delikberta.com (Pasuruan) - Pasangan suami istri (pasutri) di Pasurun, Jatim, ditemukan tewas dalam keadaan telanjang di rumah kontrakannya, Sabtu (3/11) sore. Diduga pasutri itu bunuh diri lantaran bahtera rumah tangga.
Ketenangan warga Dusun Melaten, Desa Pelinthan Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, berubah menjadi heboh dengan tewasnya H Roni (40) dan Misliha (38) di dalam kamar rumah kontrakannya.
Korban dikenal sebagai pengusaha kayu glondongan dan ditemukan tewas dalam keadaan bugil dan mulut berbusa, di ruang tengah. Sementara istrinya Misliha, ditemukan di kamar mandi dalam kondisi bugil dengan mulut berbusa dan bau menyengat.
Wartawan media cetak dan elektronik tidak diijinkan masuk oleh aparat Kepolisian dan keluarganya.
Warga mengenal Misliha dengan profesi sebagai perias manten, dengan status sebagai istri simpinan Haji Roni, yang masih memiliki istri sah. Sehingga Haji Roni jarang pulang ke rumah kontrakannya yang sudah disewanya sejak setahun lalu.
Saat pulang Jumat sore itu, tetangga korban sebenarnya mendengar suara rintihan kesakitan suara Misliha. Namun, mereka tidak berani mendekat lantaran sang suami Haji Roni hari itu baru datang ke rumah itu. Adanya sura rintihan itu dibenarkan Jumadi, perangkat desa setempat.
Aparat Kepolisian belum bisa menyimpulkan motif tewasnya pasutri tersebut, sehingga masih misteri dan dalam penyelidikan. Hal itu diungkapkan AKP Supriyono, Kasatreskrim Polres Pasuruan. "Namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," tandasnya.
Ketenangan warga Dusun Melaten, Desa Pelinthan Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan, berubah menjadi heboh dengan tewasnya H Roni (40) dan Misliha (38) di dalam kamar rumah kontrakannya.
Korban dikenal sebagai pengusaha kayu glondongan dan ditemukan tewas dalam keadaan bugil dan mulut berbusa, di ruang tengah. Sementara istrinya Misliha, ditemukan di kamar mandi dalam kondisi bugil dengan mulut berbusa dan bau menyengat.
Wartawan media cetak dan elektronik tidak diijinkan masuk oleh aparat Kepolisian dan keluarganya.
Warga mengenal Misliha dengan profesi sebagai perias manten, dengan status sebagai istri simpinan Haji Roni, yang masih memiliki istri sah. Sehingga Haji Roni jarang pulang ke rumah kontrakannya yang sudah disewanya sejak setahun lalu.
Saat pulang Jumat sore itu, tetangga korban sebenarnya mendengar suara rintihan kesakitan suara Misliha. Namun, mereka tidak berani mendekat lantaran sang suami Haji Roni hari itu baru datang ke rumah itu. Adanya sura rintihan itu dibenarkan Jumadi, perangkat desa setempat.
Aparat Kepolisian belum bisa menyimpulkan motif tewasnya pasutri tersebut, sehingga masih misteri dan dalam penyelidikan. Hal itu diungkapkan AKP Supriyono, Kasatreskrim Polres Pasuruan. "Namun tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban," tandasnya.
Kedua jenasah korban akhirnya dibawa ke RSUD Bangil untuk diotopsi, sehingga diharapkan bisa terkuak tabir tewasnya pasutri tersebut. (don)












