Headlines News :

Rekening Senilai Rp 2,1 Miliar Ditemukan Kejati saat Geledah PT Garam

DELIKBERITA.COM | SURABAYA - Kantor PT Garam (Persero) di Jalan Raya Arif Rahman Hakim, Surabaya, Rabu (28/1/2015) digeledah petugas dari Satuan Khusus (Satsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Timur.
 
Ada dua ruang yang menjadi sasaran utama penggeledahan, yakni ruang direksi dan ruang keuangan di perusahaan tersebut. Penggeledahan dilakukan terkait kasus dugaan korupsi penjualan 10.000 ton garam senilai Rp 5 miliar.

Dalam kasus tersebut, penyidik menetapkan seorang tersangka, yakni mantan Dirut PT Garam, Slamet Untung Irredenta. Pada penjualan 10 ton garam tahun 2011 itu, Slamet Untung menjabat sebagai Dirut.

"Dalam penggeledahan ini, ada dua ruangan yang digeledah. Yakni ruangan direksi dan bagian keuangan," kata Cun Pranawa, ketua tim penyidik usai penggeledahan, Rabu (28/1/2015).

Penyidik menyita sejumlah dokumen di antaranya, bendelan dokumen terkait penjualan garam di perusahaan tersebut.

Selain itu, tim penyidik juga menemukan uang di dalam rekening sebuah bank senilai Rp 2.152.000, hasil penjualan garam yang diduga telah diselewengkan.

Setelah melalui sejumlah proses, diputuskan isi rekening tersebut dicairkan untuk sebagai barang bukti.

"Uang tersebut langsung dicairkan hari ini. Kami sudah membawa berita acaranya," sambungnya.
(Tribunnews)

Ibu Kandung Paksa ABG jadi PSK selama 2 Tahun

Foto: ilustrasi PSK
DELIKBERITA.COM | SIMALUNGUN —  Penghuni lokasi prostitusi di Bukit Maraja, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara ini, An (17), warga Kabupaten Simalungun, tak kuasa menahan derita yang dia alami.
 
Dia menjadi pemuas nafsu para pria hidung belang selama
Dua tahun, sejak 2012. Semua itu dia lakukan atas paksaan sang ibu, Liska Meli Agustin.

"Saya sejak umur 15 tahun dibawa mami saya ke tempat itu. Saya dipaksa melayani para pria hidung belang," ungkap An seusai memberikan keterangan kepada polisi di Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Simalungun, Rabu (28/1/2015).

An ditemani kakak lelakinya, RK (19), bersama dua gadis lainnya yang juga korban ibunda An, Ang (17) dan La (19), melaporkan Liska dengan tuduhan perdagangan anak dan kekerasan.

An mengisahkan, dia bisa menjadi salah satu penghuni lokasi prostitusi Bukit Maraja ketika tahun 2012, sang ibu menjemputnya ke Depok, Jawa Barat. Ibunya berjanji akan mempekerjakannya di sebuah restoran dengan gaji cukup besar.

"Mami bilang, mau buka restoran dan saya diajak untuk bekerja di restoran itu dengan gaji besar. Saya akhirnya mau," kata An.

Namun, begitu tiba di Kabupaten Simalungun, An bukannya dipekerjakan di sebuah restoran seperti janji ibunya. Dia justru dimasukkan ke lokasi prostitusi Bukit Maraja. Kata An, selama berada di tempat itu, dia praktis tidak berdaya. Ibunya terus memaksa dan menekannya. Tak cuma menyuruh melayani para tamu, uang hasil melayani para hidung belang juga dirampas sang ibu.
(Tribunnews)

Joe Jeng Fei, Korban Air Asia Ditemukan di Perairan Majene

Kompas.com/SABRINA ASRIL Ilustrasi keluarga korban AirAsia QZ8501 mengikuti proses penyerahan jenazah.
Delikberita.com | MAKASSAR  - Jenazah korban Air Asia QZ8501 ditemukan di perairan Majene, Sulawesi Barat (Sulbar) dalam kondisi tidak utuh. 

Identitasnya diketahui bernama Joe Jeng Fei beralamat di Taman Kendang Sari, Surabaya,

"Jenazah berjenis kelamin laki-laki ini bernama Joe Jeng Fei. Lahir di Surabaya 04 Februari 1966, pekerjaan swasta. Identitas jenazah kedua ini pun diketahui karena pada tubuh ditemukan dompet warna coklat yang isinya KTP, sebuah Sim A, MasterCard BII, foto keluarga," kata Kepala Polda Sulselbar, Inspektur Jendral (Irjen) Polisi Anton Setiadji kepada wartawan.

Anton mengungkapkan, jenazah Joe Jeng Fei ditemukan di Dusun Batutaku, Desa Onang, Kecamatan Tubo Sendana, Kabupaten Majene. Jenazah ditemukan sekitar 50 meter dari bibir pantai oleh warga, Abd Rahman M (30) yang berprofesi sebagai fasilitator PMPN di Majene saat mengumpulkan sampah di pinggir pantai. Ketika ditemukan, jenazah dalam kondisi tidak utuh.

"Rencana mayat tersebut malam ini akan langsung diberangkatkan ke RS Bhayangkara mengingat di RSUD Majene tidak memiliki fasilitas pendingin penyimpanan mayat. Besok pagi, sekitar jam 9, kedua jenazah akan diterbangkan ke Surabaya dengan dikawal beberapa tim DVI Polda Sulselbar dan tim Basarnas. Kita usahakan penerbangan pertama ke Surabaya," tuturnya.

Selain Joe, jenazah korban pesawat AirAsia yang ditemukan nelayan dan dibawa ke Majene diketahui bernama Saiful Rahmat (27). Teknisi AirAsia itu ditemukan nelayan di Perairan Pamboang, Majene, Sulawesi Barat, Rabu (28/1/2015). (Baca: Jasad Warga Halim Ditemukan Mengapung di Majene)

Tidak hanya itu. Sebuah bongkahan besi berwarna merah dan putih berukuran sekitar satu meter yang diduga serpihan milik pesawat AirAsia QZ8501 juga ditemukan nelayan di Perairan Sendana, Majene, Sulawesi Barat, Rabu (28/1/2015) sekitar pukul 08.00 Wita. Namun, serpihan peswat ini baru dilaporkan warga ke petugas Polres Majene pada sore tadi.

Barca Balik Memimpin 3-2 Setelah Dua Gol Neymar

Delikberita.com  - Striker asal Brasil Neymar, mencetak gol pada menit ke-41 membuat Barcelona berbalik unggul 3-2 atas Atletico Madrid pada leg kedua Copa del Rey di Vicente Calderon, Rabu (28/1/2015) waktu setempat atau Kamis (29/1) dini hari WIB. 

Gol Neymar ini hanya berselang tiga menit setelah Miranda mencetak gol bunuh diri. Dengan demikian, Barca unggul agregat 4-2 setelah pada leg pertama di Camp Nou pekan lalu mereka menang 1-0.

Ini membuat Barca nyaris sulit dibendung untuk lolos ke semifinal karena Atletico harus menambah tiga gol jika ingin menjegal pasukan Luis Enrique. Pasalnya, jika hanya unggul satu gol dalam laga ini, agregat menjadi imbang, yang berarti Barca unggul agresivitas gol di kandang lawan.

Laga seru yang penuh drama ini dibuka gol cepat Fernando Torres pada menit pertama. Striker yang dipinjam dari AC Milan ini menggocek Javier Mascherano sebelum melesakkan bola ke pojok kanan gawang Atletico.

Barca cepat bereaksi. Pada menit kesembilan, mereka bisa menyamakan skor lewat aksi Neymar setelah menerima umpan Luis Suarez.

Atletico kembali memimpin pada menit ke-30, setelah wasit memberikan hukuman penalti akibat pelanggaran Mascherano terhadap Juanfran. Raul Garcia yang menjadi eksekutor dengan tenang menjalankan tugasnya untuk menaklukkan Marc-Andre ter Stegen.

Pada menit ke-38, Barca kembali menyamakan kedudukan. Kali ini bek Atletico, Miranda, memberi "hadiah" kepada lawan karena mencetak gol bunuh diri, ketika berusaha menghalau sundulan Sergio Busquets yang menyambut tendangan bebas Ivan Rakitic.

Hanya berselang tiga menit, Barca berbalik memimpin, yang diawali serangan balik nan cepat. Berawal dari peluang Atletico di mana bola tembakan Antoine Griezmann membentur tangan Jordi Alba, Barca balik menyerang lewat aksi Lionel Messi menyisir sisi kiri pertahanan Atletico.

Striker mungil asal Argentina ini kemudian melepaskan umpan ke dalam kotak penalti, yang disambut Neymar. Dengan mudah, Neymar menceploskan bola untuk membuat Barca unggul 3-2, yang bertahan hingga turun minum. (Kompas)

Tim Independen Rekomendasikan Komjen Budi Gunawan Tidak Dilantik!


DELIKBERITA.COM | JAKARTA — Rekomendasi dari  Tim Independen yang dibentuk Presiden Joko Widodo khusus untuk memberikan rekomendasi terkait kisruh Polri dan Komisi Pemberantasan Korupsi telah disampaikan kepada Presiden Jokowi pada hari ini, Rabu (28/1/2015).

Tim Independen terdiri dari mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Muhammadiyah Syafii Maarif; mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshidiqie; sosiolog Imam Prasodjo; mantan Kapolri Jenderal (Purn) Sutanto; mantan Wakil Kepala Polri Komjen (Purn) Oegroseno; Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana; mantan pimpinan KPK, Tumpak Hatorangan Panggabean dan Erry Riyana Hardjapamekas; serta pengamat kepolisian Bambang Widodo Umar.

Seusai bertemu Presiden, Tim Independen langsung menggelar konferensi pers untuk menyampaikan poin utama yang menjadi rekomendasi sebagai solusi kisruh Polri-KPK.

Syafii Maarif yang didapuk sebagai Ketua Tim Independen membacakan rekomendasi tersebut di Gedung Kementerian Sekretariat Negara. Semua anggota Tim Independen hadir, kecuali Sutanto, karena alasan tertentu.

Syafii kemudian menyampaikan rekomendasinya, yakni membatalkan pelantikan Komisaris Jenderal Budi Gunawan sebagai Kapolri.

"Presiden seyogianya tidak melantik calon kapolri dengan status tersangka dan mempertimbangkan kembali untuk mengusulkan calon baru kapolri agar institusi Polri segera dapat memiliki Kapolri yang definitif," kata Syafii dalam konferensi pers.

Berikut adalah pernyataan lengkap Tim Independen:

1. Kami sebagai tim konsultatif yang diminta masukan pendapat oleh Presiden akan menjadi mitra yang siap memberikan masukan kepada Presiden terkait kemelut hubungan antar-lembaga penegak hukum.

2. Kami, pada hari Rabu tanggal 28 Januari 2015 telah diundang Presiden untuk memberikan masukan berdasarkan analisis yang telah dilakukan dua hari belakangan ini, dan masukan kami kepada Bapak Presiden sebagai berikut:

A. Presiden seyogianya memberi kepastian terhadap siapa pun penegak hukum yang berstatus sebagai tersangka untuk mengundurkan diri dari jabatannya atau tidak menduduki jabatan selama berstatus sebagai tersangka demi menjaga marwah institusi penegak hukum, baik KPK maupun Polri.

B. Presiden seyogianya tidak melantik calon kapolri dengan status tersangka dan mempertimbangkan kembali untuk mengusulkan calon baru kapolri agar institusi Polri segera dapat memiliki Kapolri yang definitif.

C. Presiden seyogianya menghentikan segala upaya yang diduga kriminalisasi terhadap personel penegak hukum siapa pun, baik KPK maupun Polri, dan masyarakat pada umumnya.

D. Presiden seyogianya memerintahkan kepada Polri maupun KPK untuk menegakkan kode etik terhadap pelanggaran etik profesi yang diduga dilakukan oleh personel Polri maupun KPK.

E. Presiden agar menegaskan kembali komitmennya terhadap pemberantasan korupsi dan penegakan hukum pada umumnya sesuai harapan masyarakat luas.
(Kompas,com)

Mantan Hakim Divonis 4 Tahun, Kuasa Hukum Anggap Hakim Tak Konsisten

DELIKBERITA.COM | BANDUNG - Pasti Seferina Sinaga mantan hakim Pengadilan Tinggi Jawa Barat, divonis 4 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Bandung dalam kasus dugaan suap hakim penanganan perkara korupsi Bantuan Sosial Pemerintahan Kota Bandung, Selasa (27/1/2015).

Selain itu, mantan hakim ini diharuskan membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider 2 bulan kurungan.

Kuasa hukum Pasti Seferina Sinaga, Didit Wijayanto, mengaku keberatan dengan putusan tersebut. Menurut Didit, dakwaan kepada kliennya harusnya dibatalkan dan tentu saja divonis bebas. Pasalnya, apa yang disangkakan, yakni, menerima uang suap Rp 500 juta, dianggap tidak terbukti.

Menurut Didit, pernyataan kalau Pasti Sinaga tidak terbukti menerima uang Rp 500 juta itu juga sempat diucapkan Majelis Hakim Barita Lumban Gaol sebelumnya.

"Hakim sebelumnya sudah ngomong, tidak ada bukti permulaan (bukti menerima uang Rp 500 juta). Kami punya bukti rekaman videonya, kan tidak ada bukti. Sebelumnya kami sudah senang karena unsur menerima (suap) tidak ada, tapi, kok tiba-tiba disebut menerima janji. Itu dibuat-buat, kami kecewa," kata Didit.

Didit melanjutkan, putusan 4 tahun penjara itu dianggap bertentangan dengan asas keadilan. Karena apa yang sudah diucapkan hakim dianggap Didit berbeda dengan apa yang sudah diputuskan. "Masak hakim menjilat ludahnya sendiri," ucap Didit di Pengadilan Negeri Bandung, Jalan RE. Martadinata, Bandung, Jawa Barat, Selasa, (27/1/2015).

Menurutnya, jika memang hakim menyatakan Pasti tidak terbukti menerima Rp 500 juta, seharusnya penetapan tersangka dan terdakwa itu dibatalkan. "Untuk ditetapkan sebagai tersangka tidak ada. Artinya, penetapan terdakwa juga harus batal demi hukum," katanya.

Atas keberatan ini, pihaknya akan melakukan dua hal, yakni, banding dan perlawanan ke Pengadilan Tinggi Jawa Barat, sesuai dengan KUHAP.

Apakah kuasa hukum Pasti akan laporkan hakim ke Komisi Yudisial? "Mungkin, kita akan laporkan," jawabnya.

Vonis empat tahun penjara ini jauh lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) sebelumnya. Tuntutan sebelumnya, yakni selama 11 tahun penjara dan dituntut membayar denda sebesar Rp 200 juta subsider enam bulan penjara. (Baca: Dituntut 11 Tahun, Mantan Hakim Pasti Sinaga Divonis 4 Tahun Bui)

Pasti disebutkan telah melanggar Pasal 12 huruf c Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 yang telah diubah dalam Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHPidana jo Pasal 64 ayat 1 KUHPidana. 
(KOMPAS.com)

Bekas Pacar Dijual Lewat Facebook, Ini Tarifnya Sekali Kencan

SURABAYA - Warga Kapas Madya, Surabaya, Jawa Timur boleh dibilang mantan kekasih yang tega, pacarnya Bunga -nama samaran- hanya kebagian Rp 150 ribu dari lima kali melayani pria hidung belang. Ini dilakukan oleh Krishna Yudha Pratama, 22 th.
 
“Saya kasih dia Rp 150 ribu dari booking-an yang ketiga,” kata Krishna seperti yang dilansir Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Rabu (28/1).

Krishna kini berstatus tersangka dan ditahan Polrestabes Surabaya. Ia berhasil ditangkap polisi saat menjual bekas pacarnya, Bunga  melalui akun Facebooknya 23 Januari lalu. Status di dinding Facebooknya menjadi petunjuk sekaligus bukti aparat untuk menjerat pemuda pengangguran itu.

Lantas berapa tarif yang dipatok? Krishna mengaku sesuai dengan kesepakatan. Dari lima pelanggan yang berhasi didapat, tarifnya pun bervariasi.

Krishna merinci, booking pertama Rp 400 ribu, kencan kedua Rp 300 ribu, ketiga Rp 250 ribu, keempat Rp 300, dan kelima Rp 500 ribu. Meski demikian, Krishna hanya memberi Bunga upah sekali dari hasil lima kali kencan tersebut.  (jpnn)
 

YAMAHA MIO FINO CLASSIC

YAMAHA MIO FINO CLASSIC

-

-

MUSIC | Demi Lovato - Let It Go (from "Frozen") [Official]

Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menguak Yang Tersembunyi | www.delikberita.com - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by daguku