033 KK atau 9. 669 jiwa
9.    Kecamatan Ketungau Hilir ada 7 desa, 238 KK atau 951 jiwa
10.    Kecamatan Kelam Permai ada 2 desa, 198 KK atau 686 jiwa
 
“total ada 104 desa, 12. 085 KK atau 43.682 jiwa yang terdampak banjir” terang Bupati Sintang.
 
Sementara Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji juga sudah melakukan langkah-langkah penanganan warga yang terdampak banjir. salah satunya dengan cara menetapkan Status Tanggap Darurat Penanganan Bencana dan Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP).
 
“bagi kabupaten atau kota yang mengalami curah hujan tinggi dan mengakibatkan banjir agar menetapkan status keadaan darurat bencana. Setelah itu baru bisa memberikan atau menyalurkan cadangan beras pemerintah kepada masyarakat yang terdampak banjir” terang H. Sutarmidji
 
“jika cadangan beras pemerintah yang ada di daerah masing-masing tidak cukup. Segera ajukan tambahan cadangan beras pemerintah kepada Gubernur Kalbar” pesan H. Surarmidji.
 
“saya juga menghimbau, agar penanganan warga terdampak banjir dan berada di pengungsian lebih terarah dan terpadu, jajaran pemerintah bisa berkolaborasi dengam para pihak dan kelompok masyarakat” pesan Gubernur Kalbar
 
Sementara Kepala Sub Divisi Regional Perum Bulog Sintang Sabarani menjelaskan bahwa pihaknya menyiapkan 100 ton beras untuk penanganan bencana di Kabupaten Sintang.
 
“Stok beras yang ada di gudang kami, 1.100 ton beras medium. Itu termasuk beras cadangan pemerintah atau CBP kalau ada bencana, kami siapkan 200 ton beras yang terdiri dari 100 ton untuk Kabupaten Sintang dan 100 ton untuk Kabupaten Melawi. Kapan pun kami siap keluarkan kalau terjadi bencana” terang Sabarani.
 
Data Tambahan:
1.    Gedung loka bina karya Dinsos, jl. Yc. Oevang oeray  ada pengungsi 2 kk, masing-masing, 1 kk 4 jiwa, asal dusun baning hulu.
2.    Jumlah pengungsi yang ada di cadika sintang 16 orang berasal dari 3 wilayah, 4 orang desa baning, 7 orang dari ulak jaya dan 5 orang dari Kapuas Kanan hilir
 
(HP/red).

Camat Sintang perintahkan jajaran nya untuk melakukan Inventarisir warga yang terdampak banjir

DelikBerita.com    Beberapa wilayah di kecamatan sintang saat ini tengah dilanda banjir akibat hujan deras, ratusan bahkan ribuan jiwa,rumah dan bangunan ikut terdampak dari adanya banjir tahun ini,12/10/2022

Menyikapi hal tersebut Tatang Supriyatna Camat Kecamatan Sintang memberikan arahan Kepada seluruh jajaran nya baik lurah Kepala Desa Ketua RW dan RT yang ada di Kecamatan Sintang agar melakukan Koordinasi.

Koordinasi bersama tersebut di tujukan dengan beberapa pihak seperti Babinsa Babinkamtibmas Puskesmas pengurus masjid bahkan kepala sekolah, guna melakukan langkah-langkah yang tepat dalam hal Inventarisir dan pendataan warga yang benar-benar terdampak banjir di Kecamatan Sintang Kabupaten Sintang Kalimatan Barat.

Berikut Perintah Camat Sintang Kepada lurah dan Kepala Desa di Kecamatan Sintang, agar hari ini Selasa 12 Oktober 2022,segera melaksanakan ;

Membentuk satgas penanggulangan banjir tingkat kelurahan melibatkan Babinsa, Babinkamtibmas, Puskesmas dan RT (SK lurah)

Menetapkan rencana lokasi posko banjir Kelurahan dan Posko Pengungsian. Koordinasi dengan instasi terkait ( Kepala Sekolah, Pengurus Masjid dll ).

Membuat Plang/Spanduk Posko Banjir Kelurahan di Kantor lurah masing-masing atau di tempat lain yg dijadikan posko apabila kantor lurah tdk memungkinkan.
Update laporan banjir setiap pagi jam 08.00, data pengungsi, ketinggian air, sapras terdampak.

Inventarisasi data penduduk yang mengungsi.

Koordinasi dengan Dinsos dan BPBD terkait stok bantuan logistik.

Demikian lah berita ini di buat agar di ketahui oleh warga masyarakat Kecamatan Sintang.


Cecep.

Selasa, 11 Oktober 2022

Pemerintah Kabupaten Sintang bersama Tim Satgas Penangan Banjir Tahun-2022 melaksanakan Rapat Koordinasi Penanganan Banjir di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Sintang.

DelikBerita.com    Menyikapi  luapan air sungai kapuas yang saat ini semakin tinggi yang mengakibatkan beberapa  wilayah Kecamatan di Kabupaten Sintang. Pemerintah Kabupaten Sintang bersama Tim Satgas Banjir Tahun-2022 hari ini Selasa,11/10/2022 melaksanakan rapat koordinasi dalam upaya menyikapi bencana  banjir yang dipimpin Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH di Pendopo rumah jabatan Bupati Sintang. 


Dalam rapat tersebut  Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH meminta masukan dari masing-masing instansi sejauh mana kesiapan baik ketersediaan stok sembako termasuk peralatan serta laporan dari masing-masing  instansi terkait kesiapannya apabila nantinya luapan sungai kapuas semakin tinggi. 

Wakil Bupati Sintang Melkianus,S.Sos  mengatakan bahwa dari hasil rapat yang dilaksanakan hampir sekitar 2 jam ini merupakan langkah Pemerintah Kabupaten Sintang untuk mendapatkan laporan serta data sejauh mana kejadian banjir yang terjadi didaerah.  

Berdasarkan data laporan dari Badan Penanggulangan Bencana Kabupaten Sintang saat ini  ada sebanyak 10 Kecamatan yang wilayahnya terdampak banjir, ini yang perlu kita antisipasi baik masalah distribusi bahan pangan dan juga kesehatan serta  beberapa kepentingan lain guna membantu masyarakat yang terdampak banjir"ungkap Melkianus. 

Pemerintah Kabupaten Sintang sudah melakukan langkah-langkah antisipasi dan akan selalu di evaluasi setiap hari sambil melihat perkembangan-perkembangan informasi kejadian banjir di daerah ini"tutur Wakil Bupati Sintang Melkianus.

Dan mulai hari ini Selasa,11/10/2022 Pemerintah Kabupaten Sintang juga sudah mengeluarkan surat edaran terkait dengan beberapa sekolah yang sudah terkena dampak banjir, untuk diliburkan belajar kesekolah untuk menjaga keamanan yang secara langsung ditanda tangani Bupati Sintang dr. H. Jarot Winarno, M. Med. PH" jelas Melkianus,S.Sos.

Sementara itu,Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten(BPBD) Sintang Bernhard Saragih  mengatakan, dengan semakin tinggi luapan sungai kapuas serta ditambah dengn curah hujan yang cukup tinggi saat ini , diminta kepada masyarakat melakukan waspada walaupun kejadian banjir ini tidak seperti yang terjadi pada Tahun-2021. Karena air dari Kabupaten Kapuas Hulu melalui Sungai Kapuas dan air,dari Kayan Hulu, Kayan Hilir melalui Sungai Kayan masuk Sungai Kapuas ditambah lagi dengan dari Kecamatan Ambalau dan Kecamatan Serawai masuk melalui Sungai Melawi maka yang dikawatirkan  luapan air di Kota Sintang akan  semakin tinggi, seperti yang sudah terjadi dibeberapa ruas jalan di kota Sintang  yang ada disepanjang bantaran sungai saat ini" Bernhard Saragih. Turut hadir dalam rapat koordinasi banjir pada Selasa,11/102022 

Sekretaris Daerah Kabupaten Sintang Dra. Yosepha Hasnah,M.Si, Dandim 1205, Kapolres Sintang, Kepala OPD terkait yang tegabung dalam Satgas Penangan Banjir Tahun-2022 di Kabupaten Sintang.


(HP/red).
© Copyright 2019 DelikBerita | All Right Reserved